Teladan dan Jam Malam

teladan_sikap_dalam_kesederhanaan__ayahku_by_aurel7-d4kgs45Terarahnya hidup kita sangatlah erat kaitannya dengan adanya pedoman dan seseorang yang menjelaskan serta mengamalkan isi pedoman itu. Seseorang itu biasa kita sebut teladan. Pedoman hidup seorang muslim sepertiku adalah Al-Quran dan teladan yang paling sempurna di antara para teladan adalah baginda Rosulullah SAW. Sungguh tak ada sedikitpun celah dalam diri beliau yang tak pantas untuk tak diteladani, semuanya amat sangat pantas bahkan bisa dibilang merupakan keharusan untuk meneladani apa apa yang beliau lakukan dan perbuat. Berbeda halnya dengan manusia yang lain, apalagi manusia yang hidup di zaman sekarang, zaman yang penuh dengan permainan intrik licik sehingga menjadi buram mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sebenarnya tulus atau yang hanya berpura-pura tulus.

            Sudah tak terhitung berapa kali diri ini dikecewakan oleh orang-orang yang awalnya begitu ku kagumi. Tidak lah berlebihan jika ku sebut orang-orang itu sebagai teladan. Seiring berjalannya waktu, para teladan itu berguguran, terleliminasi satu per satu. Rasa kecewa sedikit membekas ketika menghapuskan nama-nama mereka dari daftar teladan. Mungkin terlalu dini saat ku angkat mereka jadi teladan, sehingga terlalu dini pula ketika ku putuskan mereka untuk tak lagi jadi teladan. Harusnya dari awal ku sepenuhnya sadar bahwa mereka juga manusia bukanlah malaikat yang hanya melakukan hal-hal baik. Lantas kali ini aku akan bercerita pengalamanku tentang seorang teladan, tepatnya kehilangan seorang teladan. Tapi, bukan aku yang kehilangan melainkan aku sendiri yang dihilangkan, atau mungkin aku sendiri yang menghilangkannya dalam diri. Ah… kenapa jadi begitu rumit, kurang lebih seperti ini ceritanya.

Continue reading

Advertisements

Membangkai

digaleri.com-hamster imut sedang tidurJanganlah heran jika akhir-akhir ini aku sering menuliskan sesuatu di sini. Seringnya tulisan diposting mengindikasikan bahwa banyak waktu luang yang ku punya. Tapi, satu minggu terakhir ini bukan lagi banyak, tapi melimpah waktu luang yang ku punya. Liburan panjang natal telah datang tapi tak ada alasan kuat untuk pulang kampung. Liburannya terlalu sempit, akan habis waktu di jalan jika ku memaksakan pulang. Lantas, apa yang aku lakukan selama liburan yang agak panjang ini? Ya, jawabannya adalah judul tulisan ini, membangkai. Membangkai di kamar kosan dengan hidup yang tanpa arah dan tujuan. Rutinitas ini agaknya membuatku punya gambaran bagaimana rasa stress yang dialami oleh para fresh graduate tatkala menunggu panggilan pekerjaan. Padahal sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang sarjana yang mau tidak mau harus segera mencari yang namanya pekerjaan.

Continue reading

Mengasah Rasa

kasih-sayangTidak hanya otak yang mulai berkarat, ternyata hati dan perasaan ini juga mulai mengalami korosi, berkarat. Harus mulai banyak mengasah walaupun tak sampai tajam, setidaknya biar karatnya tak semakin parah dan menyebar. Akan sangat bahaya jika semuanya juga ikut-ikutan berkarat, terutama hati. Jika sudah begitu, akan sulit untuk merasakan hati sendiri apalagi hati orang lain. Kesadaran untuk mengasah rasa ini secara tak sengaja ku dapatkan ketika seorang teman –sebut saja Mila- mengajakku membicarakan sesuatu yang sepertinya agak urgent. Aku yang memang tipe orang yang ‘kurang’ peduli dan ‘sedikit’ tidak perhatian pada orang lain, seketika terketuk untuk ‘sedikit’ peduli pada orang lain.

            Percakapan ini bermula tatkala salah seorang teman sekelasku ada yang memutuskan untuk berkerudung. Sungguh keputusan yang membuatku amat sangat terharu, dan berharap yang lainnya juga akan segera mengikuti jejaknya. Rasa haru itu hanya ku simpan dalam hati tanpa sedikitpun ku keluarkan dan ku ekspresikan. Mungkin sikapku ini merupakan dampak dari jarangnya mengasah rasa peduli. Nyatanya aku peduli, tapi tak berbuat apa-apa untuk menunjukkan rasa peduli itu.

Continue reading

Semut dan Kebinasaan

semutDahulu kala, kira-kira ketika aku masih SMP, ku punya kebiasaan nongkrong. Tempat nongkrongku bukan tempat sembarangan. Jika orang lain biasa nongkrong di kafe, warkop, atau pinggir jalan, aku punya tempat lain yang lebih spesial. Tempat itu adalah kamar mandi. Kamar mandi dengan shower dan bathup? Ah… bukan seperti itu gambaran kamar mandi yang ku punya. Kamar mandiku hanyalah sebuah kamar mandi sederhana yang biasa dimiliki oleh mayoritas rakyat Indonesia, kamar mandi dengan gayung dan bak mandi. Lantas… kenapa aku begitu senang nongkrong di kamar mandi yang katanya orang banyak penunggunya? Ya… karena di tempat itu aku punya teman curhat. Teman curhatku bukan cuma satu, melainkan puluhan bahkan ratusan. Mereka adalah segerombolan semut.

Continue reading

Onde-Onde

resep-onde-onde Tiba-tiba pengen banget cerita masa lalu. Haha, pengen nostalgia bentar, lari dari penatnya hidup. Mengenang masa lalu yang pastinya telah berlalu dengan kenangan yang menyenangkan untuk dikenang melulu. Kali ini aku akan bercerita kenangan ketika SMA, tepatnya saat pertama kali ku injakkan kaki di SMA yang memang telah ku incar sejak SMP dulu, SMA N 1 Pamekasan. Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan senang hati ku ikuti walaupun dengan berbagai penugasan yang menurutku tak begitu penting untuk dilakukan. Tugas di hari pertama yang harus ku bawa waktu itu adalah sebuah kue yang mudah sekali ditemui di sekitar kita. kue itu adalah onde-onde.

Aku pun tak begitu khawatir ketika mendapatkan penugasan itu karena sudah dapat dipastikan akan banyak onde-onde berjejer di pasar-pasar. Tapi, semuanya di luar dugaan awal, ternyata semua onde-onde yang dijual di pasar-pasar telah tersapu bersih, habis tak bersisa sebiji pun. Semuanya telah diborong oleh semua anak yang satu sekolah denganku. Aku telat sadar kalau yang mendapatkan tugas itu bukan hanya aku seorang. Aku pun kelimpungan mencari onde-onde itu di setiap pasar yang ku lewati. Mulai dari pasar di desa dekat rumahku hingga pasar kota di dekat sekolahku, semuanya habis. Aku yang kala itu diantar oleh om ku panik karena bisa dipastikan aku akan telat sampai di sekolah.

Continue reading

Baju Sama Ada Masanya

danbo berduaan 1Pernah merasakan suka duka dibanding-bandingkan? Jika ingin tahu, tanyakan saja pada anak kembar, dan itu berarti aku lah orangnya, karena aku adalah salah satu dari pasangan anak kembar di dunia yang jumlahnya limited edition. Kenapa suka duka? Ya suka, ketika kau berada di pihak yang diuntungkan dan menjadi duka ketika berada di pihak yang dipojokkan. Sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi semua anak kembar untuk selalu dibanding-bandingkan seumur hidup mereka. Hal ini tak ubahnya seperti kutukan yang tak terbantahkan.

Continue reading

Menanti, Menunggu, dan Bahagia

hepiSejenak ingin ku luangkan waktu menengokmu, di tengah padatnya persiapan penelitian yang ku lakukan, di tengah ribetnya birokrasi laboratorium yang ku jalani, di antara menggunungnya tugas yang akhir-akhir ini tak henti-hentinya menerorku. Ya, akan ku luangkan waktu khusus untukmu, waktu untuk sekedar ber say ‘hay’ denganmu wahai… blog ku. Kali ini akan ku ceritakan sebuah cerita yang membuatku benar-benar merasa menjadi orang paling bahagia, paling beruntung, paling mujur, dan paling paling lainnya yang mempunyai arti bahagia di dunia. Rasa bahagia itu seakan menerbangkanku dari tanah yang selama ini ku pijak, melepaskan sejenak beban-beban yang selama ini ku emban, meleganku dari semua pikiran yang menyempitkan, menghilangkan rasa sedih yang ku rasa akhir-akhir ini mulai menjadi-jadi.

            Seperti sudah menjadi kebiasaan dan keharusan, di tengah-tengah praktikum, ku sempatkan untuk sejenak membuka HP. Ternyata ada satu panggilan tak terjawab, no. baru, siapakah gerangan? Tak tahulah. Ku biarkan saja, toh kalau orangnya perlu pasti bakalan nelepon lagi, pikirku. Tak berselang berapa lama, HP ku kembali bergetar. Kali ini bukan telepon, tapi hanya SMS. Ku buka, ternyata SMS itu dari saudara kembarku. Isi SMS nya adalah inti dari kebahagiaanku, kebahagiaan yang membuatku bahagia tiada tara, senang bukan kepalang, dan ingin segera pulang menemui sesuatu yang selama ini ku tunggu dengan rasa rindu yang terlalu.

Continue reading