International Mind

Memasuki ruang kelas A2 seperti biasanya. Duduk di bangku kuliah yang juga seperti biasanya. Mata kuliah ini sangat special karena akan menjelaskan tentang metabolisme pada manusia. ya benar sekali, metabolisme yang selalu kita lakukan. Yang usut punya usut ternyata prosesnya tak sesederhana yang aku pikirkan. Penuh dengan lika-liku. Baik dari dari prosesnya maupun struktur senyawa yang menyusunnya. Benar-benar penuh dengan lika liku. Aku pun berfikir bagaimana para ilmuan mengidentifikasi mereka? Salut-salut. Pelajaran pun dimulai dengan dosen yang ternyata bukan dosen yang minggu kemarin. Karena dosen yang kemarin memang terkenal sibuk, maklum beliau adalah asisten menteri pertanian RI (Republik Indonesia). Ga kecewa sih, soalnya bapaknya masih muda yang tentunya punya semangat yang tak jauh berbeda dengan kita yang masih muda-muda, hehe.

Dosen muda itu pun memulai perkuliahan. Ga tau kenapa, rasanya kayak minum obat tidur, ngantuuuk banget. Ga kerasa udah tidur, bangun, tidur lagi. Begitulah yang terjadi sampai beberapa menit pelajaran. Tiba-tiba ada temenku bertanya yang tak pelak membuatku langsung terjaga.
“Pak, maaf saya belum nyatet slide yang sebelumnya” tanyanya.
“Slidenya nanti di copy aja ya, soalnya ini materinya banyak banget. Bapak yakin kalian baca ini selama dua jam saja belum tentu selesai. Apalagi kami para dosen yang harus membuat kalian mengerti hanya dalam waktu dua jam. Harusnya, sebelum perkuliahan dimulai, kalian harus baca materinya dulu. Kalau kalian lihat modul yang bapak bawa ini. Jumlah halamannya sekitar 1000an lembar dengan ukuran font 8pt. Tiap sub babnya terdapat sekitar 40an halaman. Jadi menurut analisis saya, waktu 2 jam ga cukup buat baca materi ini apalagi memahaminya.
“Pak, tapi buku saya cuma tiap sub babnya cuma 8 halaman” jawab
“itu kamu pake buku yang lama ya. Tahu ga buku yag sekarang kalian pegang itu adalah buku cetakan tahun 1994, dibuat pada tahun 1880an, dan kalian mempelajarinya tahun 2012. Bisa kalian hitung kan berapa lama dari tahun 1880 sampai tahun 2012 dan bisa kalian bayangkan pula berapa ratus penelitian dan penemuan yang telah dilakukan dan ditemukan selama rentang itu. Seharusnya sebagai seorang mahasiswa yang notabene kuliah di universitas yang katanya world class university, kalian juga harus punya international mind. Jangan hanya terpaku dengan teks book yang ada di Negara ini. Cobalah untuk mencari buku-buku di luar sana. Dari situlah international mind kalian bisa terasah. Jadi, sangat tidak heran jika Negara ini masih biasa-biasa saja. Ya karena generasi mudanya banyak yang masih terkurung dengan pemikiran nasional bukan international mind”.

Rasa ngantukku pun langsung hilang entah kemana. Kenapa? Karena kata-kata dosen itu sesuai banget sama keadaanku yang sekarang. Kalau temenku yang punya modul saja dibilang tidak punya international mind. Apalagi diriku yang hanya punya buku catatan? Yang tiap ujian hanya mengandalkan slide? Oh… tidak. Jadi teringat perkataan kakak kelas “ jangan Cuma baca slide ya, nanti kamu cuma jadi sarjana slide”. Kendala yang selama ini menjadi alibi ga beli buku kan karena bukunya mahal. Tapi kan sekarang udah ada internet, jadi bisa mengakses semua buku dan jurnal-jurnal penelitian terkini yang bisa kita akses kapan saja dan dimana saja. Jadi tak ada alasan untuk tidak mempunyai international mind. International mind… ok I will get it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s