Indahnya Konfirmasi

confirmHari ini kembali ku dapatkan sesuatu yang sangat berharga, pengalaman hidup untuk bekalku ke depan dalam menjalani hidup. Semuanya berawal ketika dengan sengaja ku buka KRSku tanpa kesiapan mental yang cukup. Ternyata IPK yang selama ini ku jaga keseimbangannya telah terjerembab tanpa pernah ku sadari sama sekali, kalau bahasa kerennya sih ‘it out of prediction’. Pas pertama kali lihat huruf mutu yang tertera untuk mata kuliah bersangkutan, aku langsung mengernyitkan dahi ‘kok bisa?’. Awalnya sih biasa saja, tapi setelah ku bertanya pada temanku yang sekelas denganku, ternyata dia mendapatkan huruf mutu yang nyaris sempurna. Memang harus ku akui, temanku yang satu ini usahanya lebih keras daripada usahaku, maka tak heran jika dia mendapatkan nilai yang sesuai dengan usahanya. Akan tetapi, yang membuatku agak tidak terima adalah karena nilai kita tak terlampau berbeda jauh ketika UTS –menurutku sih, hehe-. Rasa penasaranku semakin memuncak ketika ku ceritakan perihal nilaiku ini pada saudaraku dan temanku yang lain, mereka sama-sama berkata ‘hah? Kok bisa?’. Maka setelah perundingan panjang, tibalah kita pada satu keputusan, bahwa aku harus menemui dosen yang menjadi coordinator mata kuliah ini untuk menanyakan nilai UAS ku yang sebenarnya, ya melakukan konfirmasi.

Continue reading

Advertisements

Terjadi Padaku

Danbo-lagi-galau-di-pinggir-jalan-555x370Pada suatu masa, hiduplah dua buah keluarga yang rumahnya berdekatan, bertetangga satu dengan yang lain. Keduanya hidup dengan rukun dan saling membantu jika salah satunya sedang membutuhkan bantuan. Suatu ketika, kepala keluarga dari salah satu keluarga ini –sebut saja keluarga A- dipecat dari pekerjaan yang merupakan satu-satunya mata pencaharian keluarga ini. bisa dibayangkan betapa kelimpungannya keluarga ini, di tengah menggunungnya kebutuhan yang harus mereka penuhi, tiba-tiba satu-satunya mata pencaharian mereka habis tiada bersisa. Maka cara tercepat yang bisa mereka lakukan adalah meminjam uang dari tetangga dekat mereka yang selama ini menjalin hubungan baik dengan mereka, yaitu keluarga B. Maka terjadilah transaksi hutang piutang antara dua keluarga ini satu kali, dua kali, hingga untuk yang ketiga kalinya. Tak ada cara lain yang bisa keluarga ini lakukan selain berhutang karena pekerjaan yang diharapkan tak kunjung datang.

Continue reading

The Power of Paksa Rela

danbo-6Pernah ngerasa belum siap untuk melakukan sesuatu tapi diharuskan untuk melakukan sesuatu itu?  Nah, itu yang namanya pemaksaan. Kata pemaksaan berasal dari kata dasar ‘paksa’. Lantas ketika kita kemudian melakukan sesuatu itu, nah itu yang namanya kerelaan. Kata kerelaan berasal dari kata ‘rela’. Ketika ku gabungkan kedua kata dasar ini, maka akan terbentuk suatu frasa yang menurutku agak asing dan menggelitik, ‘paksa rela’. Kenapa asing? Ya karena menurutku, mana ada gitu ya orang yang dipaksa bakalan rela, yang ada tuh mereka bakalan ga rela, ga ikhlas dunia akhirat, hahaha. Tapi ga juga sih, kadang paksa dan rela bisa digabungkan. Pemaksaan akan diikuti dengan kerelaan ketika seseorang yang dipaksa memang tak punya pilihan. Tapi, akan menjadi tak rela ketika pemaksaan dilakukan pada seseorang yang telah punya pilihan. Nah, untuk mendukung pendapatku yang kedua, aku akan menyertakan dua cerita tentang tragedi ‘paksa rela’ yang orang sekitarku alami dan ku alami sendiri.

Continue reading

Kejutan

kejutan-besarBicara masalah kejutan, bisa ku pastikan banyak yang suka dengan hal yang satu ini, termasuk kamu dan tak bisa ku pungkiri aku juga. Kita bisa berdiri sebagai subjek atau objek dalam perayaan sebuah kejutan. Tapi, sangat disayangkan banyak yang suka dijadikan objek dan agak kurang suka menjadi subjek. Bisa dimaklumi kenapa banyak yang suka jadi objek, aku mengerti betul akan hal itu. Menjadi objek berarti kitalah yang menjadi pusat perhatian dan otomatis penerima kejutan itu. Siapa yang tak senang menjadi objek, siapa yang tak suka jadi penerima kejutan, bisa dipastikan akan sangat berbunga-bunga ketika kita lah yang dinobatkan sebagai objek. Hal itulah yang ku alami kemarin, memperhatikan temanku yang begitu senangnya, begitu terharunya, begitu bahagianya karena dia menjadi objek atas kejutan yang seorang subjek berikan padanya.

            Menjadi objek saja sudah sangat membahagiakan dan kebahagiaan itu akan berlipat-lipat ketika subjeknya adalah orang yang kita harapkan dan idamkan. Begitulah hukum alam yang selama ini aku pahami. Menjadi objek dari sebuah kejutan kerap kali kita dapatkan terutama di hari kelahiran kita. Banyak yang dengan rela dan ikhlas menjadikan kita objek di hari itu, hari kelahiran kita. Mulai dari ucapan selamat bertubi-tubi lewat media social hingga kejutan kecil-kecilan menjadi ciri khas perayaan kejutan ini. Tak pelak banyak yang menganggap momen berkurangnya umur adalah hari yang spesial. Tapi, tidak denganku. Mengapa demikian? Karena aku tak mau menyakiti orang-orang yang tak berkesempatan menjadi objek padahal mereka sebelumnya telah menjadi subjek.

Continue reading

Komitmen Kita

komitmenSudah hampir menginjak satu tahun waktu yang kita lalui untuk menjalani komitmen ini. Ya, hampir setahun, itu pun kalau aku tak salah hitung. Awalnya memang terasa berat, tapi sungguh aku sangat senang menjalaninya. Menjalani setiap tahap atas realisasi dari komitmen yang kita bangun. Senang saat kita bersama-sama menjalaninya, merasakan susah senang menghadapinya, suka duka mempertahankannya, dan melawan semua tantangan yang hendak meghalanginya. Bagiku semua terasa mudah karena kita melaksanakannya bersama-sama. Memang terlalu dini untuk mengatakan bahwa komitmen ini telah benar-benar kita jalankan dengan baik karena kadang-kadang rasa malas, lelah, dan bosan itu datang. Rasa yang mau tak mau selalu membuatku untuk berhenti melangkah. Godaan di luar sana memang kerap kali menggodaku, menggoyahkan imanku, meruntuhkan keyakinanku, memusnahkan harapanku untuk terus melanjutkan komitmen yang telah sepakat untuk kita bangun dulu. Tapi sungguh, telah banyak pula perlawanan yang ku berikan pada godaan itu, hingga aku masih tetap bisa berdiri kokoh dan berazzam untuk terus melanjutkan komitmen ini.

Continue reading

Resensi Iseng, Inferno Si Dan Brown

vmv1389234111
Judul                   : Inferno
Tahun terbit            : 2013
Penulis                 : Dan Brown (penulis The Davinci Code)
Penerjemah              : Inggrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani
Penerbit                : PT. Bentang Pustaka
Genre                   : Science Fiksi
Jumlah Halaman          : 642 halaman

            Tulisan ini punya judul ‘iseng’ tapi dapat ku pastikan isinya tak akan iseng maupun asal. Kalau tak percaya, baca sampai akhir ya, hehe. Resensi ini dibuat dalam rangka menganalisis, sejauh mana kira-kira pemahamanku terhadap sesuatu yang ku baca. Novel ini cukup tebal dan baru selesai ku baca bebarapa hari yang lalu. Seperti biasa, orang-orang di sekitarku memintaku untuk bercerita tentang novel ini. Aku yang notabene menghargai yang namanya proses, sangat menyayangkan mereka yang mau cerita instan dariku. Padahal jika mereka mau membaca keseluruhan novel ini, akan banyak sisi lain yang bisa mereka dapatkan yang mungkin tak ku tangkap ketika ku baca novel ini. Mari mulai obrak-abrik buku ini, haha.

Continue reading

Penyangkalan

danbo_on_street_by_lee_sutil-d5ih03aKu telah gadaikan satu hari kemarin dan satu hari ini untuk sejenak menenggelamkan diri di atas kasur bersama bantal dan guling. Bersama rasa malas dan rasa sakit yang entah sejak kapan selalu tanpa absen datang menghampiriku. Tak mengharapkan rasa itu datang tapi bagaimana mau mengelak jika dia sudah datang, yang ada hanyalah mengahadapinya dengan pasrah, tanpa perlawanan. Ku ambil novel Inferno karya Dan Brown yang sejak lama ingin ku baca. Sebenarnya sudah sejak lama novel ini mulai ku baca, tapi tak kunjung selesai ku membacanya. Percaya atau tidak, tiap kali membaca novel ini aku akan mimpi buruk malamnya. Ya, mimpi buruk. Entah ini sugesti atau bukan, yang pasti beginilah adanya. Tapi ada satu bagian dari buku ini sehingga mendorongku untuk menuliskan sesuatu dengan judul tulisan seperti di atas, penyangkalan.

Continue reading