Kemauan Berbagi

all_that_i_have_to_give___by_surrealisemeKoneksi internet penuh dengan kesibukan yang tak begitu sibuk akan membuat seseorang mau tak mau membuka yang namanya media sosial. Lumrah adanya jika ini terjadi padamu, padanya, apalagi padaku. Aku yang memang suka sekali berinteraksi lewat media sosial akan sangat keranjingan ketika berada dalam zona full internet ditambah lagi gratis. Area yang sangat ku sukai ini beberapa bulan lalu ku temui di tempat praktek lapangku (PL). Tepatnya di Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropis (BALITJESTRO), Batu, Malang, Jawa Timur. Kegiatanku di balai ini dimulai dari pagi jam setengah 8 hingga jam 3 sore. Balai ini merupakan balai rujukan yang meneliti berbagai macam jeruk dari seluruh nusantara. Aku ditempatkan di laboratorium fitopatologi yang menganalisis penyakit yang terdapat pada jeruk. Akan sangat banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika sampel datang dari daerah tertentu, tetapi sebaliknya akan sangat lengang jika tak ada sampel yang dikirim ke balai ini. Ketika lengang inilah waktu yang ku gunakan untuk berbagi. Berbagi?

            Disadari atau tidak, berkembangnya dunia maya dengan berbagai media sosialnya telah meningkatkan satu rasa dalam diri seseorang yang telah lama terpendam, ya rasa untuk berbagi. Rasa berbagi ini merupakan cikal bakal timbulnya rasa narsis dalam diri. Tak percaya? Mari ambil contoh berbagai media sosial yang akhir-akhir ini akrab di sekitar kita. Facebook, sudah tak dapat dihitung berapa banyak orang yang amat sangat ingin berbagi tentang rasa yang tengah mereka rasa. Berbagi rasa ini mereka ungkapkan lewat status, note, ataupun link yang mereka share. Twitter, berapa juta tweet yang diposting tiap harinya untuk menunjukkan betapa inginnya seseorang berbagi dengan orang lain, mulai dari berbagi cerita, berita, hingga mungkin derita. Instagram, beribu ribu foto diupload untuk menunjukkan beribu-beribu ekspresi, depresi, maupun apresiasi terhadap suatu hal. Semuanya diunggah dalam rangka memenuhi kehausan mereka akan rasa ingin berbagi. Begitu pun dengan tulisan ini, ditulis dalam rangka memenuhi keinginanku untuk berbagi cerita dengan kalian semua, pembaca blog ku yang budiman. Atau mungkin malah pada akhirnya ku akan menyebut kalian penggemarku, hahahaha. Inilah yang ku maksud di awal tadi, keinginan berbagi merupakan akar atau cikal bakal timbulnya rasa narsis dalam diri. Rasa narsis inilah yang aku angkat dalam cerita kali ini.

            Kegiatan di balai ku rasa mulai sedikit merenggang setelah beberapa hari ku berkutat dengan analisis penyakit pada daun jeruk yang dikirim dari Bali. Akan semakin renggang ketika memasuki jam makan siang. Semangat berbagi yang kian membara dalam diri ditambah dengan koneksi internet full, membuatku tak bisa menghilangkan kesempatan emas ini. Ku buka website beberapa balai ternama di Indonesia, membaca topic yang kira-kira menarik, dan menuliskannya kembali dengan bahasaku sendiri. Setelah beberapa artikel ku tulis, timbul tanda tanya dalam diri, apakah aku akan menikmati informasi penting ini sendiri? Jawabannya tidak. Akhirnya ku putuskan untuk berbagi lewat media sosial yang ku punya dan pilihannya jatuh pada twitter. Kenapa twitter? Ya karena menurutku twitter adalah media sosial yang paling sering dibuka dan mudah digunakan sehingga jika aku berbagi lewat media ini akan banyak yang membaca informasi yang ku bagi. Mengikuti jejak para kakak kelasku yang berbagi info dengan menggunakan hashtag atau tagar (tanda pagar), aku juga tak mau kalah, membagikan info dengan menggunakan hashtag #info. Awalnya sih niatnya tulus untuk berbagi, tapi lambat laun niat ini tercampur dengan nafsu narsis yang tak terkendali karena ada seseorang yang ku kagumi yang merespon info yang ku bagi, hahaha.

            Info-info yang ku bagi biasanya terkait dengan keilmuanku, biokimia. Tapi, ada juga info yang ku bagi tentang sesuatu di luar bidang keilmuanku tapi masih dalam konteks ilmiah. Ya… sok pinter gitu lah hahaha. Dimulai dengan kalimat layaknya para penyiar radio,

“halo tweeps… udah masuk jam makan siang nih, saatnya bagi-bagi #info”

            Mulailah ku bagi #info yang ku dapat dengan memotongnya menjadi kalimat-kalimat pendek agar bisa dibagi lewat twitter. Ku sematkan nomor di depannya agar para pembaca tidak bingung dengan apa yang ku bahas. Suatu ketika, ku mulai bahasan tentang bakteri endofit. Tanpa melihat literatur sebelumnya, ku dengan sotoynya bilang kalau bakteri endofit itu berasal dari dua kata, yaitu endo –di dalam- dan fit –cocok-, jadi bakteri endofit adalah bakteri yang cocok hidup di dalam tubuh makhluk hidup, ga bisa di luar. Tak berapa lama setelah tweet.an sotoy itu, kakak kelasku yang jurusan biologi mereply dengan mengoreksi analisis ngasalku, bahwa bakteri endofit itu berasal dari dua kata, endo –di dalam- dan fit (yunani phytum) –tumbuhan-, jadi bakteri ini hanya bisa hidup di dalam tumbuhan. Alamak, antara senang dan malu, senang karena benar-benar ada orang yang memperhatikan #info yang ku bagi dan malu karena #info yang ku bagi asal-asalan. Kejadian itu membuat keinginanku untuk berbagi #info semakin meninggi. Tak ku lewatkan satu hari pun tanpa berbagi #info di twitterku.

            Pun demikian ketika ku telat membagikan info, maka dengan seenaknya ku tuliskan “maaf ya tweeps… agak telat bagi infonya soalnya lagi banyak kerjaan”, seakan-akan ada orang yang benar-benar menunggu tweet.anku, benar-benar virus narsis telah menjalar ke seluruh pembuluh darah akal sehatku. Temanku yang tahu kegiatanku ini berkata,

“wah… enak ya kamu dit udah punya pembaca setia di twitter” katanya dengan polos. Tak pelak pendapatnya ini membuatku semakin melambung tinggi dengan rasa narsis yang sungguh terlalu.

            Keinginan berbagi itu sungguh menggunung ketika hari pertama, kedua, ketiga, dan hari keempat mulai menurun. Begitulah watak mudah bosanku mulai merajai, mengalahkan keinginan awalku untuk berbagi. Akhirnya satu hari ku lewati tanpa berbagi #info, hari berikutnya juga. Terhitung sudah dua hari aku tak berbagi #info. Ku ceritakan hal ini pada partner lab ku,

“udah dua hari nih ga bagi-bagi #info di twitter” ucapku memulai percakapan

“ada yang nanyain Dit?”

“nggak ada”

……………………………………..

“hahahaha…..”

            Sungguh keinginanku berbagi yang diikuti virus narsis dalam diri telah membuatku merasa ada padahal tak ada yang merasa ada. Pelajaran yang bisa diambil adalah jangan pernah mengotori niat baik dengan sesuatu yang tak baik karena itu akan meninggalkan jejak yang tak baik. Pun demikian hindari rasa narsis dalam diri karena itu akan membuatmu tak bisa jadi diri sendiri karena kau akan senantiasa mengikuti apa yang orang lain inginkan. Tingkatkanlah rasa berbagi, tapi berbagi dalam hal yang baik bukan hanya sebatas berbagi status atau foto lewat media sosial, mungkin ada orang yang termotivasi tapi mungkin ada juga yang justru akan menyalahkan diri dan berakhir dengan rasa iri.

Advertisements

6 thoughts on “Kemauan Berbagi

    • ada mbak, kalo emang mau lebih jelas, mbak langsung survey aja k tempatnya. ada toko di deket balitjestro d sana ibu2nya punya kosan. di sana ada beberapa kosan d rumah penduduk, emg udah biasa ngash kosan

      • Mbak ada kontak kosan yang bisa dihubungi gak? Soalnya saya dari bogor dan sepertinya gak cukup waktu buat survey2 tempat, mau nanya juga kisaran harganya hehe makasihh

      • wah…. aku lupa dek siapa nama ibunya, aku nanya temenku yang dulu sekosan sama aku juga lupa. di HP juga udah ga ada no. ibunya soalnya aku juga lupa namanya siapa. kamu emang ga punya tmen orang malang gitu? gini aja deh, aku kasih no.nya pegwai di tmpat PL ku dulu ya, kamu tanya2 aja ke dia. bilang aja kamu tahu no.nya dari aku (dita). namanya mas ali, no.nya 085646360949

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s