Pertemuan dengan Seorang Imam

images

—–tiga tahun lalu, bogor, jawa barat—-

Dengan langkah terburu-buru ku langkahkan kaki ke lobi asrama. tak lupa pula ku ajak teman-teman sekamarku untuk juga ikut bersamaku ke lobi untuk melaksanakan sholat taraweh perdana di asarama. semangat sekali rasanya taraweh kali ini, karena taraweh ini adalah taraweh perdanaku di asrama TPB IPB, di kota hujan, bukan di pulau garam lagi. sesampainya di lobi ku pilih tempat terbaik menurutku. shaf demi shaf telah terisi oleh para penghuni asrama yang jumlahnya tak sempat ku hitung, yang pasti puluhan mungkin lebih dari 100 orang. shalat taraweh pun segera dimulai. imamnya seorang mahasiswa baru juga sepertiku, ya mahasiswa baru. rasa kagumku pun seketika muncul pada anak itu dan ketika sholat taraweh dimulai rasa kagum ini semakin besar. berani sekali ya anak baru itu, pikirku. membayangkan diri ini berdiri di sana saja rasanya tidak berani, ya harus ku akui, jadi imam di kamar asarama saja membuatku ketar-ketir apalagi menjadi imam sholat taraweh satu asrama yang diikuti oleh puluhan mahasiswa. terbesit keinginan untuk berkenalan dengan imam itu, ya harus. setelah sholat taraweh akan ku hampiri imam itu dan akan aku ajak berkenalan, pikirku. rakaat demi rakaat pun dilaksanakan dan shalat taraweh pun akhirnya selesai. segera ku bergegas untuk menghampiri imam itu, tapi karena semua mahsiswa yang ada ingin segera bergegas kembali ke kamar maisng-masing, aku harus berjuang untuk samapai ke shaf paling depan. ketika sampai di shaf terdepan, ternyata imam itu sudah tak berada di tempatnya. ternyata dia telah kembali ke kamarnya. sempat terbesit rasa kecewa karena tak bisa berkenalan dengan imam itu. tak apalah, mungkin di lain watu bisa bertemu dengannya, pikirku.

—–tiga tahun kemudian, malang, jawa timur—–

shalat taraweh kali ini berbeda, karena aku tak melaksanakannya di pulau garam maupun kota hujan, tapi kali ini kulaksanakan di kota apel, malang. terdamparnya aku di kota ini tak lain dan tak bukan karena kewajiban praktek lapang yang harus aku lakukan sebagai seorang mahasiswa yang sebentar lagi akan menginjak semester 7. singkat cerita, aku dan teman-temanku berbincang-bincang soal sholat taraweh yang baru kita lakukan. aku pun memulai percakapan dengan salah seorang teman, namanya Naila,
“eh, tahu ga dulu kan kita sama-sama di asraman A4, taraweh pertama kali di asarama ada anak baru yang jadi imam. aku pengen banget kenalan sama anank itu, tapi sampe sekarang aku ga tahu dia siapa” paparku.
“aku juga pernah jadi imam taraweh di asrama” jawabnya
“hah? iya? wah… hebat banget. eh bentar-bentar, kamu jadi imamnya pas pertama kali taraweh di asrama ga?” tanyaku
“aduh aku lupa, tapi aku bacanya surat-surat pendek aja, ga kayak imam yang lain”
” iya, imam yang dulu itu juga bacanya surat-surat pendek, dari ad-dhuha sampe al-lahab” jawabku
” iya aku bacanya itu juga tapi surat yang panjang kayak al-bayyinah aku lewatin, soalnya takut lupa”
” iya bener, dia juga ga baca al-bayyinah pas taraweh itu. jangan-jangan kamu ya imam itu” tanyaku riang
” iya kali ya” jawabnya sambil masuk ke rumah tempat kita ngekos di malang.

senang sekali rasanya bertemu kembali dengan imam itu, ternyata imam yang selama ini aku kagumi adalah teman baikku sendiri. lega rasanya rasa penasaran yang tiga tahun lalu aku alami bisa terjawab di malam penuh berkah, di bulan suci ramadhan, di tempat yang dulu tak pernah terbesit untuk ku diami, batu, malang, Jawa Timur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s