Jatuh pada Lubang yang Sama

“dan terjadi lagi… kisah lama yang terulang kembali…”

lubang_di_jalan2_by_diyanbijac-d5xuy7lLagu yang indah bukan? Lagu yang bebarapa bulan yang lalu (kalau tidak salah) cukup mendapat tempat di hati para penikmat musik tanah air. Mengisahkan seseorang yang kembali merasakan kisah yang dulu pernah ia alami. Kisah yang tak begitu menyenangkan sepertinya. Nah, begitulah adanya yang ku alami sekarang, tepatnya hari Selasa kemarin. Mengulang kejadian yang sama dengan alasan yang juga sama (apalagi kisah yang tak menyenangkan) sungguh sangat membosankan. Mungkin akan beda ceritanya jika kejadiannya sama, tapi alasan dibalik kejadian itu berbeda. Ah… bosan, enyah saja kau pekat. Lantas apa yang membuatku kembali merasakan kisah ini? Kisah yang juga terjadi minggu kemarin. Kisahku, kisahnya, dan kisah kita semua, kisah anak Biokimia. Kisah kita menunggu kedatangannya, kedatangan dosen TAN (teknologi asam nukleat) tercinta.

Continue reading

Angin Segar itu Bernama Antiinflamasi

kreativiti-kartun-lukisan-jari6Sudah beberapa kali janji itu tak tertunaikan. Janji untuk bertemu dengannya. Kalau dihitung-hitung kira-kira sudah dua atau tiga kali. Apalah daya, keinginan untuk bertemu hanya bertepuk sebelah tangan. Padahal keinginan untuk bertemu sudah membuncah dalam dada. Sebenarnya aku juga tak tahu, berada pada urutan keberapakah aku dalam benaknya. Hingga begitu sulitnya untuk bertatap muka dengannya. Rasa rindu yang tertahan, akhirnya menemui ujungnya ketika pagi tadi dia memutuskan untuk bertemu. Sudah tak bisa digambarkan rasa senang ini. Rasanya baliho yang bertebaran di IPB sana (sekarang lagi masa PEMIRA, jadi banyak banget baliho bertebaran) jika disatukan, sepertinya tak cukup menjadi kanvas untuk menggambarkan rasa senangku. Eh bentar-bentar, dia itu siapa? Mention dong. Hahaha. Baiklah, dia adalah Bapak Waras Nurcholis yang tak lain dan tak bukan adalah dosen pembimbing skripsiku.

Continue reading

keselek Serangga

            sAku punya teman. So? Nggak sih, cuma mau ngasih tahu aja. Sebut saja dia Naila. Aku sudah lupa kapan tepatnya kita mulai akrab. Yang aku tahu pasti, nomor urutnya tepat di bawahku, aku 6 dan dia 7. Kemanapun kita selalu bersama, berangkat kuliah, pulang kuliah, download film bareng, sholat bareng, pun demikian dengan mata kuliah yang kita ambil, semuanya sama. Iyalah, satu jurusan, gimana ga sama. Allah maha tahu, pun demikian tahu kalau diriku tak bisa hidup sendiri. Sungguh. Ketika dalam perut ibuku, aku juga tak sendiri, ada saudara kembarku yang menemaniku. Nah, ketika kuliah ini, ada Naila yang menemaniku. Lantas, udahnya kuliah nanti? Ada suamiku yang setia menemaniku hahaha #salahFokus.

            Aku dan Naila sedang menyukai orang yang sama, eh salah, lagu yang sama maksudnya, hehe. Lagu itu adalah sountrack sebuah drama yang sekarang sedang on going di Korea sana. Liriknya seperti ini nih,

“love is feeling…nananana… love is feeling…..

Love is more pain… nananana… love is more pain….”

Continue reading

Cita-cita dan Tukang Sampah

13304950812128475842Aku dan saudara kembarku sukaaa sekali dengan serial kartun upin ipin. Mungkin karena kita sama-sama anak kembar kali ya, aku dan saudaraku, serta upin dan ipin. Aku juga punya kakak perempuan yang galaknya mirip kak Ros, namanya mbak Ina. Aku juga punya nenek yang baiknya ga ketulungan kayak nenek ‘oma’ nya upin ipin. Nah, lengkap sudah pemerannya. Cerita hidup upin ipin yang hidup di desa dengan kesederhanaan tak jauh berbeda dengan yang ku alami. Upin ipin juga punya banyak teman kecil, pun demikian denganku yang juga punya banyak teman kecil. Tak pelak ketika aku menonton serial kartun itu seperti melihat kehidupanku di sana.

            Suatu ketika upin dan ipin berangkat ke TADIKA (Taman Pendidikan Kanak-kanak). Kala itu, ibu guru memberikan tugas agar semua murid menggambarkan cita-cita yang akan mereka raih kelak dan harus dibawa keesokan harinya. Upin ipin dan teman-temannya pun berkhayal tentang cita-cita mereka dan menggambarkannya di atas selembar kertas karton. Keesokan harinya semua anak sudah siap dengan selembar kertas karton yang menggambarkan cita-cita mereka yang luar biasa.

Continue reading

Berpura-pura

the_art_of_pretending__by_nonnetta1Mengagumi kepura-puraan (acting) yang dilakukan oleh para artis itu tadi malam. Sungguh, diri ini telah terjerat dalam hiruk pikuk hallyu dengan drama koreanya yang begitu mengagumkan, tapi tidak dengan boyband apalagi girlbandnya. Ya, hanya drama koreanya saja. Banyak sekali pelajaran yang diangkat oleh drama-drama itu, mulai dari cerita kerajaan Korea jaman dulu, mode yang berkembang di sana, fiksi, hingga cerita cinta (nah ini yang paling sering). Entah mengapa pengemasan yang mereka lakukan sukses manarik perhatianku.

            Tapi akan beda ceritanya jika akulah yang melakukan kepura-puraan itu. Kok bisa? Nah begini ceritanya, katanya sih IPB mau buat video tentang kewirausahaan. Berhubung (katanya) aku dan teman-teman sekelompokku adalah  wirausahawan muda sukses (amiiin, berdoa penuh harap), mereka ingin meminta testimoni salah saorang dari kita. Berhubung pagi ini yang sedang tidak ada kesibukan adalah diriku, maka tak pelak dipilihlah diriku sebagai pemberi testimoni. Aku pun menolak sebisa yang aku bisa, tapi ternyata aku tak bisa. Jadilah pagi tadi aku melakukan kepura-puraan (acting) itu.

Continue reading

Kesetimbangan

Allah pembuat kesetimbangan, manusia pengganggu kesetimbangan. Pertanyaannya, berapa banyak kesetimbangan yang akan manusia ganggu?

timbanganTak tahu kenapa aku sering bercerita tentang mata kuliah departemen lain yang ku ikuti. Jarang sekali, bahkan bisa dibilang tak pernah bercerita tentang departemenku. Bukan karena aku tak sayang, tapi aku bingung apa yang harus ku ceritakan. Hanya satu kata yang bisa menggambarkan jurusanku, ABTRAK, ya abstrak. Mungkin gara-gara itulah susah rasanya merangkai kata-kata menjadi cerita tentang jurusanku. Kalau tak percaya, tanyakan saja pada orang-orang yang mendapatkan mata kuliah Biokimia (exp. Biologi, Kedokteran, Farmasi, dll.) dapat dipastikan sebagian besar dari mereka akan mengibarkan bendera putih tanda menyerah, kalau aku sih bukan cuma bendera putih, tapi bendera merah putih #apasih hahaha.

Continue reading

Menunggu Paket

PaketPada hari selasa beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 2013, secara tiba-tiba temanku mengajakku untuk mengikuti kuis online. Aku pun tanpa perlawanan mengikutinya, mengingat hadiahnya adalah benda yang paling ku inginkan. Hadiahnya adalah boneka Line (Moon dan Brown) yang sebelumnya menjadi perbincangan banyak mahasiswa di kampusku, karena selama tiga hari berturut-turut ada tour Line yang membagi-bagikan boneka Line secara gratis dengan syarat kita harus punya satu grup chat Line dengan anggota minimal 10 orang.

Hp ku yang smartphone ternyata tak begitu smart, masalahnya tiap aku install aplikasi Line selalu saja ada trouble, beginilah nasib smartphone dengan RAM terbatas. Aku pun tak patah arang begitu saja, ku pinjam Hp temanku yang baru saja dia beli, ku install kan Line dan ku buat group chat dengan mengundang orang-orang ke dalamnya. Aku pun berdiri mengantre untuk menunggu giliran mengikuti games ini dengan harapan boneka Line yang dipajang itu nantinya akan ada di tanganku, hahaha. Sampailah giliranku, si mbak membuka Hp pinjamanku, membuka grup yang ku buat, tapi semuanya di luar dugaan,

Continue reading