Balada Es Balok

ms-produk-26012013235345-100_4644xxDulu, pas waktu SMA, sering sekali ku melintas di depan pabrik tua ini. Pabrik yang telah berkarat di sana sini. Ku tak pernah tahu produk apa kiranya yang diproduksi oleh pabrik tua renta itu. Tapi, suatu hari aku baru tahu jika pabrik itu memproduksi es balok yang nantinya akan digunakan oleh para pedagang untuk melengkapi dagangan mereka. Aku tahu informasi bahwa produk yang dihasilkan oleh pabrik itu adalah es balok dari nenekku. Pun aku juga tahu dari para penumpang angkot yang suka menggunakan tempat ini sebagai titik pemberhentian karena memang dekat dengan terminal. Para penumpang yang turun akan bilang ‘turun di pabrik es ya’, nah dari sanalah aku tahu kalo pabrik ini memproduksi bongkahan-bongkahan es balok. Pengetahuanku tentang pabrik ini semakin mendalam ketika tanteku memutuskan untuk pindah rumah ke sebuah wilayah yang tak jauh dari lokasi pabrik es ini. jika ingin ke rumahnya aku harus melintasi bagian samping pabrik ini. Jika ku dongakkan kepala, akan terlihat kucuran air deras yang keluar dari pipa-pipa yang didesain secara khusus. Mungkin dari air-air inilah bongkahan es balok ini dihasilkan. Sayangnya aku tak tahu pasti karena pabrik ini dikelilingi oleh tembok yang begitu tinggi sehingga sulit sekali untuk melihat proses pembuatannya. Ya hanya sebatas pipa-pipa itulah yang bisa ku lihat.

            Bicara masalah es balok, aku suka sekali yang namanya es, tapi tidak dengan es balok. Ditambah lagi dengan penelitian yang menyebutkan kalo air yang digunakan untuk es balok lebih kotor daripada air kamar mandi, maka makin menjadi-jadilah rasa tak sukaku pada es balok. Si abang-abang yang biasanya jualan es balok suka seenaknya membungkus es balok dengan karung yang tak bisa dijamin kebersihannya. Tak jarang ku lihat bongkahan es balok yang dengan bebasnya digelatakkan di pinggir trotoar tanpa alas. Bisa dibayangkan berapa banyak salmonella yang telah menempel di es balok itu. Tak pelak, kenyataan pahit tentang es balok ini membuatku lebih baik memilih es-es yang lain. Jika ku menemukan pedagang es yang menggunakan es balok untuk dagangan mereka, maka ku tak akan lagi menjatuhkan pilihan pada pedagang itu. Intinya, sebisa ungkin ku hindari yang namanya es balok. Semua ini semata-mata ku lakukan karena ku sayang sekali pada tubuhku, kan ku jaga agar sehat selalu, hahaha :D.

            Tapi, yang namanya jodoh ya, mau menghindar sejauh apa pun, mengingkari sedalam apa pun, mau membenci sebesar apapun, kalau jodoh ya ga bakalan kemana. Ya, bener banget kata Bang Afgan, jodoh pasti bertemu. Dan inilah yang ku alami, jodoh sama yang namanya es balok. Ceritanya, penelitianku membutuhkan alat yang sirkulasi airnya harus dijaga tetap dingin. Bayangannku langsung tertuju pada bongkahan es, tapi bukan es balok tentunya. Tapi, si Bapak laboran menyarankan untuk menggunakan es balok karena kalau menggunakan es batu biasa akan cepet cair dan membutuhkan banyak es batu. Aku pun menyanggupi untuk membawa es balok keesokan harinya. Ku bela-belain bangun pagi-pagi untuk nyamperin si abang-abang yang biasa jualan es balok, pas nyampe eh ternyata abangnya masih keliling nganterin si es balok. Karena tak sabar menunggu ku putuskan untuk kembali ke kosan. Setelah itu ku balik lagi, nunggunya laaamaaa banget. Ku putuskan untuk kembali lagi ke kosan dan meminta bantuan si mbak-mbak yang tokonya deket es balok untuk memesankan es balok. Bener-bener wasting time nungguin si es balok, mau beli e \s kayak mau beli emas aja, ngemis-ngemis. Gitu ternyata ya yang namanya jodoh, dulu menghindar, eh sekarang malah dikejar-kejar, hahaha :D.

Advertisements

2 thoughts on “Balada Es Balok

  1. Klo beli es teh* yang di pinggir jalan, biasanya ane mesen gak pake es. Bkn krn gk suka es balok, tp biar air tehnya makin banyak, hhe..

    *tehnya ditaruh di wadah macam aquarium. Klo di Jakarta banyak yg jual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s