Sepotong Donat J.co

Tadi pagi aku sarapan dengan sepotong donat J. Co. Sekilas memang tak ada yang special dari kejadian itu. Mungkin orang yang membaca kalimat pembuka itu akan berkomentar “sarapan sepotong donat J.co? terus gue harus bilang WOW gitu” kalimat yang memang sedang menjadi trending topic hampir di semua kalangan akhir-akhir ini. Tapi ku mohon jangan lontarkan kalimat itu sebelum kalian membaca kejadian yang kualami tadi pagi. Setelah kalian selesai membacanya, ku bebaskan kalian sebebas-bebasnya untuk berkomentar apa pun, termasuk “terus gue harus bilang WOW gitu”.

Rutinitas bangun pagiku hari ini sekilas berubah karena diisi dengan mengerjakan laporan mata kuliah yang tadi malam tak sanggup ku kerjakan karena mata yang tak mau diajak kompromi. Ngirim sms sana sini untuk mengonfirmasi apakah laporan yang ku kerjakan sesuai dengan prosedur atau tidak. Hingga pada akhirnya sms itu bermuara pada pernyataan adek kelasku yang mengatakan kalau kuliah pagi ini dimulai jam setengah 7, padahal biasanya jam 8. Pikiranku makin penuh dengan strategi yang ku susun, antara mengerjakan laporan dan bersiap-siap kuliah agar tidak telat. Perhitunganku pun tepat. Sebelum jam setengah 7 aku sudah selesai mengerjakan laporan dan bersiap untuk berangkat kuliah. Sampai di kelas, ku ambil kursi paling belakang dekat dengan teman sedepartemenku karena memang kuliah yang ku ikuti ini adalah mata kuliah dari departemen yang lain.

Ketika dosen memasuki kelas, ada sesuatu yang menarik perhatianku. Ada banyak kantong plastic berisi donat J.co dibawa oleh dosenku dan asistennya. Bagaimana tak menarik perhatian, pagi tadi aku belum sempat sarapan. Sebelum memulai perkuliahan dosen itu pun berkata
“ ibu minta maaf ya, karena kemarin tidak hadir untuk mengisi perkuliahan dan tidak memberikan konfirmasi. Biasanya ibu memasukkan jadwal ke HP, tapi kemarin lupa sehingga ibu kira tidak ada kuliah dan hanya menghadiri 3 rapat yang ada kemarin. Ibu kemarin dimarahi coordinator mata kuliah, terus dimarahi dekan, dan ketika ibu bilang pada suami, suami ibu juga ikurt memarahi. Memang benar-benar bad day senin kemarin itu” akunya dengan senyum penuh wibawa. Dosen itu pun melanjutkan “ibu juga minta maaf karena meminta perkuliahan dimulai jam setengah 7, pasti kalian belum sarapan ya?”
“iya buuuu” jawan seluruh penghuni kelas tanpa dikomando.
“ini ibu bawa donat buat kalian sarapan. Dibagi ya”

Semua penghuni kelas pun bersorak tak terkecuali diriku. Sarapan jamah dengan sepotong donat J.co pun dimulai. Sarapan dengan sepotong donat J. co memang tak ada yang special. Tapi, kejadian dibalik sarapan itulah yang special. Itulah pentingnya seorang pendidik. Mendidik itu bukan hanya masalah pelajaran atau mata kuliah yang harus disampaikan tapi juga pesan moral juga harus disampaikan. Mungkin bagi ibu Iis (dosen) sudah biasa membagi-bagikan donat untuk para mahasiswa, tapi bagi saya bu, yang ibu lakukan itu juara banget. Ga cukup juara aja. Memang benar suri tauladan itu lebih ngena kalau langsung pake tindakan. Jika semua dosen seperti ibu, betapa senangnya kuliah pagi, karena itu berarti ada sepotong donat J.co untuk sarapan pagi :D.

Advertisements

3 thoughts on “Sepotong Donat J.co

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s