Layang-Layang yang Tak Melayang

1367883884313452951Di depan rumahku terhampar sawah yang cukup luas. Yang ketika musim padi datang, hamparan padinya bak permadani hijau yang digelar. Apalagi ketika tanaman padi mulai tumbuh, hijaunya sungguh memanjakan mata yang melihatnya. Mungkin ini salah satu penyebab, kenapa aku begitu suka warna hijau. Sesuatu yang berwarna hijau seakan punya nilai tambah di mataku.

            Ketika musim padi tiba, tiap sore sawah-sawah itu begitu ramai oleh riuh rendah suara para anak-anak dan pemuda desa yang memainkan layang-layang. Suara-suara itu akan semakin ramai tatkala ada layang-layang putus karena kalah bertarung dengan layang-layang yang lain. Akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri tatkala layangan yang kita terbangkan bisa memutuskan senar layangan yang lain. Semuanya akan berlomba-lomba mengejar sang layang-layang yang malang. Ah… sepertinya sangat menarik yang mereka lakukan itu.

Continue reading

Guru yang Dulu

kartun_bacaHari ini hari guru. Oke berarti cerita yang akan ku tulis ini juga tak kan lepas dari yang namanya guru. Senang rasanya malam ini kembali bernostalgia, mengingat-ngingat kembali jasa yang luar bidahsyat dari para guru-guruku yang telah mengantarkanku pada titik ini. Titik yang mungkin tanpa campur tangan mereka tak bisa ku raih hingga bisa berdiri tegak di sini, tanpa tongkat, tapi tetap bisa beridir tegak pada pijakan yang ku pijak. Ah… jika ku ceritakan jasa-jasa guruku, maka bisa-bisa ku habiskan malam ini tanpa tidur. Tapi, itu tak bisa ku lakukan karena besok ada kuliah pagi. Jadi ku berfikir, kira-kira cerita unik apakah yang kiranya bisa ku bagi dengan kalian semua. Setelah akson dan dendrit dari sel-sel syarafku berinteraksi, akhirnya ku temukan cerita dari masa lalu yang hingga saat ini ku simpan dengan rapat mengenai guru, guru tempat meniru dan ternyata aku berbuat jauh dari itu.  Ya… jauh.

Continue reading

Harusnya 1000 Bukan 2000

1184271835Katanya sih kampusku ini world class university. Tapi, aku sama sekali belum merasakan hawa hawanya. Bayanganku tuh ya, kalau world class university itu, banyak mahasiswa asingnya, toiletnya bersih, dan perkuliahannya pake bahasa Inggris full ga setengah-setengah. Lah ini, boro-boro mahasiswa asing, semua teman sekelasku 100% produk lokal. Tapi, semuanya berubah ketika aku mengikuti mata kuliah di fakultas lain, fakultas petanian. Setidaknya di kelas ini sedikit ada hawa-hawa world class university. Kenapa? Karena ada mahasiswa asingnya, yeyeye haha. Mereka berasal dari Negara tetangga, Malaysia. Tepatnya UPM (universitas Putra Malaysia). Senang sekali berinteraksi dengan mereka. Mereka logatnya mirip sama serial kartun favoritku, Upin dan Ipin. Sungguh.

Continue reading

A atau O?

Golongan DarahPraktikum kali ini kembali bertemu dengan kakak asisten yang baru dan semuanya mahasiswa pascasarjana. Jika kakak yang kemarin perempuan, datangnya telat, dan pembawaannya santai. Nah kali ini berbeda, dia laki-laki, malah aku yang datang telat, dan pembawaan kakaknya sesuai aturan banget. Walaupun tak bisa dibilang tegas. Cara menerangkannya jelas, rinci, enak, dan mudah dipahami. Aku dan temanku pun menerka-nerka,

“eh… kalau katamu, kakak ini golongan darah apa?” tanyaku

“kalau menurutmu?” dia malah bertanya balik padaku

Continue reading

Setelah Sekian lama, Aku, Kita, dan Pertemuan ini

danboSore itu terasa begitu menyenangkan. Ada kenangan yang terkenang, ada kesan yang tertinggal, ada motivasi yang meninggi, dan ada rindu yang terobati. Begitulah kiranya yang ku rasakan kawan. Sudah lama rasanya tak bersua dengan kalian semua (walaupun tak utuh). Tiga tahun yang lalu kita disatukan dalam keluarga ini, keluarga FORCES (forum for scientific studies) angakatan VIII. Memang tak banyak kontribusi maupun prestasi yang telah ku torehkan, tapi tak tahu kenapa rasa kekeluargaannya masih terasa sampai sekarang. Kalian itu unik. Seriusan. Senang sekali bisa menjadi bagian dari kalian.

            Banyak yang didiskusikan sore itu. Kabar-kabar kita, tentang kesibukan kita, rencana lima tahun ke depan, masalah penelitian, dan banyak sekali candaan. Ternyata kalian sudah banyak berubah, sudah jauh lebih dewasa. Mungkin berkat kesibukan-kesibukan dan amanah-amanah itu. Ah… menyenangkan sekali rasanya bersama kalian, walaupun dengan rencana masak-masak yang tak jadi, tapi makan-makannya tetap jadi. Lamanya tak bertemu tak menjadi alasan untuk tak kembali akrab. Justru di sanalah letaknya, lama tak bertemu, maka akan banyak rindu yang menunggu. Sore itu tentang aku, kita, dan pertemuan kita. Semoga kelak kita akan dipertemukan kembali dalam keadaan yang tentunya jauh lebih baik dari sekarang, sehingga judulnya akan aku ubah menjadi ‘setelah sekian lama, aku, kita, dan kesuksesan kita’ :D.

Continue reading

Kembalinya Keteraturan Hidup

a04d774b40c2689dbc5f74543d4433d7_menstruasi-300x199Aku bukan tipe orang yang biasa hidup teratur atau dengan sengaja mengatur hidup. Semua ku biarkan berjalan apa adanya tanpa rekayasa. Tapi, ini tak benar dan tak pula dapat dibenarkan. Hidupku yang seperti ini harus segera dirubah. Segera. Aku pun berfikir, apakah gerangan yang membuat hidupku ini begitu tak teraturnya. Dosa apakah gerangan yang telah ku lakuakan? Banyak lah. Oke, sepertinya kurang etis membahas dosa di sini, back to the topic.

Continue reading

Bangkitnya Lantai Keramik Putih

DSC00551Ketika pertama kali sampai di tampat ini, aku tinggal di asrama selama satu tahun. Semua anak baru wajib merasakan suka duka tinggal di asrama. Lantas setelah itu, merasakan hiruk pikuk tinggal di kosan. Kosanku yang pertama letaknya cukup jauh dari kampus. Ah… rasanya berat sekali bercerita tentang kosanku yang ini. Banyak kenangan tak sehat yang ku alami di sana. Kamarnya yang lembab hingga berjamur, dapur yang becek, tikus yang meraja lela. Sebesar apapun effort yang ku lakukan untuk membersihkan kosan ini, tetap saja tak ada perubahan berarti. Cukup. Cukup sudah, tak ingin lagi mengenangnya. Habis gelap terbitlah gelap, eh terang maksudnya. Setelah itu, aku pun pindah ke kosan yang tidak hanya dekat dari kampus, tapi juga bersih bersinar :D.

Continue reading

Jatuh pada Lubang yang Sama

“dan terjadi lagi… kisah lama yang terulang kembali…”

lubang_di_jalan2_by_diyanbijac-d5xuy7lLagu yang indah bukan? Lagu yang bebarapa bulan yang lalu (kalau tidak salah) cukup mendapat tempat di hati para penikmat musik tanah air. Mengisahkan seseorang yang kembali merasakan kisah yang dulu pernah ia alami. Kisah yang tak begitu menyenangkan sepertinya. Nah, begitulah adanya yang ku alami sekarang, tepatnya hari Selasa kemarin. Mengulang kejadian yang sama dengan alasan yang juga sama (apalagi kisah yang tak menyenangkan) sungguh sangat membosankan. Mungkin akan beda ceritanya jika kejadiannya sama, tapi alasan dibalik kejadian itu berbeda. Ah… bosan, enyah saja kau pekat. Lantas apa yang membuatku kembali merasakan kisah ini? Kisah yang juga terjadi minggu kemarin. Kisahku, kisahnya, dan kisah kita semua, kisah anak Biokimia. Kisah kita menunggu kedatangannya, kedatangan dosen TAN (teknologi asam nukleat) tercinta.

Continue reading

Angin Segar itu Bernama Antiinflamasi

kreativiti-kartun-lukisan-jari6Sudah beberapa kali janji itu tak tertunaikan. Janji untuk bertemu dengannya. Kalau dihitung-hitung kira-kira sudah dua atau tiga kali. Apalah daya, keinginan untuk bertemu hanya bertepuk sebelah tangan. Padahal keinginan untuk bertemu sudah membuncah dalam dada. Sebenarnya aku juga tak tahu, berada pada urutan keberapakah aku dalam benaknya. Hingga begitu sulitnya untuk bertatap muka dengannya. Rasa rindu yang tertahan, akhirnya menemui ujungnya ketika pagi tadi dia memutuskan untuk bertemu. Sudah tak bisa digambarkan rasa senang ini. Rasanya baliho yang bertebaran di IPB sana (sekarang lagi masa PEMIRA, jadi banyak banget baliho bertebaran) jika disatukan, sepertinya tak cukup menjadi kanvas untuk menggambarkan rasa senangku. Eh bentar-bentar, dia itu siapa? Mention dong. Hahaha. Baiklah, dia adalah Bapak Waras Nurcholis yang tak lain dan tak bukan adalah dosen pembimbing skripsiku.

Continue reading

keselek Serangga

            sAku punya teman. So? Nggak sih, cuma mau ngasih tahu aja. Sebut saja dia Naila. Aku sudah lupa kapan tepatnya kita mulai akrab. Yang aku tahu pasti, nomor urutnya tepat di bawahku, aku 6 dan dia 7. Kemanapun kita selalu bersama, berangkat kuliah, pulang kuliah, download film bareng, sholat bareng, pun demikian dengan mata kuliah yang kita ambil, semuanya sama. Iyalah, satu jurusan, gimana ga sama. Allah maha tahu, pun demikian tahu kalau diriku tak bisa hidup sendiri. Sungguh. Ketika dalam perut ibuku, aku juga tak sendiri, ada saudara kembarku yang menemaniku. Nah, ketika kuliah ini, ada Naila yang menemaniku. Lantas, udahnya kuliah nanti? Ada suamiku yang setia menemaniku hahaha #salahFokus.

            Aku dan Naila sedang menyukai orang yang sama, eh salah, lagu yang sama maksudnya, hehe. Lagu itu adalah sountrack sebuah drama yang sekarang sedang on going di Korea sana. Liriknya seperti ini nih,

“love is feeling…nananana… love is feeling…..

Love is more pain… nananana… love is more pain….”

Continue reading