Tidur Berjamaah?

Aku tak tahu kapan tepatnya hal ini menjadi kebiasaanku yang sulit untuk dihilangkan dari diriku. TERLAMBAT. Ya, datang terlambat pada setiap kegiatan yang harus aku ikuti, baik formal apalagi informal. Salah satu kejadian yang baru-baru ini ku alami yang berkaitan dengan terlambat adalah ketika aku datang terlambat untuk mengikuti salah satu mata kuliah minor yang ku ambil. Kejadiannya bermula ketika aku dan kedua temanku (Naila dan Liya) memutuskan untuk sholat dzuhur di sebuah musholla yang ada di kampusku. Hujan pun turun dengan derasnya sehingga merayu kita bertiga untuk merebahkan diri sejenak sebelum mengikuti kuliah selanjutnya.

Kita bertiga pun memutuskan untuk tidur dan berani menanggung semua resiko yang ada. Selang beberapa saat, Naila terbangun.

“bangun yuk, udah jam setengah 3, kita kan masuk jam 3”

“ lima menit lagi ya” jawab lia, yang langsung diseujui oleh semua pihak yang terkait.

Setelah ku rasa 5 menit telah berlalu, aku pun bangun dan betapa kagetnya ternyata sudah jam 3. Kita bertiga langsung kalang kabut tak karuan dan secepat mungkin menuju tempat kuliah dilaksanakan yang cukup jauh dari musholla tempat kita berada saat itu. Aku pun ingat bahwa dosen yang mengajar di mata kuliah yang akan kita ikuti terkenal disiplin. Benar saja, ketika kita sampai, dosen yang bersangkutan telah memulai pekuliahan. Kita pun panik dan tidak ada satu pun dari kita bertiga yang mau masuk kelas untuk pertama kali.

Setelah berdiskusi panjang, aku pun mengambil inisiatif untuk masuk pertama kali dengan perasaan yang tak karuan. Pintu pun ku buka,

“ Assalamualaikum pak”

“ waalaikumsalam, kamu telat ya?” tanya bapak dosen.

“ iya pak saya telat”

“ kenapa bisa telat?”

“ketiduran pak” Seketika seisi kelas pun tertawa.

“ ketiduran kok berjamaah”

“ iya pak kita tidurnya di musholla kampus”

“ ya sudah, kalian boleh masuk. Sebenarnya kalian tidak boleh masuk, tapi lain kali jangan diulangi lagi ya”

“ iya pak, terimakasih”

Kita bertiga pun masuk dengan dengan rasa malu yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Karena yang mengikuti kuliah itu bukan hanya teman sejurusan, melainkan juga teman-teman dari jurusan lain dan kakak kelas. Parahnya lagi, beberapa di antara mereka ada yang kita kenal.

Usut punya usut, ternyata bapak dosen tidak berhenti sampai di situ. Ketika kita bertiga menuju kursi yang paling belakang, bapak dosen berkomentar,

“pantesan ya tidurnya berjamaah, tidurnya di mushollah sih”

Serentak seisi kelaspun tertawa dengan kompaknya. Rasa malu kita pun semakin bertumpuk-tunpuk. Kita bertiga langsung membuat komitmen untuk tidak datang terlambat lagi.

Keesokan harinya, setelah perkuliahan selesai. Tiba-tiba salah satu teman menghampiriku dan berkata,

“ eh dit, kata temenku kemarin ada anak biokim telat ya? Masak gara-gara tidur berjamaah katanya, hahahaha” tanpa rasa bersalah sedikit pun dia bercerita kejadian itu padaku, padahal akulah tersangka yang dia maksud. Dengan berat hati aku jawab,

“ kamu tau nggak siapa yang telat? Itu aku tau….” jawabku.

“ iya ya? Eh maaf” dia pun langsung ngacir meninggalkanku.

Betapa malunya diri ini, sehingga untuk selanjutnya aku putuskan aku nggak mau datang terlambat lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s