Komitmen Kita

komitmenSudah hampir menginjak satu tahun waktu yang kita lalui untuk menjalani komitmen ini. Ya, hampir setahun, itu pun kalau aku tak salah hitung. Awalnya memang terasa berat, tapi sungguh aku sangat senang menjalaninya. Menjalani setiap tahap atas realisasi dari komitmen yang kita bangun. Senang saat kita bersama-sama menjalaninya, merasakan susah senang menghadapinya, suka duka mempertahankannya, dan melawan semua tantangan yang hendak meghalanginya. Bagiku semua terasa mudah karena kita melaksanakannya bersama-sama. Memang terlalu dini untuk mengatakan bahwa komitmen ini telah benar-benar kita jalankan dengan baik karena kadang-kadang rasa malas, lelah, dan bosan itu datang. Rasa yang mau tak mau selalu membuatku untuk berhenti melangkah. Godaan di luar sana memang kerap kali menggodaku, menggoyahkan imanku, meruntuhkan keyakinanku, memusnahkan harapanku untuk terus melanjutkan komitmen yang telah sepakat untuk kita bangun dulu. Tapi sungguh, telah banyak pula perlawanan yang ku berikan pada godaan itu, hingga aku masih tetap bisa berdiri kokoh dan berazzam untuk terus melanjutkan komitmen ini.

            Sudah sejak lama ingin ku ceritakan perihal ini, perihal komitmenku, komitmen kita, lebih tepatnya komitmen yang aku dan teman-temanku bangun. Komitmen untuk memakan masakan sendiri selama masa kuliah ini, yang artinya kita harus masak sendiri. Ya kita telah memutuskan untuk memasak sendiri makanan yang akan kita makan. Keputusan ini muncul setelah mengalami perundingan panjang, higga akhirnya disetujui oleh semua pihak yang terlibat. Banyak sekali keuntungan yang akan didapat jika memasak sendiri, yaitu lebih hemat, lebih beragam, lebih sehat karena sabagian besar dari kita telah mengeri apa itu keamanan pangan dan HACCP (ya walaupun kadang tak diterapkan), lebih enak, dan pastinya lebih bermanfaat bagi kita untuk mentraining diri sendiri menghadapi tahap selanjutnya, tahap menjadi ibu rumah tangga, hahaha :D. Seperti yang telah aku tuliskan sebelumnya, tak mudah untuk menjalani komitmen ini, tapi semuanya bisa kita atasi karena memang manfaat yang kita dapatkan dari adanya komitmen ini jauh lebih banyak.

            Anggota dari tim yang kita bangun ada 4 orang termasuk aku. Setiap harinya ada satu PJ (penanggung jawab) yang bertugas untuk berbelanja, memasak, dan memastikan ada sesuatu yang bisa dimakan hari itu. Tentunya, jadwal ini telah kita sesuaikan dengan jadwal kuliah kita masing-masing. Untungnya, kesemua dari kita adalah mahasiswa tingkat akhir dan hanya sedikit mata kuliah yang tersisa, sehingga komitmen memasak ini tak begitu memberatkan. Lantas dari mana uangnya? Nah, uangnya berasal dari deposit yang kita bayarkan di awal, untuk masing-masing orang sebesar 50.000. Alhasil terkumpul uang 200.000 yang bebas untuk kita belanjakan apa pun. Jika biasanya 50.000 itu hanya bertahan 3-4 hari dengan makanan yang seadanya, nah berkat komitmen memasak ini, dengan membayar 50.000, kita bisa makan selama minimal 1 minggu dengan menu yang kita suka dan bisa request lo mau makan apa. Benar-benar hemat bukan? Ya, aku sebagai orang yang terlibat benar-benar merasakan perbedaannya. Kita semua tahulah bahwa pengeluaran terbesar anak kosan itu adalah dari pangan, nah dengan adanya komitmen ini kita benar-benar terbantu untuk mengalokasikan dana pangan untuk dana yang lain.

            Lantas, apakah kalian tertarik dengan komitmen ini dan berniat untuk membangun komitmen juga? Wah… itu pilihan anda. Mugkin kalian bisa membangun komitmen dengan metode yang berbeda, itu juga bisa jadi pilihan. Terlaksananya sebuah komitmen tak lepas dari rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh setiap anggota yang terlibat dalam komitmen itu terhadap anggota yang lain. Bangunlah sebuah komitmen jika kamu sudah benar-benar siap untuk terus menerus bertanggung jawab terhadap komitmen itu. Jika tidak, janganlah sekali-kali membangun jika akhirnya akan kau langgar, karena akan ada pihak lain yang akan tersakiti dan dikecewakan. Tapi, jika kau telah merasa siap, hilangkan rasa ragu, risau, maupun galau, dan mantapkan hati untuk melangkah pasti menuju sebuah komitmen yang hakiki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s