Harta Karun dibalik Prasasti Tua

6-penemuan-harta-karun-paling-fenomenalSenin sore kemarin dosenku kembali menceritakan sesuatu yang membuatku untuk kesekian kalinya bangga menjadi bagian dari institusi ini, Institut Pertanian Bogor. Tahu kenapa? Karena kampus ini ternyata menyimpan sebuah ‘harta karun’ yang tak semua orang mengetahuinya. Betapa beruntungnya diriku menjadi salah satu di antara sedikit orang yang tahu dan beruntungnya dirimu yang membaca tulisan ini karena sebentar lagi kau pun juga akan tahu akan keberadaan ‘harta karun’ itu, ya sebentar lagi.

Bolehlah ku berbangga karena usut punya usut ternyata IPB punya laboratorium yang konon sangat amat langka. Langka? Ya, karena laboratorium ini hanya satu-satunya di Indonesia, bahkan hingga sampai saat ini. Laboratorium itu punya julukan laboratorium seed processing (lab. Pengolahan Benih). Gedung laboratorium itu masih berdiri kokoh, walaupun tak dapat dipungkiri sudah sedikit rapuh sana-sini. Gedung ini menjadi saksi kegagahan institusi pertanian ini. Sudah tak dapat dihitung berapa banyak universitas lain baik dari dalam maupun luar negeri yang berkunjung untuk melihat kecanggihan laboratorium ini. Tapi itu dulu, ya dulu. Sekarang? Nah sekarang sudah beda ceritanya. Karena semua ada zamannya.

Tuanya gedung ini tak menjadi alasan kuat untuk melakukan pembongkaran pada laboratorium ini. Tahu kenapa? Karena di depan gedung ini ada sebuah prasasti. Prasasti yang menyimpan banyak misteri. Misteri berupa harta karun yang baratus tahun ke depan akan sangat berguna bagi bangsa ini dan anak cucu kita nanti. Sungguh.

Sudah menjadi keharusan –sepertinya- ketika pembangunan sebuah gedung maka akan ada sebuah prasasti sebagai penanda kapan tepatnya bangunan tersebut dibangun. Pun demikian ketika laboratorium ini dibangun, ditaruhlah sebuah prasasti. Tapi, peletakan prasasti ini menjadi lebih spesial karena diletakkan di atas tanah yang di dalamnya telah ditanam sebuah ‘harta karun’. Harta karun itu disimpan dalam sebuah botol kecap yang kemudian dicor dengan semen agar benar-benar kedap udara.

Harta karun itu berupa benih dari beberapa tanaman asli Indonesia, yaitu benih jagung, kacang, dan padi –kalau aku ga salah dengar-. Kenapa harus benih? Ya karena dosenku dan para ilmuwan lain yang kala itu akan meresmikan gedung itu beranggapan bahwa beratus tahun ke depan bentuk benih tidak akan sama seperti saat itu. Dan sekarang pemikiran mereka terbukti. Sekarang sudah ada yang namanya ‘artificial seed’ atau benih buatan dimana prinsip dari benih ini adalah pembungkusan embrio tanaman pada sebuah karagenan atau alginat. Jika sudah begini, maka bentuk benih dari semua tanaman apapun akan sepeti gambar di bawah ini,

agr1Jika sudah begini, maka beratus-ratus tahun yang akan datang, benih yang ditanam di bawah prasati ini akan benar-benar menjadi harta karun yang tak ternilai harganya. Karena nantinya benih ini akan menjadi satu-satunya media yang dapat memberikan visualisasi nyata bentuk benih purba yang sebenarnya pada generasi di masa itu.

Advertisements

2 thoughts on “Harta Karun dibalik Prasasti Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s