Kesetimbangan

Allah pembuat kesetimbangan, manusia pengganggu kesetimbangan. Pertanyaannya, berapa banyak kesetimbangan yang akan manusia ganggu?

timbanganTak tahu kenapa aku sering bercerita tentang mata kuliah departemen lain yang ku ikuti. Jarang sekali, bahkan bisa dibilang tak pernah bercerita tentang departemenku. Bukan karena aku tak sayang, tapi aku bingung apa yang harus ku ceritakan. Hanya satu kata yang bisa menggambarkan jurusanku, ABTRAK, ya abstrak. Mungkin gara-gara itulah susah rasanya merangkai kata-kata menjadi cerita tentang jurusanku. Kalau tak percaya, tanyakan saja pada orang-orang yang mendapatkan mata kuliah Biokimia (exp. Biologi, Kedokteran, Farmasi, dll.) dapat dipastikan sebagian besar dari mereka akan mengibarkan bendera putih tanda menyerah, kalau aku sih bukan cuma bendera putih, tapi bendera merah putih #apasih hahaha.

            Kali ini aku akan bercerita tentang mata kuliah teknik pengolahan daging, salah satu dari dua mata kuliah SC (supporting Course) yang ku ikuti di semester ini. Melalui mata kuliah ini, aku banyak belajar tentang daging dan produk olahannya (exp. sosis, bakso, dendeng, kornet, salami, dll). Pun demikian, melalui kuliah ini juga, aku baru tahu kalo tender loin itu lebih empuk dari sir loin. Jadi, kalau mau beli steak, beli yang tender loin ya biar lebih empuk (walaupun aku juga tak pernah makan yang namanya steak).

            Pagi tadi dosennya diganti oleh seorang ibu yang cantik karena memang untuk periode UAS dosennya berubah. Bahasan tadi pagi mengenai daging curing (baca: kyuring). Daging curing adalah daging yang diberi tambahan garam nitrit/nitrat agar daya simpannya lebih lama dan warna daging tetap segar (merah). Asal usul daging curing adalah dari eropa sana. Konon katanya orang eropa yang akan menambahkan garam pada daging olahannya, garamnya terkontaminasi kotoran burung yang banyak mengandung nitrat/nitirit. Uweek, sumpah jijay banget ngebayangin makan daging campur  kotoran burung. Ya udah lah ya, namanya juga sejarah.

          Curing pada daging banyak sekali keuntungannya, yaitu mengawetkan, mempertahankan warna daging, meningkatkan rasa, dan membunuh mikroba. Karena keuntungan inilah sampai sekarang penggunaan nitrit/nitrat seperti tak tergantikan. Akan tetapi, nitrat/nitrit ini punya dua kepribadian yang bertolak belakang. Senyawa ini belakangan diketahui bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Tentunya mekanisme pembentukan senyawa karsinogeniknya tak kan ku jelaskan di sini, bisa-bisa pusing sendiri bacanya.

           Salah satu kompenen curing pada daging adalah pemanis (gula). Nah, penggunaan gula di sini membantu penghambatan terbentuknya senyawa HCA (heterociclic amine). HCA merupakan senyawa karsinogenik yang dihasilkan ketika suatu protein dipanaskan diatas 50oC. Jadi, makan sate yang sampe gosong itu berbahaya lo, karena banyak mengandung HCA. Tapi, tenang abang-abang tukang sate (apalagi sate madura… tsah) udah pinter-pinter kok. Mereka menambahkan banyak kecap yang notabene mengandung gula pada dagingnya sehingga dapat menghambat terbentuknya HCA.

            Keren ya, padahal si abang-abang tukang sate ga pernah tuh ikutan kuliah teknik pengolahan daging kayak kita-kita. Tapi, secara alamiah sudah bisa memformulasikan sesuatu agar tak berbahaya bagi yang mengonsumsinya. Hal itu terjadi tak lain dan tak bukan karena petunjuk dari Allah SWT. Yang telah menciptakan segalanya berdasarkan kesetimbangan. Dimana ada penyakit, di situlah tersedia obatnya. Hanya manusianya saja yang belum sadar letaknya. Allah pencipta kesetimbangan, manusia pengganggu kesetimbangan. Boleh saja mengganggu kesetimbangan, hanya saja pertanyaannya, Berapa kesetimbangan yang akan kita ganggu? Jangan sampai kita melakukan intervensi sebesar-besarnya tanpa memperhatikan kesetimbangan yang kita ganggu, karena dampaknya juga akan kembali pada kita dan orang-orang di sekitar kita. Yuk bersama-sama jaga kesetimbangan bumi, agar tak menyesal nanti-nanti :D.

Advertisements

4 thoughts on “Kesetimbangan

    • nah… untuk lebih spesifiknya gula apa yang bisa menghambat HCA, kita ikuti kuliah minggu depan. kita kan sekelas cuy hahaha #ngeles. aku bela-belain searching buat nyari jawabannya nih, tp blm dpet yang pas. Nanti tanya ibunya langsung ya, aku ga mau asal jawab. aku kan calon ilmuwan, seorang ilmuwan tak kan ngomong tanpa dasar yang kuat #ngelesLagi, hahaha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s