Menanti, Menunggu, dan Bahagia

hepiSejenak ingin ku luangkan waktu menengokmu, di tengah padatnya persiapan penelitian yang ku lakukan, di tengah ribetnya birokrasi laboratorium yang ku jalani, di antara menggunungnya tugas yang akhir-akhir ini tak henti-hentinya menerorku. Ya, akan ku luangkan waktu khusus untukmu, waktu untuk sekedar ber say ‘hay’ denganmu wahai… blog ku. Kali ini akan ku ceritakan sebuah cerita yang membuatku benar-benar merasa menjadi orang paling bahagia, paling beruntung, paling mujur, dan paling paling lainnya yang mempunyai arti bahagia di dunia. Rasa bahagia itu seakan menerbangkanku dari tanah yang selama ini ku pijak, melepaskan sejenak beban-beban yang selama ini ku emban, meleganku dari semua pikiran yang menyempitkan, menghilangkan rasa sedih yang ku rasa akhir-akhir ini mulai menjadi-jadi.

            Seperti sudah menjadi kebiasaan dan keharusan, di tengah-tengah praktikum, ku sempatkan untuk sejenak membuka HP. Ternyata ada satu panggilan tak terjawab, no. baru, siapakah gerangan? Tak tahulah. Ku biarkan saja, toh kalau orangnya perlu pasti bakalan nelepon lagi, pikirku. Tak berselang berapa lama, HP ku kembali bergetar. Kali ini bukan telepon, tapi hanya SMS. Ku buka, ternyata SMS itu dari saudara kembarku. Isi SMS nya adalah inti dari kebahagiaanku, kebahagiaan yang membuatku bahagia tiada tara, senang bukan kepalang, dan ingin segera pulang menemui sesuatu yang selama ini ku tunggu dengan rasa rindu yang terlalu.

            SMS itu berbunyi ‘boneka line kita udah dateng’. Seketika itu rasa lelah dan lapar yang ku rasa hilang seketika. Terbayar sudah penantian yang selama ini ku jalani. Terhitung sejak 29 Oktober saat pertama kali ku ikuti kuis yang berhadiah boneka line itu dan boneka itu datang pada tanggal 12 Desember. Sudah tak terhitung berapa banyak teman yang menyuruhku menyerah akan penantian terhadap boneka line itu. Mereka dengan spontan tertawa ketika berkunjung ke kamarku, karena di kamar itu dengan bangga ku tempelkan sebuah kertas bertuliskan ‘Menunggu boneka line besar’ lengkap dengan tanggal ketika kertas itu ku tulis. Candaan mereka ku tanggapi dengan pembelaan dan kepercayaan diri yang tinggi bahwa boneka itu akan datang.

            Bagaimana ku tak bahagia, bagaimana ku tak bersuka cita, jika kepercayaan dan penantianku telah terjawab seketika. Sebuah boneka line coklat ukuran jumbo yang terkenal dengan nama ‘brown’ itu telah tergeletak manis di kamarku. Menungguku dengan wajah polosnya. Terimakasih Indosat, atas boneka line brown jumbo, yang akan menjadi teman baikku dalam menjani hari.  Bagaimana ku tak akan menanti, jika akhirnya nanti, kebahagiaanlah yang akan menjadi ganti dari panjangnya penantian yang ku jalani. Hikmah dari kejadian ini adalah nikmatilah masa-masa menunggu walau rasa rindu yang terasa sungguh terlalu, karena ketika semua itu berlalu, rasa bahagia itu lebih manis dari manisnya madu.

Boneka line ‘brown’ yang polos 😀

2013-12-12 15.35.44

Advertisements

2 thoughts on “Menanti, Menunggu, dan Bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s