Preman

kartun1Konon katanya, kata preman itu berasal dari bahasa Inggris, freeman. Terdiri dari dua kata free yang berarti bebas, dan man yang artinya manusia. Jika dua kata ini kita padu padankan, maka akan kita dapat makna dari kata preman yaitu manusia yang hidupnya bebas, bebas tanpa aturan, atau lebih tepatnya masa bodoh dengan yang namanya aturan. Kata man di sini juga lebih merujuk pada laki-laki sehingga di masyarakat umum yang biasa menjadi preman atau mendapat julukan preman adalah laki-laki. Walaupun tak dapat dipungkiri ada juga perempuan yang tingkah polanya sebelas dua belas dengan yang namanya preman, tapi tetap saja dia tak akan jadi preman dan tak akan mungkin dipanggil preman, paling banter ya… jadi freewoman atau malah catwoman #apasih, haha.

Ngomong-ngomong soal preman, siapa sih yang mau berurusan sama mereka? Siapa? Siapa hah? Siapa? (bacanya nyolot gaya preman ya, haha). Pas aku kecil dulu setiap menjelang hari raya lebaran, lebih tepatnya ketika H-2 lebaran, nenekku akan berpesan padaku jangan keluar rumah kalau bisa, karena hari itu adalah ‘hari preman’. Dia juga akan berpesan, hindari berbelanja di pasar pada ‘hari preman’ itu. Aku sih iya iya aja kala itu, tapi aku juga mikir, kalau emang udah tahu banyak preman berkumpul pada hari itu, kenapa ga lapor polisi aja, biar mereka ditangkepin satu per satu, dan aman tentramlah daerah kita. Aku pun memperhatikan orang-orang yang ku rasa punya adikuasa di daerahku, tapi tak seorang pun berani untuk melaporkan para preman itu ke polisi. Dan seperti itulah bertahun-tahun ku jalani, hari preman selalu ada tiap akan menjelang lebaran.

Aku pun beranjak dewasa dan mulai mengerti bahwa ‘hari preman’ sangatlah jauh dari apa yang ku bayangkan dulu, hari berkumpulnya para preman. ‘hari preman’ adalah sebuah ungkapan yang mempunyai arti bahwa semua orang pada hari itu akan bertindak layaknya preman (ini sih analisiku saja ya). Pada hari menjelang lebaran apalagi H-2, banyak orang-orang yang akan membeli banyak keperluan, mulai dari sandang, pangan, dan hiasan papan (haha). Nah, karena banyaknya pembeli ini, maka para penjual akan bertindak semena-mena dalam menentukan harga layaknya preman. Semua harga barang-barang akan menanjak naik pada hari itu, naik hingga batas yang sebelumnya tak setinggi itu. Kalau tak percaya, lihat saja berita di TV, koran, atau internet. Pun demikian dengan para pembeli, semuanya akan berusaha untuk mendapatkan Sesuatu yang mereka inginkan layaknya preman. Semuanya bersinergi sehingga membentuk suatu suasana yang membuat hari itu pantas untuk diberi gelar ‘hari preman’. Lantas, haruskah kita merubah diri menjadi preman di ‘hari preman’? Mari sama-sama introspeksi diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s