Agroindustri, Tonggak Utama untuk Memajukan Perekonomian Bangsa


ini essay yang aku buat waktu mau masuk forces (forum for scientific studies), sebuah UKM keilmiahan yang ada di kampusku. malu sih, soalnya masih abal-abal soalnya beberapa daftar pustakanya bersumber dari sumber-sumber yang masih belum 100% dipercaya untuk dijadikan acuan. tapi ga papa lah ya, buat menuh-menuhin blog, hehehe :D, check it out,,,,

Continue reading

Rapuhnya Ideologi Pancasila di Tengah Bangsa yang “Tak Berideologi”

Negara Indonesia terbentuk dengan ciri yang amat unik dan spesifik. Berbeda dengan Negara Jerman, Inggris, Perancis, Italia, dan Yunani, yang menjadi suatu negara karena kesamaan bahasa, atau Australia, India, Sri Lanka, dan Singapura, yang menjadi satu bangsa karena kesamaan daratan, serta Jepang, Korea, dan negara-negara di Timur Tengah, yang menjadi satu negara karena kesamaan ras. Indonesia menjadi satu negara meski terdiri dari banyak bahasa, etnik, ras, dan kepulauan. Hal itu terwujud karena kesamaan sejarah masa lalu, mempunyai kesamaan wilayah selama hampir 500 tahun Kerajaan Sriwijaya dan 300 tahun Kerajaan Majapahit dan sama-sama 350 tahun dijajah Belanda serta 3,5 tahun oleh Jepang.

Continue reading

The Power of Public Money

Public money, two simple words but it is so meaningful. Two words that make me wake up in the midnight. The night, when all of things become clearer than before. Two words that make me understand how I study and survive here, in my college now. Two words that make me understand what the meaning of scholarship. Yah, I understand, my scholarship is their money. Indonesian public money that until now never get their right.

Continue reading

Uang Rakyat

UANG RAKYAT, dua kata yang sederhana namun sarat akan makna. Dua kata yang mampu membangunkanku pada suatu malam. Malam dimana semuanya menjadi semakin jelas. Dua kata yang telah membuatku sadar dengan apa aku kuliah dan bertahan hidup di sini, di tempat kuliahku saat ini. Dua kata yang telah menyadarkanku apa arti dibalik kata beasiswa. Ya, baru ku sadari beasiswa adalah uang mereka, uang rakyat Indonesia yang selama ini selalu direnggut haknya.

Continue reading

Tidur Berjamaah?

Aku tak tahu kapan tepatnya hal ini menjadi kebiasaanku yang sulit untuk dihilangkan dari diriku. TERLAMBAT. Ya, datang terlambat pada setiap kegiatan yang harus aku ikuti, baik formal apalagi informal. Salah satu kejadian yang baru-baru ini ku alami yang berkaitan dengan terlambat adalah ketika aku datang terlambat untuk mengikuti salah satu mata kuliah minor yang ku ambil. Kejadiannya bermula ketika aku dan kedua temanku (Naila dan Liya) memutuskan untuk sholat dzuhur di sebuah musholla yang ada di kampusku. Hujan pun turun dengan derasnya sehingga merayu kita bertiga untuk merebahkan diri sejenak sebelum mengikuti kuliah selanjutnya.

Kita bertiga pun memutuskan untuk tidur dan berani menanggung semua resiko yang ada. Selang beberapa saat, Naila terbangun.

“bangun yuk, udah jam setengah 3, kita kan masuk jam 3”

“ lima menit lagi ya” jawab lia, yang langsung diseujui oleh semua pihak yang terkait.

Continue reading

Berawal dari Kata “BIASA”

            Menjadi seorang mahasiswa adalah impian setiap anak yang duduk di bangku SMA. Menikmati indahnya bangku kuliah, berdiskusi dengan para dosen, pakar, dan profesor hebat, serta memakai pakaian tanpa harus seragam dengan yang lain adalah hal yang sangat dinanti-nantikan oleh setiap anak. Tak terkecuali denganku. Masih teringat jelas dalam ingatanku ketika dengan bangganya ku tuliskan ingin melanjutkan kuliah di sana, di dua perguruan tinggi negeri ternama di negeri ini, yaitu UI dan Univ. Airlangga. Pun demikian ketika dengan lugunya aku berkomentar bahwa ITB adalah universitas yang tidak terkenal. Sungguh sangat menggelikan ketika saat ini ku tahu bahwa ITB adalah universitas yang sangat terkenal yang begitu sulit untuk dimasuki oleh anak-anak yang memiliki kemampuan yang pas-pasan, baik dari segi ekonomi maupun intelektualnya.

Tak terbesit sedikitpun dalam benak untuk melanjutkan kuliah di kampus rakyat ini, Institut Pertanian Bogor yang sekarang sedang dirintis untuk menjadi World Class University. Pun ketika untuk kedua kalinya aku berkunjung ke universitas ini, tak ada keinginan sedikit pun untuk kuliah di tempat ini. Tapi kenyataannya aku sekarang berada di sini, membangun impian di sini, menimba ilmu di sini. Ya, di sini, di Institut Pertanian Bogor. Kampus rakyat yang selama ini tak pernah masuk dalam daftar kampus impianku. Baiklah, akan aku ceritakan asal muasal, sebab akibat, atau apalah namanya yang telah membawaku kesini.

Continue reading