Tragedi Angkot: Unik, Menggelitik

2022467_20120725063811Bogor, kota seribu angkot. Serasa punya mobil pribadi kalau berada di kota ini. Nunggu sebentar, angkot siap mengantar. Sampai-sampai, ketika menunggu teman di pinggir jalan sambil berdiri, si abang angkot dengan senang hati menghampiri dan menawari. Mungkin alasan inilah yang membuat alat transportasi ini banyak digemari, walaupun tak dapat dipungkiri telah menyebabkan kemacetan setiap hari. Kali ini aku akan bercerita tentang dua tragedi yang ku alami, tragedy angkot: unik, menggelitik.

#Tragedi Jumat Lalu

            Tempat praktikum yang aku dan temanku tuju cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki tapi terlampau amat dekat jika ditempuh dengan naik angkot. Kami pun memilih alternatif kedua, naik angkot, walaupun harus merelakan 1000 rupiah untuk berangkat dan 1000 rupiah lagi untuk pulangnya. Tak apalah. Memang dalam setiap keputusan, harus ada yang dikorbankan #SokBijak. Berangkat terburu-buru, menyeberang jalan raya yang tak pernah bisa ku lakukan sendiri. Ketika akan menyeberang, ada sebuah angkot yang mencuri perhatianku, menunggu dengan setia dan si abangnya memanggil dengan semangat. Aku pun berazzam dalam diri “Ok, aku akan naik angkot yang itu”.

Continue reading