Cita-cita dan Tukang Sampah

13304950812128475842Aku dan saudara kembarku sukaaa sekali dengan serial kartun upin ipin. Mungkin karena kita sama-sama anak kembar kali ya, aku dan saudaraku, serta upin dan ipin. Aku juga punya kakak perempuan yang galaknya mirip kak Ros, namanya mbak Ina. Aku juga punya nenek yang baiknya ga ketulungan kayak nenek ‘oma’ nya upin ipin. Nah, lengkap sudah pemerannya. Cerita hidup upin ipin yang hidup di desa dengan kesederhanaan tak jauh berbeda dengan yang ku alami. Upin ipin juga punya banyak teman kecil, pun demikian denganku yang juga punya banyak teman kecil. Tak pelak ketika aku menonton serial kartun itu seperti melihat kehidupanku di sana.

            Suatu ketika upin dan ipin berangkat ke TADIKA (Taman Pendidikan Kanak-kanak). Kala itu, ibu guru memberikan tugas agar semua murid menggambarkan cita-cita yang akan mereka raih kelak dan harus dibawa keesokan harinya. Upin ipin dan teman-temannya pun berkhayal tentang cita-cita mereka dan menggambarkannya di atas selembar kertas karton. Keesokan harinya semua anak sudah siap dengan selembar kertas karton yang menggambarkan cita-cita mereka yang luar biasa.

Continue reading

Berpura-pura

the_art_of_pretending__by_nonnetta1Mengagumi kepura-puraan (acting) yang dilakukan oleh para artis itu tadi malam. Sungguh, diri ini telah terjerat dalam hiruk pikuk hallyu dengan drama koreanya yang begitu mengagumkan, tapi tidak dengan boyband apalagi girlbandnya. Ya, hanya drama koreanya saja. Banyak sekali pelajaran yang diangkat oleh drama-drama itu, mulai dari cerita kerajaan Korea jaman dulu, mode yang berkembang di sana, fiksi, hingga cerita cinta (nah ini yang paling sering). Entah mengapa pengemasan yang mereka lakukan sukses manarik perhatianku.

            Tapi akan beda ceritanya jika akulah yang melakukan kepura-puraan itu. Kok bisa? Nah begini ceritanya, katanya sih IPB mau buat video tentang kewirausahaan. Berhubung (katanya) aku dan teman-teman sekelompokku adalah  wirausahawan muda sukses (amiiin, berdoa penuh harap), mereka ingin meminta testimoni salah saorang dari kita. Berhubung pagi ini yang sedang tidak ada kesibukan adalah diriku, maka tak pelak dipilihlah diriku sebagai pemberi testimoni. Aku pun menolak sebisa yang aku bisa, tapi ternyata aku tak bisa. Jadilah pagi tadi aku melakukan kepura-puraan (acting) itu.

Continue reading

Kesetimbangan

Allah pembuat kesetimbangan, manusia pengganggu kesetimbangan. Pertanyaannya, berapa banyak kesetimbangan yang akan manusia ganggu?

timbanganTak tahu kenapa aku sering bercerita tentang mata kuliah departemen lain yang ku ikuti. Jarang sekali, bahkan bisa dibilang tak pernah bercerita tentang departemenku. Bukan karena aku tak sayang, tapi aku bingung apa yang harus ku ceritakan. Hanya satu kata yang bisa menggambarkan jurusanku, ABTRAK, ya abstrak. Mungkin gara-gara itulah susah rasanya merangkai kata-kata menjadi cerita tentang jurusanku. Kalau tak percaya, tanyakan saja pada orang-orang yang mendapatkan mata kuliah Biokimia (exp. Biologi, Kedokteran, Farmasi, dll.) dapat dipastikan sebagian besar dari mereka akan mengibarkan bendera putih tanda menyerah, kalau aku sih bukan cuma bendera putih, tapi bendera merah putih #apasih hahaha.

Continue reading

Menunggu Paket

PaketPada hari selasa beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 2013, secara tiba-tiba temanku mengajakku untuk mengikuti kuis online. Aku pun tanpa perlawanan mengikutinya, mengingat hadiahnya adalah benda yang paling ku inginkan. Hadiahnya adalah boneka Line (Moon dan Brown) yang sebelumnya menjadi perbincangan banyak mahasiswa di kampusku, karena selama tiga hari berturut-turut ada tour Line yang membagi-bagikan boneka Line secara gratis dengan syarat kita harus punya satu grup chat Line dengan anggota minimal 10 orang.

Hp ku yang smartphone ternyata tak begitu smart, masalahnya tiap aku install aplikasi Line selalu saja ada trouble, beginilah nasib smartphone dengan RAM terbatas. Aku pun tak patah arang begitu saja, ku pinjam Hp temanku yang baru saja dia beli, ku install kan Line dan ku buat group chat dengan mengundang orang-orang ke dalamnya. Aku pun berdiri mengantre untuk menunggu giliran mengikuti games ini dengan harapan boneka Line yang dipajang itu nantinya akan ada di tanganku, hahaha. Sampailah giliranku, si mbak membuka Hp pinjamanku, membuka grup yang ku buat, tapi semuanya di luar dugaan,

Continue reading

Kehororan Tingkat Akhir Part 2

kreativiti-kartun-lukisan-jari19Ada rasa sesal kenapa dulu harus aku beri kata ‘part’ pada judul tulisan ini. Konsekuensinya adalah akan ada part-part selanjutnya yang pastinya akan berisi hal-hal tidak enak yang akan aku rasakan terkait tingkat akhir. Pun demikin kenapa judulnya harus ‘kehororan tingkat akhir’ kenapa bukan ‘indahnya tingkat akhir’ yang artinya akan menceritakan hal-hal indah yang ku alami selama tingkat akhir ini. Yah… nasi memang telah menjadi bubur, jadi hal yang harus ku lakukan adalah dengan mengubah bubur itu menjadi bubur ayam biar lebih berkelas dan lebih nikmat tentunya untuk disantap (kok tiba-tiba jadi pengen bubur ayam, hehe).

Jika sebelumnya aku berbicara masalah idealisme dan realita. Maka bahasan kali ini ku fokuskan pada realita. Karena idealisme itu sementara ku simpan dalam lemari dan untuk sementara ku kunci agar tak bisa keluar sampai skripsiku selesai. Ya, akhirnya ku putuskan untuk mengambil proyek dosen, yang artinya mengesamping idealisme ku untuk berkarya dengan ide sendiri. Tapi, bukan berarti aku akan biasa-biasa saja dalam melakukan proyek ini. Karena jalan ini telah ku pilih, jalan realita, maka akan ku bungkus realita ini dengan semangat dan kerja profesional yang penuh #hahaha.

Continue reading

Pisahkan Saja Benih dari Tetuanya

dandelion_seeds_being_blownMemulai rutinitas hari senin setelah dua minggu lamanya bertarung dengan UTS yang akan menjadi UTS terakhir selama aku menjadi seorang mahasiswa S1 Biokimia. Tapi sama saja, tak ada yang special dan tak ada yang berubah, tetap metode awal yang ku gunakan untuk menghadapi UTS kali ini. Metode yang sepertinya sudah usang tapi tetap manjadi pilihan bagi hampir semua mahasiswa yang ku temui, mungkin kamu juga. Ya, metode SKS. Berhubung ada 20 sks yang ku ambil di semester ini dengan 6 mata kuliah, maka akan ada 6 malam bersama metode SKS #hahaha.

Hari ini perkuliahan dimulai dari jam 8 sampai jam 15.00. Waktu yang terlalu panjang untuk berada di kampus bagi mahasiswa tingkat akhir sepertiku. Ya, mau gimana lagi, jadwalnya kayak gitu. Hal yang luar biasa adalah sepanjang perkuliahan tak sedikit pun aku tidur (horay…horay hehe). Biasanya sih, ga kerasa tiba-tiba udah melayang aja ke alam bawah sadar. Apakah ini tanda-tanda bahwa aku telah dewasa? Sepertinya iya. Seriusan, ini serius. Apalagi ditambah pernyataan dosen yang mengajarku tadi.

Continue reading

Sudah Saya Putuskan

casablanca-coffeeJauh-jauh hari merencanakan sesuatu, tiba-tiba batal pada hari yang telah ditetapkan, apa yang kau rasakan? Kesal? Jelas, kecewa? Pasti, sedih? O… jangan ditanya, pengen nangis sambil garuk-garuk tembok? Nggak juga sih, hehehe. Nah, begitupun yang aku rasakan ketika tanpa sebab dan alasan yang jelas salah seorang temanku membatalkan rencana yang telah jauh-hauh hari kita buat untuk mengunjungi salah satu tempat petualangan yang akan kita jelajahi. Kita berlima berencana akan ke curug 1000 yang katanya nih medannya berat, berliku, dan penuh lika-liku. Tempat ini kita pilih untuk pemanasan sebelum kita mendaki puncak tertinggi pulau Jawa, Mahameru (tsah… tiba-tiba inget film 5 cm). Satu dari teman kita (sebut saja Utari) ternyata tidak bisa ikut karena masih ada ujian. Ketidakikutsertaan teman kita yang satu ini bisa kita maklumi, iyalah… ini menyangkut akademik, masa depan mameeen, #apasih hahaha.

Continue reading

Angin Segar di Jumat Berkah

gambar-pemandangan-7 Jumat ini adalah jumat special bagiku. Kenapa? Ya tak lain dan tak bukan karena aku akan mendapatkan gelar baru sebagai S.PL (sarjana praktek lapang) hahaha. Mungkin bagi yang lain agak berlebihan, tapi bagiku ini luaaarrr biasaaa. Dua bulan penuh aku habiskan di Malang untuk menjalankan praktek lapang ini, pulang dari sana ku habiskan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan laporan, sidang, dan sekarang berada di penghujung semuanya. Perbanyakan laporan PL, bolak balik minta tanda tangan, dan di jumat yang special ini saatnya minta cap fakultas yang menandakan bahwa aku telah resmi menjadi seorang S.PL (hahaha).

Hah? Cuma itu angin segarnya? Tunggu dulu, tunggu dulu, ini kan belum selesai ceritanya. Ini nih angin segarnya…. Kerasa ga? Makanya perhatikan baik-baik. Pas aku sama temenku mau minta cap fakultas, kita berdua harus berjalan dari ujung barat ke ujung timur. Ini bukan berlebihan ya, karena memang departemen dan fakultasnya jaraknya berjauhan (kayak orang musuhan ya). Makanya kita harus berjalan sekitar 15-30 menit lamanya untuk mencapai dekanat fakultas. Sesampainya di sana, kita menunggu agak lama karena pas kita nyampe ternyata pas jam istirahat. Penantian pun berakhir setelah seorang bapak-bapak terlihat berkeliaran di dalam dekanat. Kita pun memberanikan diri masuk.
Continue reading

Kehororan Tingkat Akhir Part 1

hqdefaultEntah apa alasannya, kenapa judul itu ku beri part 1, itu artinya akan ada part-part selanjutnya. Entahlah, mungkin ada mungkin juga tidak. Kita lihat saja nanti. Tulisan ini dibuat dalam rangka menumpahkan segala rasa yang ku rasakan terkait tingkat akhir, karena sudah tak tahu lagi harus ku tumpahkan kemana lagi rasa ini. Teman-temanku mungkin sudah bosan dengan segala keluh kesah, rintihan, curhatan tentang kehororan tingkat akhir yang sering aku lontarkan. Maka selain pada sang pencipta, pada tulisan lah ku tumpahkan segala yang ku rasa terkait kehororan tingkat akhir.

Horor, ya kata itulah yang mungkin bisa menggambarkan suasana perkuliahan yang aku rasakan sekarang. Mungkin bagi yang lain agak berlebihan, kalau dipikir-pikir iya juga sih, tapi kata inilah yang menurutku paling pas. Mulai dari skripsi, dunia kerja, pasangan hidup, semuanya yang dulunya abu-abu sekarang semakin menunjukkan jati diri mereka. Nah, di part 1 ini akan lebih ku tekankan terkait skripsi. Ya skripsi. Mendengar kata yang satu ini, menandakan sebentar lagi aku akan menjadi seorang sarjana biokimia IPB. Tapi sampai saat ini belum ada kepastian penelitian apakah yang harus aku ambil untuk menyelesaikan masaku di biokimia ini. Hal yang pasti aku akan mengambil penelitian terkait metabolisme.
Continue reading