Pisahkan Saja Benih dari Tetuanya

dandelion_seeds_being_blownMemulai rutinitas hari senin setelah dua minggu lamanya bertarung dengan UTS yang akan menjadi UTS terakhir selama aku menjadi seorang mahasiswa S1 Biokimia. Tapi sama saja, tak ada yang special dan tak ada yang berubah, tetap metode awal yang ku gunakan untuk menghadapi UTS kali ini. Metode yang sepertinya sudah usang tapi tetap manjadi pilihan bagi hampir semua mahasiswa yang ku temui, mungkin kamu juga. Ya, metode SKS. Berhubung ada 20 sks yang ku ambil di semester ini dengan 6 mata kuliah, maka akan ada 6 malam bersama metode SKS #hahaha.

Hari ini perkuliahan dimulai dari jam 8 sampai jam 15.00. Waktu yang terlalu panjang untuk berada di kampus bagi mahasiswa tingkat akhir sepertiku. Ya, mau gimana lagi, jadwalnya kayak gitu. Hal yang luar biasa adalah sepanjang perkuliahan tak sedikit pun aku tidur (horay…horay hehe). Biasanya sih, ga kerasa tiba-tiba udah melayang aja ke alam bawah sadar. Apakah ini tanda-tanda bahwa aku telah dewasa? Sepertinya iya. Seriusan, ini serius. Apalagi ditambah pernyataan dosen yang mengajarku tadi.


Gini nih ceritanya. Mata kuliah yang aku ikuti adalah dasar dan teknologi benih. Dengan statement yang menurutku keren banget “from seeds, I expect wonder (dari benih, saya bisa berharap lebih) –Henry David Thoreau”. Mata kuliah ini bukan dari departemenku tapi dari fakultas lain, Fakultas Pertanian yang pastinya pertanian banget dan membuatku makin bangga menjadi seorang mahasiswa pertanian. Terus hubungannya mata kuliah ini sama kedewasaan? Begini, kamu pernah punya benih dan kamu tanem ga? Kalau pernah, super sekali. Ketika kita menanam benih, hal yang harus kita lakukan agar benih tersebut tumbuh dan mendapat nutrisi yang cukup adalah dengan memisahkan benih dari tetuanya. Bayangkan pohon pisang, ketika tunas-tunas anak pisang tumbuh di sekitar induknya, hal yang harus kita lakukan adalah dengan menjauhkan tunas-tunas pisang dari tetuanya agar mereka bisa tumbuh dengan baik dan bisa melanjutkan kehidupan sebagai seorang pohon pisang yang dewasa.

Pun demikian dengan manusia, hal yang paling mudah dan harus dilakukan oleh orang tua untuk mendidik anaknya agar mandiri dan dewasa adalah dengan menjauhkan mereka dari orang tua. Lepaskanlah mereka, biarkanlah mereka merantau jauh dari kampung halaman, biarkan mereka mencari jati diri untuk nantinya menjadi pribadi yang mandiri. Pun demikian halnya yang dilakukan orang tuaku terhadapku. Mereka melepasku jauh, teramat jauh mungkin bagi mereka yang tak terbiasa jauh. Bukan berarti mereka tak sayang padaku, justru karena mereka teramat sayang padaku, mereka membiarkanku untuk merantau ke sini, ke kota hujan ini. Banyak sudah yang telah berubah. Dulu, tak bisa memasak, sekarang sudah jadi chef handal (menurutku hehe). Dulu pemalu sekarang sudah berani untuk tak malu. Dulu kaku sekarang sudah tak terlalu. Dulu…. Intinya banyak lah yang berubah.

Terimakasih yang amat sangat ku ucapkan pada orang tuaku dan keluarga besarku yang telah memberikan kesempatan ini padaku, kesempatan yang tak didapatkan oleh semua anak perempuan, terutama di desaku. Banyak anak perempuan seumurku yang telah menikah dan bahkan punya anak tanpa punya kesempatan untuk merantau dan mencari jati diri. Mungkin itu jalan yang terbaik bagi mereka. Mungkin. Ingin mendidik anak agar dewasa, mandiri, dan punya jati diri? Gampang, pisahkan saja benih dari tetuanya, yang artinya biarkan anak anda merantau ke belahan bumi yang mereka inginkan dengan perbekalan agama yang cukup tentunya :D.

Advertisements

2 thoughts on “Pisahkan Saja Benih dari Tetuanya

  1. Kalo aku punya adik perempuan. Jadi kalo di rumah 3 tahun yang lalu aku hampir setiap hari kerjaannya berantem. Tapi karena jarang ketemu jadinya kangen-kangenan…ha. Keluarga adalah tempat kembali, jangan merantau terlalu lama…PULANGLAH

    • pasti pulang tang, pasti. karena “walaupun banyak negeri ku jalani, yang masyhur permai dikata orang… tetapi kampung dan rumahku…. di sanalah ku rasa senang…” 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s