Ketika Ku Tahu Dia Suka Dia

danbo-reachoutPernah nggak sih kalian pengen tahu siapa yang disukai temen kalian? Entah ini sebuah sindrom atau kelainan, percaya atau tidak, aku suka kepengen tahu siapa yang disukai sama temen-temenku, atau orang-orang yang ada di sekitarku. Biasanya yang ku lakukan adalah mengumpulkan mozaik-mozaik, lantas menyusunnya menjadi sebuah puzzle yang nantinya akan jadi bukti kongkret kalau temeku yang itu ternyata suka sama temenku yang itu. Nggak tau ya, seneng aja gitu kalau aku bisa tahu siapa yang suka sama siapa. Lantas, apa yang aku lakukan dengan semua bukti yang telah ku kumpulkan? Ya… nggak ada. Namanya juga kepengen tau doang. Ya sebatas pengen tau. Kalau udah tau ya udah, tak ada tindak lanjut yag ku lakukan. Ya ngapain juga menindak lanjuti. Ya kali aku harus menyatukan dua insan yang saling suka tapi tak menyatu karena keduanya sama-sama malu untuk mengungkapkan perasaan mereka. Ya nggak lah, ntar aku kecipratan dosanya. Iya kalau langsung nikah, kalau pacaran? Bisa berabe.

            Kebiasaan ini sepertinya muncul ketika aku duduk di bangku SMA. Pas SMP mah belum mikirin hal kayak ginian. Pas waktu SMA aku kan pendiem banget tuh, kayaknya berat banget yang mau ngomong. Ya daripada nggak ada kerjaan mendingan ngumpulin mozaik siapa yang suka siapa. Lantas yang ku dapatkan? banyak teman sekelasku yang ternyata saling suka. Maklum, kesempatan untuk suka sama anak kelas lain minim. Gimana nggak minim, kita di SMA itu tiga tahun nggak dipisah-pisah. Temennya itu lagi itu lagi. Jadi, diem-diem dulu tuh aku udah tahu siapa yang suka sama siapa walaupun mereka sama sekali tak bercerita padaku. Lantas, siapa yang ku suka? Ada deh :P.

            Rasa ingin tahuku tentang suka menyuka ini akan semakin tinggi jikalau orang yang menjadi targetku adalah orang yang WOW banget. Semisal, ketua ini lah ketua itu lah. Nah, pasti tuh aku bakalan penasaran, kira-kira orang seperti apa ya yang disukai sama orang itu. Kayak malam ini nih, aku begadang sampe hampir pagi gegara kepoin orang yang menurut pengamatanku suka sama si itu. Nggak penting banget ya. Nggak juga sih, sambil ngerjain skripsi juga. Setelah kepo sana-sini, kesimpulan yang ku dapatkan si mas ini suka sama mbak ini. Aku udah tahu dari dulu sih, tapi nambah bukti-bukti doang. Si mas ini ternyata udah dari dulu sampe sekarang masih suka sama si mbak ini. Kasian sih si mas nya soalnya si mbaknya ini cueknya minta ampun. Bersabar ya mas, kata bang Afgan sih, jodoh past bertemu.

            Apakah untuk tahu siapa suka siapa harus ngumpulin bukti-bukti gitu? Nggak sih. Banyak jalannya, misalnya melalui curhat (biasanya dilakuin sama anak cewek), atau kejadian konyol. Aku bakalan cerita kejadian konyol yang sampe detik ini nih, kalo diinget-inget lagi bakalan ngakak guling-guling bantal hahaha :D. Gini nih, aku sama temen-temenku pergi ke Jogja untuk suatu keperluan selama kurang lebih lima hari. Salah satu cara untuk menghemat pengeluaran adalah menginap di kosan temen-temen kita yang kuliah di sana. Sampai di Jogja kita semua disambut dengan hangat oleh segerombolan mahasiswa yang tak lain adalah temennya mbak Dila. Kita yang cewek-cewek nginep dikosannya adek kelas yang menurutku dia hebat deh. Menginspirasi dalam kesederhanaan, apa adanya, dan kebaikannya. Adek ini keren. Karena kekerenannya itulah, muncullah kalainan yang ku ceritakan tadi. Ku ingin tahu siapa yang dia suka. Menurut analisisku sih, adek ini suka sama salah satu mahasiswa yang tadi ngejemput aku dan temen-temnku di stasiun Jogja. Tapi kurasa bukti ini belum cukup kuat, tapi sepertinya untuk jangka waktu 5 hari di Jogja tak akan cukup bagiku untuk mengumpulkan bukti siapa yang adek ini suka.

            Dan semuanya terjadi begitu saja, tak usah menunggu hingga 5 hari. Pada hari ketiga aku sudah tahu siapa yang adek ini suka dengan keakuratan hingga 100%. Kok bisa? Ya bisa-bisa aja, semua ini terjadi karena kejadian konyol yang ku alami. Begini cerita lengkapnya. Hari itu, Jogja sungguh panas. Kita (aku, adek itu, dan teman-temanku) memutuskan untuk mengerjakan slide presentasi kita di dalam kampus UGM. Entah setan apa yang merasukiku, di tengah hiruk pikuk pengerjaan slide, rasa ngantuk menyerangku tanpa ampun. Hingga tanpa rasa manusiawi dan rasa bersalah pada yang teman-temanku yang lain ku memutuskan untuk tak ikut serta dalam pengerjaan slide dengan alasan yang nggak banget, ngantuk. Alhasil si adek ini mengantarkanku ke kosannya, tempatku berteduh selama di Jogja.

            Sampai di kamar adek ini, aku bersiap-siap untuk tidur. Akan tetapi karena cuaca yang begitu panas, ku putuskan untuk memindahkan posisi bantal yang awalnya ada utara, ku pindahkan dengan serta-merta ke selatan. Perpindahan bantal ini menyebabkan angin berhembus begitu kencangnya pada dinding yang di sana tertempel sebuah jadwal aneh menurutku. Mengapa aneh? Karena jadwal ini sepertinya terlalu banyak tempelan asal di bagian pinggirnya. Di lem ala kadarnya dengan pembatas buku. Karena ala kadarnya itulah, angin yang tadi berembus karena bantal tang berpindah menyebabkan jadwal ini jatuh dan serta merta di belakang jadwal itu ku lihat foto sosok yang begitu ku kenal.

            Ku terdiam beberapa detik dan serta-merta si adek yang ngasih tumpangan ke aku ini kalang kabut dan langsung menutup si foto yang telah ku lihat dengan jelas dengan mata kepalaku sendiri. Si adek ini keliatan panik, malu, bingung, entah perasaan apa yang ada dalam dirinya kala itu. Lantas aku? Aku antara senang, malu, nggak enak, seneng, lega, semuanya nyampur. Lega? Ya karena aku udah tahu siapa yang adek itu suka, hahahaha. Dan benar dugaan awalku, adek ini suka sama salah satu mahasiswa yang menjemputku di stasiun Jogja. Konyol nggak sih? Aku pengen ketawa kala itu, tapi ga enak sama adeknya. Akhirnya ku putuskan untuk tidur dengan rasa kanatuk yang telah pergi entah kemana. Lantas antara aku dan adek itu? Berakhir dengan sebuah perjanjian untuk tidak menceritakannya pada siapa-siapa. Lah, kenapa aku ceritain di sini? Gapapa lah buat arsip hahaha :D. Rasa yang ku rasa ketika ku tahu dia suka dia? Berjuta rasa….nya wkwkwkw :D.

Advertisements

9 thoughts on “Ketika Ku Tahu Dia Suka Dia

  1. kebiasaan yang unik.. tapi naturally cinta itu akan bersemai karena pertemuan, apalagi jika pertemuan itu intens terjadi, ruang dan waktu. Tapi btw, kamu sendiri suka sama siapa di kelas? #eaaa

    • O… gt y, makin sering ketemu, probabilitas buat suka makin besar. tp ga slalu mutlak kyak gt sih

      yg aku suka d kelas? Ada tapi rahasia… y kali aku mention d sini. ntar orangnya tau haha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s