Menunggu Paket

PaketPada hari selasa beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 2013, secara tiba-tiba temanku mengajakku untuk mengikuti kuis online. Aku pun tanpa perlawanan mengikutinya, mengingat hadiahnya adalah benda yang paling ku inginkan. Hadiahnya adalah boneka Line (Moon dan Brown) yang sebelumnya menjadi perbincangan banyak mahasiswa di kampusku, karena selama tiga hari berturut-turut ada tour Line yang membagi-bagikan boneka Line secara gratis dengan syarat kita harus punya satu grup chat Line dengan anggota minimal 10 orang.

Hp ku yang smartphone ternyata tak begitu smart, masalahnya tiap aku install aplikasi Line selalu saja ada trouble, beginilah nasib smartphone dengan RAM terbatas. Aku pun tak patah arang begitu saja, ku pinjam Hp temanku yang baru saja dia beli, ku install kan Line dan ku buat group chat dengan mengundang orang-orang ke dalamnya. Aku pun berdiri mengantre untuk menunggu giliran mengikuti games ini dengan harapan boneka Line yang dipajang itu nantinya akan ada di tanganku, hahaha. Sampailah giliranku, si mbak membuka Hp pinjamanku, membuka grup yang ku buat, tapi semuanya di luar dugaan,

Continue reading

Kehororan Tingkat Akhir Part 2

kreativiti-kartun-lukisan-jari19Ada rasa sesal kenapa dulu harus aku beri kata ‘part’ pada judul tulisan ini. Konsekuensinya adalah akan ada part-part selanjutnya yang pastinya akan berisi hal-hal tidak enak yang akan aku rasakan terkait tingkat akhir. Pun demikin kenapa judulnya harus ‘kehororan tingkat akhir’ kenapa bukan ‘indahnya tingkat akhir’ yang artinya akan menceritakan hal-hal indah yang ku alami selama tingkat akhir ini. Yah… nasi memang telah menjadi bubur, jadi hal yang harus ku lakukan adalah dengan mengubah bubur itu menjadi bubur ayam biar lebih berkelas dan lebih nikmat tentunya untuk disantap (kok tiba-tiba jadi pengen bubur ayam, hehe).

Jika sebelumnya aku berbicara masalah idealisme dan realita. Maka bahasan kali ini ku fokuskan pada realita. Karena idealisme itu sementara ku simpan dalam lemari dan untuk sementara ku kunci agar tak bisa keluar sampai skripsiku selesai. Ya, akhirnya ku putuskan untuk mengambil proyek dosen, yang artinya mengesamping idealisme ku untuk berkarya dengan ide sendiri. Tapi, bukan berarti aku akan biasa-biasa saja dalam melakukan proyek ini. Karena jalan ini telah ku pilih, jalan realita, maka akan ku bungkus realita ini dengan semangat dan kerja profesional yang penuh #hahaha.

Continue reading