Kebarokahan Waktu

jam-waktu1Beberapa hari ini ngepost tulisan lewat tengah malem sepertinya menjadi rutinitas yang menarik dan hari ini adalah hari keempat. Tak ada yang spesial sih di tengah malam, hanya saja tulisan yang sempet di buat pada siang atau sore hari baru sempet di posting pada jam segini, ya lewat tengah malem. Sebegitu sibukkah? Kalau boleh jujur sih nggak sibuk sama sekali, hanya saja sepertinya kebarokahan waktu yang ku punya terasa semakin berkurang karena tak banyak yang bisa ku lakukan tiap harinya. Tiba-tiba waktu berlalu begitu saja. Tiba-tiba udah sore aja. Tiba-tiba udah tengah malem aja. Ya, hampir sama tiap harinya. Hanya begitu-begitu saja. banyak hal sia-sia yang ku lakukan sehingga waktu 24 jam yang diamanahkan kepadaku seperti berlalu begitu saja. Padahal, di belahan dunia yang lain, banyak yang memanfaatkan 24 jam mereka untuk melakukan hal-hal yang berguna tak hanya bagi kehidupan mereka tapi untuk kehidupan ribuan bahkan jutaan orang lain. Lantas aku? Hanya untuk bermanfaan bagi diri sendiri saja seperti tak berdaya apa-apa.

Ya Allah apa yang salah dengan hamba? Apakah dosa-dosa hamba telah begitu besar sehingga telah mengurangi kebarokahan waktu yang hamba miliki? Sungguh hamba tak ingin hidup begini-begini saja. Izinkan hamba untuk menjadi pribadi yang lebih produktif dan bermanfaat tak hanya bagi hamba sendiri tapi juga bagi orang lain di sekitar hamba. Apakah kiranya kebarokahan waktu yang berkurang ini karena hubungan hamba dengan engkau yang juga berkurang? Ampuni hamba ya Allah jika sekiranya memang itulah penyebabnya. Apalah arti seorang hamba tanpa ampunan darimu? Apalah arti hidup hamba tanpa ampunan darimu. Izinkanlah hamba hidup dengan kebarokahan waktu yang tercipta dalam tiap detiknya. Sesungguhnya hamba tak ingin panjang umur tanpa adanya kebarokahan umur, yang hamba inginkan adalah kebarokahan umur dari tiap detik hidup hamba yang engkau berikan. Karena sejatinya hidup yang benar-benar hidup adalah hidup yang meberikan hidup bagi kehidupan yang nantinya akan hidup. Hamba juga ingin seperti itu ya Allah, hidup tak hanya menghidupi diri sendiri, tetapi punya hidup yang memberikan hidup bagi hidupnya kehidupan yang lain. Amiiin.

Advertisements

5 thoughts on “Kebarokahan Waktu

  1. Mantap! Untung gak murni hanya mempertanyakan dosa, hhe.. 🙂

    Seingat ane (kata ustadz) kalau kita ditimpa musibah lalu meratap, “Ya Allah, apa dosa hamba?” maka sebenarnya kita telah melakukan dosa besar. Dosa besar berupa perasaan seperti tidak pernah berdosa (mempertanyakan keberpunyaan dosa). 😦
    Karena hakikatnya manusia merupakan tempat salah dan lupa. Maafin saya ya selama hablum minan nas.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s