Pujian yang Menjatuhkan

Tak tahu kenapa akhir-akhir ini sedang dilanda rasa malas yang amat sangat untuk menuliskan sesuatu di blog ini. Entah itu hanya sebuah paragraf, sebaris kalimat, atau satu kata bahkan satu huruf pun malas untuk menuliskannya. Padahal banyak sekali kejadian yang ku alami akhir-akhir ini, mulai dari yang mengaharu biru sampai yang mengocok perut –ga juga sih-. Hingga komentar dari teman-temanku pun berdatangan, ada yang berkomentar “kamu kok udah jarang nulis lagi sih, ga ganti-ganti ku lihat dari kemarin, isi blogmu itu-itu aja”, “ lagi males” jawabku. Pun ketika lagi nulis cerita ini, malesnya minta ampun. Tapi, karena mendengar komentar Han jong woo oppa kemarin aku jadi agak nggak males, gini nih komentarnya “awalnya aku juga merasa demikian, tapi ketika aku merasakannya ternyata menyenangkan juga, jadi tak ada yang tak bisa kalau kita mencoba untuk terbiasa melakukannya”. Pasti yang baca ini pada penasaran, siapa sih Han Jong Woo oppa? Mau tahu aja apa mau tahu banget? Hahaha, aku kasih tau deh, dia itu pemeran utama di drama Korea I miss you yang sekarang, detik ini lagi on going di Korea. Bagi kamu yang suka up date drama korea pasti tahu drama ini. Tapi, bagi yang kudate alias kurang up date sih ga bakalan tahu kali ya, hahaha.

Back to the topic, lantas apa kaitan judul tulisan ini sama draman korea I miss you itu? Ga ada sih, itu sih bisa-bisaya aku aja biar tulisannya keliatan panjang aja. Pujian yang menjatuhkan. Nah, gini nih ceritanya. Kemarin tepatnya, hari sabtu 16 Desember 2012 aku sama temanku –sebut saja dia Bunga- mengikuti sebuah kajian yang dilaksanakan di kampus dengan tema “kajian halal haram produk pertanian”. Ternyata temannya si Bunga juga ikutan –sebut saja dia Mawar-. Singkat cerita, setelah kajian itu selesai kita bertiga pun berangkat ke tempat no. 2 paling enak di kampusku –setidaknya menurutku- yaitu perpustakaan IPB. Sebenarnya diriku bukanlah anak kutu buku yang sering nempel nyariin buku di perpus. Aku punya misi lain, yaitu download drama korea soalnya di perpustakaan itu koneksinya tingkat dewa, cepet banget ga cukup cepet aja. Jadilah kita bertiga bersmedi di perpus dengan misi pribadi masing-masing. Tak terasa adzan pun berkumandang dan tibalah saatnya untuk menunaikan sholat. Kita pun sholat, kecuali si Mawar karena saat itu memang lagi berhalangan. Ketika dalam perjalanan pulang ke kosan masing-masing, kita bertiga beriringan karena memang kosan kita searah. Tiba-tiba si Mawar berkomentar,

“Dit, iiihh…aku suka deh tas kamu”, komentarnya sambil memperhatikan tasku.

“suka dari mananya? Wong tasnya udah compang camping kayak gini –udah berumur 3 tahun soalnya-. Mungkin dia suka orangnya kali ya, karena malu dia bilang suka tasnya, hihihi” pikirku

“kenapa?” tanyaku penasaran

“iya soalnya udah bulukan!” jawabnya tanpa rasa bersalah
Alamak, bulukan? Setahuku tak separah itu deh. Compang-camping sih iya, hiks.

“ih… kamu kok gitu sih?” komentarku

“iya aku suka banget tas yang udah bulukan, berarti kan udah banyak kenangan yang kamu buat sama tas ini” jawabnya.

“iya juga sih, hehehe. Tapi, aku mau ganti kok kalau udah punya uang”

“ya iyalah harus ganti, wong udah bulukan kayak gitu” jawabnya. Kembali memberikan komentar yang jleb. Mawar… mawar… bener-bener ya, kau memuji tapi lantas menjatuhkan, benar-benar pujian yang menjatuhkan.

#NB: bagi yang berniat membelikan tas baru, akan amat sangat saya terima dengan tangan terbuka, hahaha

Advertisements

One thought on “Pujian yang Menjatuhkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s