Dita atau Dika?

Pagi itu terasa mendung. ga mendung juga sih, tapi berhubung semua jendela di kamarku itu semuanya ditutup (untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan) karena tetangga sebelah para penghuninya adalah para ikhwan (ceile ikhwan, hehe). seperti biasa, pagi-pagi adalah waktu yang paling kondusif untuk berleha-leha bagi para penghuni kontrakan “wisma angen” tak terkecuali denganku. pagi itu adalah bagianku untuk mengurusi baju-baju kotor dan menyetornya sama ibu laundry. tahapan untuk meyetor baju tersebut ada 3 tahap. tahap pertama, kumpulkan baju-baju kotor. tahap kedua, kirim SMS sama mas-mas laundry dengan format ” Assalamualaikum mas, tolong ambil baju saya di kontrakan ya, makasih”. dan tahap ketiga, memberikan baju-baju kotor tersebut kalau mbaknya udah dateng (pasti pada bingung ya, kenapa smsnya sama mas-mas tapi yang ngambil kok ibu-ibu? hal ini dikarenakan yang punya hp itu si mas-mas, terus yang bertugas ngambil baju-baju kotor itu si mbaknya, begitulah ceritanya).
Continue reading

Advertisements