Resensi Iseng, Inferno Si Dan Brown

vmv1389234111
Judul                   : Inferno
Tahun terbit            : 2013
Penulis                 : Dan Brown (penulis The Davinci Code)
Penerjemah              : Inggrid Dwijani Nimpoeno dan Berliani Mantili Nugrahani
Penerbit                : PT. Bentang Pustaka
Genre                   : Science Fiksi
Jumlah Halaman          : 642 halaman

            Tulisan ini punya judul ‘iseng’ tapi dapat ku pastikan isinya tak akan iseng maupun asal. Kalau tak percaya, baca sampai akhir ya, hehe. Resensi ini dibuat dalam rangka menganalisis, sejauh mana kira-kira pemahamanku terhadap sesuatu yang ku baca. Novel ini cukup tebal dan baru selesai ku baca bebarapa hari yang lalu. Seperti biasa, orang-orang di sekitarku memintaku untuk bercerita tentang novel ini. Aku yang notabene menghargai yang namanya proses, sangat menyayangkan mereka yang mau cerita instan dariku. Padahal jika mereka mau membaca keseluruhan novel ini, akan banyak sisi lain yang bisa mereka dapatkan yang mungkin tak ku tangkap ketika ku baca novel ini. Mari mulai obrak-abrik buku ini, haha.

            Bertrand Zobrist –sebut saja Zobrist- adalah seorang professor dalam bidang genetika kedokteran yang sangat terkenal dan terkemuka. Buku-buku maupun jurnal-jurnal yang dia tulis telah menjadi rujukan maupun buku pegangan oleh hampir semua instansi kedokteran di dunia. Tidaklah berlebihan jika dia disebut-sebut sebagai professor paling jenius dan paling produktif karena temuan-temuannya dalam bidang genetika kedokteran yang sangat mengangumkan. Akan tetapi, belakangan dia mulai banyak dibenci orang dan menjadi incaran WHO karena jurnal dan pemikiran yang dia tulis mengenai overpopulasi manusia. Dalam tulisannya itu, dia beranggapan bahwa pertumbuhan populasi manusia saat ini sudah sangat menghawatirkan. Tingginya popolasi manusia menurutnya adalah ancaman yang sangat nyata bagi punahnya populasi manusia. Jika dianalogikan dengan ganggang hijau yang tumbuh di sebuah danau, ganggang tersebut akan tumbuh tak terkendali ketika berada di danau, akan tetapi ketika populasinya sudah sangat banyak maka ganggang tersebut akan punah karena kekurangan sumber makanan. Begitu pun dengan manusia, menurutnya.

            Gagasan-gagasan yang dia yakini ini berkembang menjadi sebuah paham yang terkenal dengan sebutan trans humanisme, dengan lambang H+. Dimana orang-orang yang tergabung di sini percaya bahwa cara yang paling efektif untuk menyelamatkan umat manusia adalah mengurangi populasi manusia hingga sepertiga dari populasinya sekarang. Paham yang mereka percaya ini berkaca dari pengalaman Eropa ketika mencapai masa Renaissance (jaman keemasan Eropa) setelah sebelumnya dilanda wabah berupa wabah kematian hitam. Zobrist memaparkan pemikiran-pemikirannya ini dalam setiap pertemuan trans humanisme yang dia lakukan dan sukses membuat para anggotanya percaya dengan gagasannya yang memang didukung dengan data-data dan bukti-bukti yang ilmiah.

            Zobrist menyampaikan pemikirannya pada pemimpin WHO, Dr. Elizabeth Sinskey dan berniat untuk menggandeng WHO untuk mewujudkan rencananya, rencana untuk mengurangi populasi dunia menjadi sepertiga dari jumlahnya sekarang sehingga yang tersisa hanyalah populasi manusia yang mempunyai bibit unggul, baik dalam hal kecerdasan maupun kesehatan. Tentu saja Dr. Sinskey menolak pemikiran Zobrist yang dianggapnya ‘gila’ dan menyuruh WHO untuk terus mengawasi gerak-gerik Zobrist dan jadilah Zobrist orang nomor satu yang paling diawasi oleh WHO. Zobrist tentu saja tidak tinggal diam dengan apa yang dilakukan oleh WHO kepadanya. Akhirnya Zobrist meminta bantuan sebuah konsorsium yang sudah terkenal kinerjanya untuk membantu dan melindungi para kliennya.

The Mendacium adalah nama konsorsium itu yang markasnya berupa kapal yang sangat besar. Konsorsium ini sangatlah ahli dalam hal memanipulasi sesuatu dan kinerjanya tidak pernah tidak berhasil, selalu berhasil tanpa cela. Sudah tak terhitung berapa banyak pejabat-pejabat dunia bermasalah yang meminta bantuannya untuk bersembunyi dan memanipulasi media di dunia. Mereka sangat ahli menggiring opini publik sesuai dengan apa yang klien mereka inginkan. Prinsip konsorsium ini adalah melakukan apapun yang klien inginkan tanpa bertanya apa pun. Zobrist meminta bantuan konsorsium ini untuk menyembunyikan dirinya dari pengawasan WHO selama dia melakukan tugasnya. Sangatlah mudah bagi konsorsium ini mewujudkan keinginan Zobrist apalagi dengan imbalan yang sangat menggiurkan. Selain itu, Zobrist juga meminta konsorsium ini untuk mengunggah sebuah video ke seluruh dunia pada tanggal yang telah dia tandai.

Robert Langdon –sebut saja Langdon- adalah seorang professor seni Harvard yang sedang mengalami amnesia. Langdon menjadi incaran agen Bruder yang Landon juga tak mengerti mengapa agen itu mengejarnya. Selama dalam pelarian untuk menghindar dari agen Bruder, Langdon dibantu oleh seorang dokter yang merawatnya ketika dia terkena luka tembak di kepala, Sienna Brooks –sebut saja Sienna-. Sienna adalah perempuan yang mempunyai kecerdasan dan kejeniusan di atas rata-rata. Ketika dalam masa pelarian, Langdon juga melihat bahwa Dr. Sinskey juga disekap oleh agen Bruder di van yang mereka gunakan. Langdon amnesia karena luka tembak di kepalanya sehingga ada kepingan ingatan yang hilang dari memorinya, pun demikian dengan ingatan mengapa tiba-tiba dia juga berada di Florence, Itali, dia juga tak mengingatnya. Selama pingsan, dia bermimpi bertemu dengan seorang wanita cantik berambut perak –yang tak lain adalah Dr. Sinskey- yang berada di sebuah danau darah yang dipenuhi dengan lautan mayat yang menggeliat sekarat. Perempuan itu berkata ‘cari, maka akan kau temukan, waktu kita semakin berkurang, cari dan temukan’. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang wanita itu katakan. Di mimpinya juga ada seseorang yang menggunakan topeng kematian Dante, dan berkata ‘akulah sang arwah, lihat dengan mata kematian, maka kau akan temukan’.

Langdon berniat untuk mengungkap apa arti dari mimpinya itu dan Sienna berjanji untuk membantunya. Jadilah dia bersama Sienna ke sebuah museum yang menyimpan topeng kematian Dante yang menurut mimpi Langdon menyimpan rahasia yang akan mengungkap apa yang terjadi sebelumnya. Mereka juga terus menghindar dari kejaran agen Bruder. Ternyata topeng kematian Dante adalah topeng yang digunakan oleh Zobrist untuk menuliskan sebuah puisi yang isinya mengungkap bagaimana cara untuk menuju suatu tempat yang ia gunakan untuk mewujudkan rencananya, rencana mengurangi overpopulasi. Zobrist adalah pengagum berat Dante, terutama karya Dante yang sangat terkenal, Inferno. Inferno menceritakan perjalanan Dante melewati neraka, karena arti dari Inferno sendiri adalah neraka. Sebelumya, Zobrist telah melakukan bunuh diri dengan melompat dari sebuah menara di Florence.

Zobrist menuliskan teka teki itu dalam bentuk puisi dan ditulis di balik topeng kematian Dante. Langdon yang merupakan ahli symbol dan juga mengerti arti setiap karya Dante dengan mudah bisa memecahkan teka-teki Zobrist dan bersama Sienna pergi ke venesia untuk memecahkan teka-teki itu. Akan tetapi, agen Bruder terus membuntuti mereka hingga ke Venesia dan terus berusaha untuk menangkap mereka. Sialnya, Langdon berhasil ditangkap oleh agen Bruder dan Langdon menyuruh Sienna untuk lari meninggalkannya. Sebelum pergi, Langdon berkata bahwa mereka salah Negara dan Sienna berkata ‘maafkan aku untuk segalanya’. Langdon tidak mengerti apa yang Sienna bicarakan karena dia telah pingsan karena dilumpuhkan oleh agen Bruder.

Provos, yang merupakan pimpinan konsorsium The Mendacium baru kali ini merasa resah dengan tugas yang diminta oleh kliennya dan baru kali ini pula dia menghianati peraturan konsorsium –melakukan apapun tanpa bertanya apapun-. Video yang diminta diunggah oleh Zobrist dilihatnya dan dia melihat kengerian luar biasa di dalamnya. Video itu berisi rencana zobrist untuk menyebarkan wabah untuk mengurangi populasi manusia. Video itu bercerita bahwa wabah itu akan menyebar besok. Tak pelak Provos berubah haluan, dia menyesal melakukan permintaan Zobrist, yang dia yakini sebagai keputusan paling salah yang dia ambil. Ternyata permintaan Zobrist untuk bersembunyi adalah untuk membuat sebuah wabah yang akan membunuh populasi manusia. Provos akhirnya bekerjasama dengan pihak WHO untuk menghentikan penyebaran wabah itu besok.

Ketika Langdon sadar dari pingsannya, dia mendapati dirinya berada di sebuah ruangan di sebuah kapal yang tak lain adalah markas konsorsium The Mendacium. Di sana juga ada Dr. Sinskey, agen Bruder, dan Provos. Langdon bingung dengan apa yang dilihatnya, bagaimana mungkin Dr. Sinskey bersama agen Bruder yang telah menawannya. Dr. Sinskey sangat bersyukur Langdon bisa sadar dan merasa bersalah karena tidak bisa menangkap Sienna. Langdon heran kenaoa mereka harus menangkap Sienna. Kemudian Dr. Sinskey menjelaskan semua tentang Sienna. Sesungguhnya Sienna adalah kekasih Zobrist dan telah memanfaatkan Langdon. Langdon tak tahu harus bersikap apa, yang pasti di dalam hatinya terdapat rasa yang susah untuk diungkapkan, rasa dihianati.

Langdon juga tak habis fikir bahwa pelarian yang dia lakukan bersama Sienna justru adalah pelarian dari pihak WHO yang akan menolongnya. Dr. Sinskey yang dia lihat bersama agen Bruder di van hitam bukan karena ditawan tapi karena bersama-sama untuk mencari Langdon. Luka tembak di kepala yang dialami Langdon sebenarnya tak pernah terjadi, hal itu hanyalah manipulasi yang dilakukan konsorsium The Mendacium atas permintaan Sienna. Sienna adalah orang yang memperkenalkan Zobrist dengan Provos. Lantas Amnesia yang dialami oleh Langdon karena obat yang diberikan oleh Sienna yang telah mengahapus dua hari ingatannya. Semuanya telah direncanakan dengan begitu rapi oleh Sienna dan konsorsium hingga Provos melihat video Zobrist sehingga Provos berbalik arah untuk membantu WHO. Sienna diketahui telah mendapat wasiat dari Zobrist untuk mewujudkan keinginannya menyebar wabah yang telah dia buat. Wabah itu berada di sebuah gua bawah tanah yang yang terbungkus plastik yang bisa terurai di dalam air dan besok adalah hari yang ditentukan oleh Zobrist untuk penyebarannya. Negara tempat gua itu yang awalnya Langdon kira adalah Venesia, ternyata bukan Venesia tetapi Turki. Dr. Sinskey sangat bersyukur karena berarti Sienna juga tidak tahu bahwa mereka salah Negara tetapi kelegaan itu berubah menjadi ketakutan ketika Langdon berkata bahwa dia sudah memberi tahu Sienna bahwa mereka salah Negara.

Tanpa buang waktu, terbanglah mereka semua ke Turki untuk menemukan gua tempat wabah itu berada. Wabah itu berada di sebuah gua yang diberi sebutan sebagai istana tenggelam yang ternyata di sana tengah berlangsung sebuah pertunjukan music klasik yang banyak sekali pengunjungnya. Acara itu dilaksanakan secara gratis selama satu minggu. Bisa dapat dipastikan bahwa sponsor dari acara itu dalah Zobrist. Zobrist begitu cerdas merencanakan rencananya. Banyaknya penonton acara tersebut akan meningkatkan kemungkinan orang-orang yang terinfeksi dan penyebaran infeksi akan semakin cepat. Landon, agen Bruder, dan Dr. Sinskey langsung menuju gua yang letaknya berada di bawah panggung acara pertunjukan music klasik itu. Agen Bruder langsung menceburkan diri ke dalam air tempat plastic wabah berada. Ketika menuju tempat yang ada di video, ternyata plastic wadah wabah itu telah terurai, yang artinya wabah itu telah menyebar. Mereka sadar bahwa mereka telah terlambat untuk menunda penyebaran wabah itu.

Langdon sangat terkejut karena di dekat tempatnya berdiri ada seorang wanita bercadar yang tak lain adalah Sienna. Langdon langsung mengejar Sienna yang berlari untuk keluar dari gua itu. Sienna berteriak-teriak dalam bahasa Turki sehingga semua penonton yang ada di sana berhamburan tak karuan dan panic. Dr. Sinskey dan agen Bruder merasa gagal mencegah tersebarnya wabah karena mereka berniat untuk mengunci gerbang pertunjukan itu untuk mebcegah terbawanya wabah keluar ruangan. Akan tetapi, semua penonton yang ada panic dan berebut untuk keluar dari tempat pertunjukan itu.

Langdon terus mengejar Sienna dengan perasaan campur aduk dan alasan yang pasti kenapa dia mengejar Sienna adalah karena dia ingin mendapatkan penjelasan atas semua yang dia lakukan padanya. Sienna terus berlari menjauh dari Langdon. Akhirnya Sienna berhasil membawa sebuah ferry dan pergi mengarungi samudera untuk melarikan diri. Langdon merasa kecewa karena dia tahu dia mungkin tak bisa bertemu lagi dengan wanita itu. Akan tetapi, tanpa Langdon duga Sienna kembali ke darmaga tempat Langdon berdiri dan dia turun dari ferrynya menghampiri Landon sambil menangis. Dia bilang bahwa dia tidak bisa lari lagi karena tidak punya tempat yang ingin dia tuju. Akhirnya Langdon membawa Sienna ke suatu tempat untuk mendapatkan penjelasan.

Sienna bercerita bahwa dia adalah pengagum berat Zobrist. Sienna adalah anak yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata sehingga dia merasa tidak sesuai dengan teman-teman di lingkungannya. Dari kecil Sienna selalu mempermasalahkan kenapa dia tidak bisa sama dengan orang lain seumurannya. Orang tuanya pun sampai membwanya ke psikiater dan psikolog yang menanganinya memberikan nasehat pada Sienna unuk tidak berfokus pada perbedaannya. Psikolog itu menyarankan Sienna untuk memfokuskan diri pada lingkungannya, misalnya dengan membantu orang-orang di sekitarnya. Jadilah Sienna seorang anak yang mempunyai keinginan yang besar untuk membantu sesama dan ikut aktif dalam kegiatan yang tujuannya untuk menyelamatkan dunia. Akan tetapi, teman-temannya tak pernah mengerti apa yang dia inginkan dan selalu berkata bahwa Sienna tak kan bisa menyelamatkan dunia dengan tangannya sendiri.

Di tengah krisis yang Sienna alami, dia membaca buku yang diterbitkan oleh Zobrist yang isinya tentang pemikirannya bahwa manusia bisa menyelamatkan dunia. Sienna merasa pemikiran Zobrist sama dengan pemikirannya sehingga Sienna mencari tahu tentang Zobrist, membaca tulisan-tulisan dan pemikiran-pemikirannya yang dia rasa sangat brilian. Jadilah Sienna pengagum berat Zobrist dan bergabung dalam organisasi trans humanisme dan terlibat cinta dengan orang yang dia kagumi, Zobrist. Akan tetapi, Zobrist tiba-tiba memutuskan hubungannya dengan Sienna dan Sienna pergi ke Florence untuk mencarinya. Sesampainya di Florence ternyata Zobrist bunuh diri dengan meloncat dari sebuah menara tetapi sebelumnya dia menuliskan surat kepada Sienna.

Sienna sangat ketakutan membaca surat Zobrist dan langsung membakarnya ketika selesai membacanya. Zobrist menuliskan bahwa wabah yang dia buat adalah sebuah virus yang bertindak sebagai vektor (pembawa) yang akan masuk ke dalam tubuh manusia dengan mengubah struktur DNA manusia. Landon sangat terkejut mendengar semua itu. Sienna menjelaskan bahwa kepergiannya ke Venesia maupun ke Turki adalah untuk menggagalkan tersebarnya wabah itu tapi semuanya sudah terlambat karena ternyata wabah itu telah tersebar satu minggu yang lalu. Hari ini yang dimaksud Zobrist adalah hari dimana wabah itu telah menyebar ke seluruh dunia. Pertunjukan music klasik hari ini adalah panutupan bukan pembukaan sehingga wabah itu telah tersebar satu minggu yang lalu. Langdon bertanya kenapa Sienna tidak bekerjasama dengan WHO untuk menghentikan penyebaran wabah itu, tetapi Sienna punya alasan sendiri.

Langdon mendapatkan ada sesuatu yang janggal, jika memang wabah itu telah tersebar satu minggu yang lalu kenapa tidak ada laporan medis terkait infeksi virus ini. Sienna menjelaskan bahwa virus yang dibuat oleh Zobrist adalah virus yang sangat berbahaya karena orang yang terinfeksi virus ini tidak akan merasa bahwa dirinya sedang terinfeksi. Virus ini akan mengubah struktur DNA manusia sehingga manusia yang terinfeksi tidak akan mampu bereproduksi (mandul). Langdon tidak habis fikir dengan pemikiran Zobrist ini, jika manusia pada generasi ini dibuat mandul semua maka spesies manusia akan punah. Tetapi Sienna menjelaskan bahwa Zobrist sangat cerdas. Virus yang dia buat ada yang secara acak tidak akan membuat mandul, sehingga dengan perhitungan matematis yang akurat, virus itu akan mereduksi jumlah populasi manusia sesuai dengan keinginan Zobrist, yaitu menjadi sepertiga dari jumlahnya sekarang.

Alasan Sienna tidak bekerja sama dengan WHO adalah karena Sienna tak ingin Virus ini dipelajari oleh WHO sehingga akan melahirkan senjata biologis yang bisa memilih target yang akan diinfeksi. Bayangkan saja jika virus ini dijadikan alat untuk membunuh manusia dengan susunan DNA tertentu, maka manusia dengan golongan itu akan punah dari bumi. Ditambah lagi Sienna tidak bisa mempercaya siapa pun di dunia ini. Langdon meyakinkan Sienna untuk percaya padanya dan percaya pada Dr. Sinskey. Akhirnya Langdon membawa Sienna kepada Dr. Sinskey untuk menjelaskan semuanya. Setelah menjelaskan semuanya, Dr. Sinskey sangat terkejut dan tidak habis fikir dengan perbuatan Zobrist. Tapi, tak dapat dia pungkiri bahwa pemikiran Zobrist sangat brilian dan secara tidak langsung hal itulah yang selama ini diusahakan oleh WHO tapi walau tak se ekstrem itu.

Akhirnya Dr. Sinskey mengajak Sienna untuk menghadiri sebuah konferensi di Jenewa untuk membahas wabah yang sedang berkembang ini. Dr Sinskey sangat berterimakasih atas bantuan Langdon. Langdon juga akan kembali ke Amerika untuk melanjutkan hidupnya tatapi Sienna berharap Langdon akan sering mengunjunginya karena tak dapat dia ingkari bahwa dia telah mengagumi professor itu.

Robert Langdon bersandar di kursi pewat yang membawanya, merasakan sekarang waktunya untuk tidur. Dia mematikan lampu di atas kepalanya dan untuk terakhir kalinya menoleh ke langit. Di luar, di kegelapan yang baru saja turun, dunia telah berubah. Langi berkilauan dengan taburan bintang-bintang.

Ya, itulah paragraph akhir dari novel inferno si Dan Brown. Tidak ada penyelesaian yang jelas, terasa agak menggantung karena tak ada tindakan lanjutan terkait wabah yang telah tersebar. Mungkin aka nada edisi lanjutannya, mungkin iya mungkin tidak. Yang pasti, tak sabar diri ini menunggu novel ini di filmkan, pasti bakalan seru pake banget, apalagi kalau nontonnya dibayarin, hahaha.

Advertisements

9 thoughts on “Resensi Iseng, Inferno Si Dan Brown

  1. baca inferno ini rasanya ngeri juga. Beda sama kesan yang kudapat ketika baca 4 novel pertama Dan Brown. #the lost symbol belum kubaca# yg bikin ngeri adl penjabaran ttg dampak overpopulasi yg memang sudah kelihatan skrg ini. Mengerikan. Kepunahan manusia dan alam semesta ini memang akan terjadi, yaitu hari kiamat. Tp saat2 buat nunggu hari kiamat itulah yg menyiksa. Kasihan generasi2 mendatang. Dan Brown memang jeli sekali mengangkat suatu tema dlm novel2nya. Selain itu kita juga bisa nambah wawasan lewat fakta2 yg dia uraikan dlm tiap2 karyanya. Dia trmasuk dlm jajaran author favoritku. 🙂

    • Wah… tumben ada yang komen, soalnya nih tulisan lumaya panjang (banget). Dan Brown emang panulis yan kental dengan sains fiksinya, saking detailnya penjabaran si Dan Brown jadi suka kebawa “jangan-jangan ini beneran” hahaha. Ada sih tulisan temenku yang lumayan bagus terkait ‘Inferno’, tanggapan dia terkait isi novel ini ditinjau dari sisi yang lain. Tapi sayang blognya udah ditutup, sayang banget.

      • hahaha aku udah biasa baca yang panjang gitu. maklum, penikmat novel tebal haha. iya bener banget, rasanya kayak beneran, jadi mikir ini gimanaaaa. aku harus gimanaaaa. jadi paranoid sendiri. hehehehe

      • wah… kalau suka baca buku tebel harusnya baca novelnya. Bagus banget. nggak rugi deh menginvestasikan waktu kita buat baca novel itu, worth it, seriusan. tapi, kalau udah baca resensiannya mah, jadi nggak seru lagi ya baca novelnya hehe

      • aku emang udah baca kok. gemes banget pas tau siapa sebenarnya sienna. geregetan hehehe bisa banget nipu pembaca ya si dan brown. 🙂 waktu di angels and demons juga plot twistnya ngeselin. the da vinci code juga. ah pokoknya pinter banget mainin emosi reader. hebat banget dia.

      • Oh… udah baca. Iya ga nyangka banget kalo si sienna ternyata musuh dalam selimut (wkwkwkw bahasanya). Dan Brown eman keren parah… bikin yang baca terperangah di akhir

      • gak nyesel udah kenal karya dan brown hehehe. memperbanyak wawasan sambil diajak berpetualang. btw, harusnya dan brown dpt persenan dong, berkat kisah2nya yang menggunakan fakta2 sejarah, maka tempat2 yg dia jadiin setting cerita dalam novel jadi rame wisatawan. hahaha aku aja jadi pengin berwisata di sana hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s