Ini Rahasia Hanya antara Aku dan Dia

rahasiaDia, ku mengenalnya karena ketidaksengajaan yang sebenarnya mungkin sudah dengan sengaja di desain oleh sang Pencipta. Mengenalnya dari ajakan seorang kakak kelas yang ingin sekali ku mengenalnya, walaupun sebenarnya aku agak ragu. Kakak kelasku meyakinkanku bahwa aku harus mengenalnya. Ku garis bawahi ‘harus’. Karena keharusan inilah mau tidak mau ku paksakan diri untuk mengenalnya. Awalnya sih orangnya menjengkelkan, kemudian agak menyenangkan, menyenangkan, dan tanpa ku sadari mulai sangat menyenangkan. Waktu… ya hanya butuh waktu ternyata untuk menyukai lantas mencintai seseorang. Pertemuan kita memang sangat intensif. Lima kali seminggu selama tiga bulan kemarin. Sekarang? Sudah tidak lagi, karena aku harus fokus pada skripsiku. Menemuinya akan membuat jadwal ngedraft ku akan jadi berantakan dan tak karuan. Menurutku sih. Siapa dia? Akan ku kenalkan sebentar lagi.

            Namanya Tiara Carissa putri, kau bisa memanggilnya Tiara. Anak kelas 5 SD Regina Pacis Bogor. Dia memang non islam, mengikuti agama orang tua terutama ibunya karena Bapaknya islam. Aku tak kan berpanjang lebar mengenai perbedaan ini, karena sungguh bukan fokus inilah yang akan ku bahas. Tiara anak yang cantik, putih khas anak keturunan Cina, tapi nggak sipit. Anaknya tinggi semampai (hampir menyamaiku), pasti gedenya bakalan jadi remaja yang cantik jelita. Anak tunggal ini akan sangat manis jika berada di depan orang tuanya tapi akan sangat ‘beringas’ jikalau hanya ada aku dan dirinya. Selalu mengelak jika diajak serius belajar karena dia merasa telah mendapatkan apa yang dia inginkan walaupun dia toh tak pintar. Aku selalu berdebat dengannya soal pendapat ini.

Continue reading