Sebuah Dedikasi

           dedikasiMalam-malam selanjutnya mungkin akan sering berakhir seperti malam kemarin. Malam dimana aku, kamu, dan dia –singkatnya kami- akan pulang dari kampus lebih malam dari malam-malam sebelumnya. Sungguh tak apa sebenarnya, malah bisa dibilang aku sangat menikmati dengan apa yang ku lakukan ini, walaupun pada akhirnya akan menjadi sebuah rutinitas. Bagaimana tak senang? Berkumpul dengan tim yang bisa dibilang satu pemikiran untuk menuju satu tujuan bersama yang akan menjadi goal di akhir penghujung mengejar predikat sarjana, emas di PIMNAS (pekan ilmiah mahasiswa nasional), dan tujuan lebih jauhnya membawa pulang piala adikarta yang telah lama melanglang buana meninggalkan kampus yang telah melahirkannya, IPB. Tak apa jika banyak yang bilang ini sebuah keinginan yang sungguh terlalu dengan ide yang mungkin amat sederhana. Tapi memang inilah ciri khas kami, jadi juara dengan ide yang sederhana namun berguna. Sayangnya, bukan inilah cerita utama yang akan aku angkat kali ini. Cerita kali ini merupakan cabang yang ternyata lebih menarik untuk diangkat lebih mendalam, setidaknya menurutku.

Continue reading

Kemauan Berbagi

all_that_i_have_to_give___by_surrealisemeKoneksi internet penuh dengan kesibukan yang tak begitu sibuk akan membuat seseorang mau tak mau membuka yang namanya media sosial. Lumrah adanya jika ini terjadi padamu, padanya, apalagi padaku. Aku yang memang suka sekali berinteraksi lewat media sosial akan sangat keranjingan ketika berada dalam zona full internet ditambah lagi gratis. Area yang sangat ku sukai ini beberapa bulan lalu ku temui di tempat praktek lapangku (PL). Tepatnya di Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropis (BALITJESTRO), Batu, Malang, Jawa Timur. Kegiatanku di balai ini dimulai dari pagi jam setengah 8 hingga jam 3 sore. Balai ini merupakan balai rujukan yang meneliti berbagai macam jeruk dari seluruh nusantara. Aku ditempatkan di laboratorium fitopatologi yang menganalisis penyakit yang terdapat pada jeruk. Akan sangat banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika sampel datang dari daerah tertentu, tetapi sebaliknya akan sangat lengang jika tak ada sampel yang dikirim ke balai ini. Ketika lengang inilah waktu yang ku gunakan untuk berbagi. Berbagi?

Continue reading

Pungutan Liar

15651_10152172653367258_154704037_nPercaya atau tidak ternyata pungutan liar tak hanya terjadi di tempat-tempat berkumpulnya para preman, tapi di tempat-tempat tak terduga juga bisa. Misalnya saja di kosan yang notabene dihuni oleh para mahasiswa dengan uang pas-pasan. Kasian juga ya, udah uangnya pas-pasan masih dipungut juga, liar lagi, hahaha. Disebut pungutan liar karena pungutan ini tidak diatur dalam undang-undang, ya walaupun tak harus undang-undang Negara, minimal di tingkat kelurahan atau desa. Artinya pungutan ini berasal dari nafsu pribadi atau sekelompok orang yang ingin menikmati uang tanpa harus susah payah bekerja. Ya, seperti itulah analisis dangkalku mengenai pungutan liar. Aku pribadi sangat jengah dengan yang namanya pungutan liar ini, karena percaya atau tidak di kosanku sering sekali ada orang mengetuk pintu untuk melakukan yang namanya pungutan liar. Ya, cerita mengenai pungutan liar inilah yang akan aku angkat kali ini.

Continue reading