Pelajaran Hidup

Mata kuliah yang paling aku senangi di semester ini adalah genetika untuk pemuliaan tanaman. walaupun notabene pelajaran ini bukan dari departemenku, tapi tak tahu kenapa sangat menyenangkan mempelajarinya. Pemberitahuan saja, system perkuliahan di kampusku ini menerapkan system mayor, minor, dan SC (Supportng Course). Dimana mata kuliah mayor (jurusan kita) SKS nya tidak mencukupi untuk menjadi seorang sarjana (minimal harus melunasi 144 SKS untuk bisa lulus). Jadi, mau tidak mau, kita harus melengkapinya dengan mengambil mata kuliah dari jurusan lain.

Ada dua pilihan bisa melalui minor dan SC. Jika melalui minor (satu paket dari jurusan tertentu) maka pada saat lulus nanti kita akan mempunyai double degree atau dua gelar. Misalnya ya, jurusanku kan mipa, minorku teknologi pangan. Maka saat lulus nanti gelarku itu Sarjana sains dengan keahlian tambahan teknologi pangan. Tapi jika melalui SC, kamu hanya mempunyai satu gelar saja. Ada keuntungan dan kerugiannya. Jika kamu ngambil minor, maka kamu harus menerima jadwal yang telah ditetapkan oleh jurusan tersebut. Kalau bentrok ya… resiko ditanggung penumpang. Tapi, kalau SC kamu bisa ngambil mata kuliah apa pun yang kamu suka sesuai jadwal kosongmu. Berhubung mata kuliah minor udah bntrok semua tuh, jadi ku putuskan mengambil mata kuliah SC yaitu genetika untuk pemuliaan tanaman.

Sebenarnya mata kuliah ini hampir sama dengan mata kuliah di yang pernah aku ambil di semester sebelumnya, yaitu genetika dasar. Tapi, genetika untuk pemuliaan tanaman lebih spesifik pada tanaman. kenapa aku suka pelajaran ini? Tak lain dan tak bukan karena pelajaran ini mempelajari sesuatu yang konkret, nyata, dan berada di sekitar kita sehingga sangat mudah untuk dibayangkan. Sedangkan yang aku pelajari selama ini adalah sesuatu yang abstrak yang sangat susah sekali dibayangkan. Dosennya pun sangat interaktif sehingga tak rela rasanya jika berpaling pada hal yang lain (ga segitunya juga sih). Ada trik yang digunakan oleh dosen ini yang bisa membuat para mahasiswa tetap focus mendengarkan perkuliahan yaitu dengan memberikan sebuah pelajaran hidup. Ada satu pelajaran hidup yang akan aku ceritakan di sini yang menurutku sangat menginspirasi. Baca sampe habis ya. Cerita di bawah ini hanya fiktif belaka, kesamaan nama, tokoh, dan cerita yang ada hanya kebetulan semata, hehe.

Cerita ini bermula ketika tuhan akan menciptakan makhluk penghuni bumi. Pada hari pertama, tuhan menciptakan sapi,
“ hai sapi, aku akan menciptakanmu. Tugasmu di bumi adalah berpanas-panasan, membanting tulang setiap hari dan bekerja sepanjang hari untuk manusia. Aku akan memberimu umur 50 tahun”
“ya tuhan, tugas hamba sangat berat, cukuplah kiranya bagi hamba umur 20 tahun karena 50 tahun rasanya sangat lama”. Tuhan pun mengabulkan permintaan si sapi.
Hari kedua tuhan menciptakan monyet, “ hai monyet, aku akan menciptakanmu. Tugasmu di dunia adalah menghibur para manusia dan membuat mereka tertawa. Aku akan memberimu umur 20 tahun”
“ ya tuhan, tugas hamba sangat berat. Cukuplah kiranya bagi hamba umur 10 tahun untuk menghibur para manusia”. Tuhan pun mengabulkan permintaan sang monyet.
Pada hari ketiga tuhan menciptakan anjing “ hai anjing, tugasmu adalah menjaga rumah manusia. Aku akan memberimu umur 20 tahun”
“ya tuhan, sungguh sangat membosankannya tugas hamba jika hanya menjaga rumah manusia. Cukuplah kiranya bagi hamba umur 10 tahun”. Tuhan pun mengabulkan permintaan sang anjing.
Hari keempat tuhan menciptakan manusia “ hai manusia aku akan menciptakanmu. Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Aku akan memberimu umur 25 tahun”
“ ya tuhan, umur 25 tahun sangat pendek bagi hamba. Tugas hamba sangat ringan hanya tidur, akan dan bersenang-senang. Bagaiman jika umur hamba ditambah dengan umur sapi, monyet, dan anjing tadi? Artinya umur hamba menjadi 75 tahun” pinta manusia.
“apakah kau tidak aka menyesal?”
“tidak tuhan, hamba tidak akan menyesal” jawab manusia.

Apa yang bisa kita petik dari cerita di atas? Tanya dosenku. Aku dan teman-temanku hanya terdiam. Dosenku pun berkata, kalian semua di sini sedang berada dalam fase 25 tahun pertama umur kalian. Tugas kalian hanyalah tidur, makan, dan bersenag-senang. Kalian tak perlu yang namanya bekerja mencari uang. Tugas kalian hanya belajar. Orang tua kalianlah yang menanggung semua keperluan kalian. Menyenangkan bukan hidup kalian sekarang. Akan tetapi, jika kalian tidak menggunakan fase hidup kalian yang 25 tahun ini dengan baik, maka kalian akan menyesal di 30 tahun umur kalian selanjutnya. Hidup kalian tak ubahnya seperti sapi, hanya bekerja, bekerja, dan bekerja. Mambanting tulang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kalian. Tak ada lagi yang namanya bersenang-senang. Yang ada hanyalah bekerja.

Jika kalian ternyata juga tidak beruntung, maka pada 10 tahun hidup kalian yang selanjutnya, maka kalian akan hidup layaknya monyet. Menghibur cucu cucu kalian dan membuat mereka tertawa. Dan 10 tahun hidup kalian selanjutnya, kalian tak ubahnya seperti anjing, yang tugasnya hanya menjaga rumah karena kalian sudah renta dan tak bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu, persiapkanlah hidup kalian mulai dari sekarang. Karena 25 tahun hidup kalian yang pertama akan sangat menentukan kehidupan kalian selanjutnya. Jika selama ini kalian hanya tidur, makan dan bersenag-senang. Maka mulailah untuk membenahi hidup untuk masa depan kalian. Sekarang umur kalian berapa? “20 tahun pak” jawabku dan teman-temanku. Masih belum terlambat, masih ada 5 tahun lagi yang akan kalian lalui di fase hidup kalian yang pertama. Jadi, lakukan yang terbaik sehingga tugas sapi, monyet, dan anjing yang telah kita ambil jatah umurnya tak harus kita kerjakan.

Aku pun tak bisa berkata apa-apa setelah mendengarkan perkataan dosenku tadi. Ingin rasanya balik ke masa lalu dimana aku hanya menyia-nyiakan waktu yang ada untuk bersenag. Tapi penyesalan sudah tak ada artinya lagi. Seperti perkataan dosenku, masih belum terlambat kok. Masih ada 5 tahun lagi. Banyak karya besar yang bisa kita hasilkan di 5 tahun ke depan ini. Mari bersama-sama memperpaiki hidup untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. SEMANGAT.

Advertisements

5 thoughts on “Pelajaran Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s