Aku Berharap Banyak pada Sarjana Teknik Itu

tumblr_lpqs6a0mv31r0tcguo1_500Jika akhir-akhir ini ku banyak bertanya kenapa begitu banyak orang yang bisa dengan relanya bertahan dalam kondisi yang serba tak layak –menurutku-, maka akhir-akhir ini pula lah ku temukan jawabannya. Para petugas sampah itu, bapak-bapak tukang becak itu, para pengatur jalanan dadakan itu, para pengamen jalanan itu, para pengemis itu, para calo terminal itu, para preman pasar itu, ibu-ibu pekerja keras itu, dan masih banyak lagi. Mereka tetap tegar dan mau untuk bertahan karena mereka punya satu tujuan yang layak untuk diperjuangkan, sesuatu itu berupa harapan. Begitu banyak harapan-harapan yang mereka bangun dan mereka perjuangkan di setiap detik berjalannya waktu, sehingga sebesar apa pun tantangannya, tak akan membuat mereka gentar dan pantang untuk mundur apalagi menyerah pada keadaan. Begitu pula denganku. Sampai saat ini pun aku tak mau menyerah dan takluk pada semua tantangan karena aku berharap banyak dan banyak berharap, yang artinya aku punya harapan. Apalagi telah pasti kemanakah harapan itu berlabuh, ya dengan tegas ku katakan aku berharap banyak pada sarjana teknik itu.

            Sudah sejak lama ku panjatkan doa agar aku segera bertemu dengan seseorang yang akan menjadi penguat jalanku di jalan ini. Jalan yang benar-benar ku inginkan di penghujung perjuanganku menempuh studi. Ku ingin sekali merasakan kebahagiaan yang nyaris ku rasakan tahun kemarin. Aku tak mau lagi merasakan kenyarisan yang membuat hati teriris-iris, yang ku inginkan sekarang adalah kenyataan bukan hanya kepahitan. Akan ku kerahkan semua usaha untuk mendapatkannya dan sekali lagi ku katakan aku berharap banyak pada sarjana teknik itu. Jika banyak yang bilang pengaharapanku ini tak baik adanya, karena berharap sesuatu yang telalu apalagi harapan itu ku gantungkan pada seorang makhluk, ya ku benarkan pernyataan ini. Tapi, untuk kasusku yang satu ini, dengan tegas ku katakan, kalian semua telah salah paham. Sungguh aku telah lama memanjatkan pengaharapan ini pada sang khalik, maka ketika sang khalik menunjukkan bahwa ada seseorang yang pantas ku gantugi harapan, apakah aku salah? Tidak bukan. Dan untuk kesekian kalinya ku katakan, aku berharap banyak pada sarjana teknik itu.

            Harapan-harapan ini awalnya sama sekali tak menguatkanku karena mungkin awalnya aku tak begitu berharap, lebih tepatnya sama sekali tak berharap. Tapi, setelah pertemuan itu, tunas-tunas harapan itu tumbuh tak terkendali, benar-benar tak bisa ku kendalikan. Bagai hormone auksin pada tumbuhan, bagai hormone adrenalin yang efeknya menakjubkan. Sungguh. Andaikata ku bisa mengendalikannya, sudah sejak lama ku binasakan, tapi sepertinya tak tega diri ini memusnahkan harapan yang telah banyak membuat hari-hari menjadi lebih bermakna. Alangkah tak tahu dirinya aku memusnahkan sesuatu yang telah jelas-jelas membuat hidupku menjadi lebih berarti. Dan tak bosan-bosannya ku katakan bahwa aku berharap banyak pada sarjana teknik itu. Jika sudah begini tak takutkah diriku jika harapan yang ku harap-harapkan tak lebih dari hanya sekedar harapan kosong? Jawabannya tidak. Jika nantinya yang ku dapatkan hanya kekecewaan, sungguh ku tak akan pernah menyesal telah banyak berharap pada sarjana teknik itu. Bahkan aku akan sangat berterimakasih karena telah memberiku kesempatan untuk merasakan indahnya punya harapan.

             Mari ku luruskan kembali cerita ini yang mungkin telah menimbulkan banyak persepsi. Pun demikian ketika ku baca ulang tiga paragraph di atas, aku yang notabene adalah penulisnya merasa jika tulisan di atas penuh dengan keambiguan, hahahahaha :D. Begini ceritanya, tahun ini Alhamdulillah aku dan teman-temanku kembali diberi kepercayaan untuk menjalankan sebuah proyek yang didanai DIKTI (direktorat pendidikan tinggi), sebuah ajang yang begitu familiar di kalangan mahasiswa, PKM (program kreativitas mahasiswa). Aku tak henti-hentinya berucap syukur karena dua proposal yang aku ajukan, dua-duanya lolos didanai DIKTI, PKM penelitian dan PKM karsa cipta. Cerita di atas berkaitan dengan PKM karsa cipta. Proposal karsa cipta yang kami ajukan berupa pengajuan sebuah alat yang tak bisa ku ceritakan secara detail di sini, intinya untuk membuat alat itu aku dan teman-temanku harus berputar-putar mencari bengkel yang bersedia untuk membuatnya. Karena taka da tempat khusus yang bisa membuatnya, karena alat yang satu ini baru pertama kali ada –menurut kita sih-. Aku dan teman-temanku telah berkeliling ke banyak bengkel di daerah Dramaga, hingga akhirnya kemarin ku temukan sebuah bengkel yang bersedia membuatkan alat yang kami inginkan. Bengkel itu dijaga oleh seorang mas-mas yang masih tergolong muda dan sungguh mengerti dalam hal perteknikan, ketara banget dah anak tekniknya. Dan benar saja ketika si mas-mas memberikan kartu namanya, di belakang namanya tertulis ST (sarjana Teknik). Hal itulah kenapa judul tulisan ini, aku berharap banyak pada sarjana teknik itu.

            Tak bisa dibayangkan bagaimana bahagianya aku dan teman-temanku bertemu dengan mas ini, maka tidaklah berlebihan jika ku katakan aku berharap banyak pada sarjana teknik itu. Kata-kata terakhir yang ku ucapkan pada mas-mas itu ketika kita akan mengakhiri diskusi,

“mas bener-bener bisa buatin alatnya kan mas, soalnya kita bener-bener ngarep nih mas alatnya bisa jadi” kataku dengan wajah penuh harap. Mas-mas nya pun mengangguk tanda menyanggupi.

            Pulang dari bengkel itu hujan deras diselingi petir yang menyambar-nyambar dengan jalanan yang padat merayap, tapi tak masalah karena hatiku sedang berbunga-bunga penuh harapan. Harapan untuk PKM tahun ini tak hanya PIMNAS, tapi EMAS. Maka sekali lagi ku bisikkan, aku berharap banyak pada sarjana tenik itu :D.

Advertisements

2 thoughts on “Aku Berharap Banyak pada Sarjana Teknik Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s