Kejutan

kejutan-besarBicara masalah kejutan, bisa ku pastikan banyak yang suka dengan hal yang satu ini, termasuk kamu dan tak bisa ku pungkiri aku juga. Kita bisa berdiri sebagai subjek atau objek dalam perayaan sebuah kejutan. Tapi, sangat disayangkan banyak yang suka dijadikan objek dan agak kurang suka menjadi subjek. Bisa dimaklumi kenapa banyak yang suka jadi objek, aku mengerti betul akan hal itu. Menjadi objek berarti kitalah yang menjadi pusat perhatian dan otomatis penerima kejutan itu. Siapa yang tak senang menjadi objek, siapa yang tak suka jadi penerima kejutan, bisa dipastikan akan sangat berbunga-bunga ketika kita lah yang dinobatkan sebagai objek. Hal itulah yang ku alami kemarin, memperhatikan temanku yang begitu senangnya, begitu terharunya, begitu bahagianya karena dia menjadi objek atas kejutan yang seorang subjek berikan padanya.

            Menjadi objek saja sudah sangat membahagiakan dan kebahagiaan itu akan berlipat-lipat ketika subjeknya adalah orang yang kita harapkan dan idamkan. Begitulah hukum alam yang selama ini aku pahami. Menjadi objek dari sebuah kejutan kerap kali kita dapatkan terutama di hari kelahiran kita. Banyak yang dengan rela dan ikhlas menjadikan kita objek di hari itu, hari kelahiran kita. Mulai dari ucapan selamat bertubi-tubi lewat media social hingga kejutan kecil-kecilan menjadi ciri khas perayaan kejutan ini. Tak pelak banyak yang menganggap momen berkurangnya umur adalah hari yang spesial. Tapi, tidak denganku. Mengapa demikian? Karena aku tak mau menyakiti orang-orang yang tak berkesempatan menjadi objek padahal mereka sebelumnya telah menjadi subjek.

Kerap kali ku temui dari dulu hingga sekarang, ada orang yang begitu senangnya menjadi objek tapi begitu dengan gampangnya lupa menjadi subjek. Merasa bahagia dan berbunga-bunga ketika hari kelahirannya tapi justru lupa akan hari kelahiran orang yang pernah memberinya kejutan. Pendapatku ini bukan tanpa dasar. Ketika dalam sebuah kelas atau organisasi, bisa dipastikan ada orang yang ‘bisa’ dan yang ‘biasa-biasa’ saja. Si ‘bisa’ ini kerap menjadi perhatian dan selalu menjadi objek, terutama ketika hari ulang tahunnya. Tapi, lain halnya dengan si ‘biasa’. Ketika si ‘bisa’ berulang tahun, otomatis si ‘biasa’ dengan senang hati menjadikannya sebagai objek dengan harapan si ‘bisa’ nantinya juga akan menjadikan si ‘biasa’ sebagai objek di hari kelahirannya. Sayang seribu sayang, si ‘bisa’ tak pernah bisa dan tak mau bisa menjadi subjek dan telah memupuskan harapan si ‘biasa’. Lebih baik menjadi diriku, yang sekalian saja tak merayakan apa-apa, sehingga tak ada yang disenangkan atau pun dikecewakan.

Berbicara masalah subjek dan objek dalam kejutan, kali ini aku ingin sekali menjadi seorang subjek, subjek bagi sebuah kejutan. Ya, di saat yang lain ingin sekali jadi objek, maka aku adalah oposisi, aku ingin jadi subjek. Aku ingin menjadi subjek untuk memberikan kejutan pada objek yang amat sangat aku sayangi dan cintai melebihi apa pun di dunia ini, keluargaku. Suatu saat, ketika aku telah mampu –sebentar lagi-, aku ingin sekali membelikan sesuatu –rahasia- yang benar-benar ingin aku belikan sejak dulu sebagai ungkapan bahwa aku benar-benar senang menjadi subjek bagi mereka. Kejutan ini mungkin biasa di antara hal-hal luar biasa, tapi ini akan berbeda karena niatku lah yang akan membuat kejutan ini menjadi luar biasa. Sungguh tak sabar ingin segera menjadi subjek walaupun tak dapat dipungkiri aku juga menginginkan jadi seorang objek. Terima dan berikanlah kejutan tanpa harus melihat siapa yang menjadi objek maupun subjek. Berbahagialah menjadi subjek sebahagia ketika kau menjadi objek, dan jangan pernah lupa untuk menjadikan mereka objek, yaitu mereka-mereka yang telah bersedia menjadi subjek atas kejutan yang kau terima.

Advertisements

4 thoughts on “Kejutan

  1. Tergantung jenis kejutannya juga sih..
    Kalau kejutannya negatif sih kayaknya kagak ada yg mau jd obyek, hehe.. :mrgreen:

    Seperti teman ane yg “terkejut” ktk di suatu subuh trnyata laptopnya sdh raib digondol maling.. 😦

      • Bukan ngajak debat sih.. Menurut KBBI, “Kejutan” artinya: 1. segala yg menimbulkan kaget; guncangan; 2. segala yg munculnya tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya.
        Jadi menurut ane, “kejutan” itu bisa bernilai positif >> membuat obyek senang, bisa juga bernilai negatif >> membuat obyek sedih..

        Iya, kejadian yang kurang mengenakkan di awal PKLP.. Kebetulan HP saya jg rusak di awal PKLP >> tidak bisa sms/telp. teman dan keluarga selama 1 bulan.. TT^TT
        Tapi pasti ada hikmahnya >> bisa fokus PKLP (gk jg sih), hemat pulsa, & HP baru, hehe.. :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s