Teladan dan Jam Malam

teladan_sikap_dalam_kesederhanaan__ayahku_by_aurel7-d4kgs45Terarahnya hidup kita sangatlah erat kaitannya dengan adanya pedoman dan seseorang yang menjelaskan serta mengamalkan isi pedoman itu. Seseorang itu biasa kita sebut teladan. Pedoman hidup seorang muslim sepertiku adalah Al-Quran dan teladan yang paling sempurna di antara para teladan adalah baginda Rosulullah SAW. Sungguh tak ada sedikitpun celah dalam diri beliau yang tak pantas untuk tak diteladani, semuanya amat sangat pantas bahkan bisa dibilang merupakan keharusan untuk meneladani apa apa yang beliau lakukan dan perbuat. Berbeda halnya dengan manusia yang lain, apalagi manusia yang hidup di zaman sekarang, zaman yang penuh dengan permainan intrik licik sehingga menjadi buram mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sebenarnya tulus atau yang hanya berpura-pura tulus.

            Sudah tak terhitung berapa kali diri ini dikecewakan oleh orang-orang yang awalnya begitu ku kagumi. Tidak lah berlebihan jika ku sebut orang-orang itu sebagai teladan. Seiring berjalannya waktu, para teladan itu berguguran, terleliminasi satu per satu. Rasa kecewa sedikit membekas ketika menghapuskan nama-nama mereka dari daftar teladan. Mungkin terlalu dini saat ku angkat mereka jadi teladan, sehingga terlalu dini pula ketika ku putuskan mereka untuk tak lagi jadi teladan. Harusnya dari awal ku sepenuhnya sadar bahwa mereka juga manusia bukanlah malaikat yang hanya melakukan hal-hal baik. Lantas kali ini aku akan bercerita pengalamanku tentang seorang teladan, tepatnya kehilangan seorang teladan. Tapi, bukan aku yang kehilangan melainkan aku sendiri yang dihilangkan, atau mungkin aku sendiri yang menghilangkannya dalam diri. Ah… kenapa jadi begitu rumit, kurang lebih seperti ini ceritanya.

Continue reading