Pancake Durian

 Resep-Pancake-Durian           Sore itu begitu penuh perjuangan, untungnya aku tak sendirian. Kala itu aku bersama saudara kembarku mengendarai motor rental. Sebenerya agak trauma juga sih pake motor rental gara-gara kejadian kemarin. Kejadian yang sungguh di luar dugaan. Udah diduga sih, tapi nggak pernah nyangka kejadiannya bakalan menimpaku, lebih tepatnya menimpa kami, aku dan teman-temanku. Kejadian apa sih? Kejadian kemalingan motor bro. Serem kan? Masih mahasiswa udah kehilangan motor, padahal pengahasilan aja belum punya, motor pinjeman lagi. Nah kejadian kehilangan motor ini akan aku bahas ntar, dia punya topik bahasan sendiri. Bahasan yang akan membuatmu menangis parah dan membuatku menangis darah. Hingga detik tulisan ini dibuat, aku belum berani menceritakan kejadian ini pada kedua orang tuaku. Ntar aja ceritanya kalo uang buat ganti motornya udah kekumpul. Eh, buat kamu yang kebetulan baca postingan ini dan kenal sama orang tuaku, plisss… jangan bilang dulu ya ke mereka. Soalnya sebagai anak yang sudah beranjak dewasa aku tak mau menambah beban mereka dengan kejadian ini, cukuplah aku yang beranjak dewasa ini yang menanggungnya. Walaupun ku akui ini sangatlah berat, huhuhu. Tapi tenang, aku nggak sendirian kok. Aku menanggungnya berdua dengannya, dengan saudara kembarku. Kalu kamu mau ikutan sih, wuih… dengan penuh rasa suka cita akan ku terima sambil berkata kayak di dongeng-dongeng, ‘Jika yang membantu perempuan, maka akan aku jadikan saudara. Tapi, jika yang datang membantu laki-laki maka akan aku jadikan pendamping hidup’ hahahahaha #ngayal.

Continue reading

Advertisements

Waiting for Nothing

danbo_06Hal yang paling aku sukai dari Bogor adalah sinyalnya. Terhitung sejak tingkat akhir ini sinyal m3 di kosanku kenceng banget. Jadi, nggak ada ceritanya lagi tuh nongkrong di kampus buat internetan. Biasanya nih, dulu dulunya tiap abis magrib bela belain ngampus cuma buat numpang belas kasih wifi kampus. Modem? Aduh… kalo pake modem mah… nunggunya bisa sampe tua malahan bisa sampe ubanan. Seriusan. Nunggunya kayak nungguin kamu, lama (hahaha, abaikan). Banyak banget dampak positifnya, walaupun tak dapat dipungkiri dampak negatifnya juga tak kalah banyak. Positifnya sih aku jadi orang paling update sedunia, tahu segala hal yang ada, terutama gossip-gossip para selebriti #hahaha, eh kalo yang ini kayaknya dampak negatifnya ya. Nah, ngomong-ngomong dampak negative, kayaknya tadi pagi aku baru kena imbasnya sih. Gini ceritanya, sejak keberadaan sinyal ini, aku jadi suka streaming video-video di youtube dan parahnya ini susah dihentiin. Pas video yang satu udah ditonton, pindah ke video selanjutnya. Begitulah seterusnya, berantai-rantai hingga tak terasa waktu terus berjalan. Niatnya sih pengen ke departemen mau nanyain kelayakan skripsi (red: koreksian skripsi) sebelum dzuhur, jatohnya setelah dzuhur. Oke, aku salah dan ku terima konsekuensi atas ketidakberdayaanku memperioritaskan mana kesukaan dan mana kewajiban.

Continue reading

Mau atau Siap?

17Sudah hampir dua minggu ini kerjaanku tak pasti kemana juntrungannya. Menunggu kelayakan dari para dosen agung. Semakin diperparah karena ku tak boleh menanyakan kapan kiranya mereka akan menyelesaikan revisi skripsiku sebelum dua minggu. Ya ya ya, ini yang namanya birokrasi. Enak sih, jadi banyak waktu introspeksi diri dan semakin tahu plus sadar ‘apalah aku ini’. Salahku juga sih, menunda-nunda waktu kelayakan karena tak mampu melawan hawa nafsu malas dalam diri. Ya ya ya, semua memang salahku, mahasiswa memang selalu salah dan dosen selalu benar. Banyaknya waktu luang memberiku banyak waktu untuk berpikir tentang masa depan dan jujur aku takut. Takut nggak bisa bareng kamu (hahaha, abaikan). Nah begini, ketika menjadi mahasiswa tingkat akhir yang nyaris kelebihan semester, ada beberapa pilihan yang harus dipilih dan ditentukan, mau tidak mau. Apa saja? Pilihannya adalah menikah, bekerja, atau melanjutkan studi. Semuanya akan dilalui tapi tidak tahu pilihan mana yang akan didahulukan. Kalau aku pribadi sih? Jujur…. Cukup Allah dan aku saja yang tahu, hahaha.

            Pilihan yang pertama (red: menikah) menjadi trending topic paling nge-hits seantero jagad raya. Lihat saja ketika ngumpul sama temen-temen SMA terutama yang laki-laki pas lebaran kemaren. Sumpah, yang mereka omongin dari awal sampe akhir, dari alif sampe ya’, semuanya tentang menikah. Sungguh terlalu. Aku yang dengerin sampe mual mual, tapi kok mereka nggak ya? beda gender kali ya. Baru tahu ternyata anak laki-laki lebih ekstrem ngomongnya kalau tentang menikah dan pasangan hidup. Hanya bisa geleng-geleng kepala aja. Beda beda sih pandangan mereka, ada yang menanggapi super santai tapi ada juga yang menanggapi begitu seriusnya. Sesekali mereka meminta pendapat dari kami, kubu para perempuan. Dari kesemua percakapan yang mereka cakapkan aku bisa menarik kesimpulan jika mereka semua sudah berada pada tahap ‘mau’ menikah tapi belum sampai pada tahapan ‘siap’. Lah, apa bedanya ‘mau’ sama ‘siap’? Jelas sekali perbedaannya, dan ini juga baru aku tahu dari seorang teman beberapa hari yang lalu. Berhubung aku baik nih, aku mau ceritain perbedaannya sama kamu, iya kamu, hahaha :-D.

Continue reading

Bisa Bisanya

4937894925_873c9ed90d_zSekarang lagi di balai, balai penelitian pusat studi biofarmaka. Lokasinya di taman kencana, Bogor. Lah? Siapa yang nanya? Nggak sih, cuma mau ngasih tau aja. Mau pulang nggak bisa, soalnya lagi ujan. Nggak bawa payung dan bawa laptop, dua benda yang seharusnya dibawa dan tidak dibawa tatkala turun hujan. Pilihannya? Ya nggak ada lagi selain nungguin ujan deres reda. Kapan? Menekesempre alias mana kutahu. Jadinya nulis gini nih. Bagi yang mau ke tempat ini, tempat ini bisa dijangkau dari kosanku dalam waktu kurang labih 30 menit pake motor dan bisa 1 jam lebih pake angkot. Naik angkotnya dua kali. Pertama naik yang nama angkotnya ‘kampus dalam’ dan ‘03’. Angkot di Bogor itu bejibun jumlahnya, jadi jangan khawatir kehabisan. Malah yang perlu dikhawatirkan, takutnya kota ini bakalan over dosis sama yang namanya angkot. Angkotnya terus nambah sedangkan pelebaran jalannya ga nambah-nambah. Ya, jadinya gini, macet dimana-mana. Sebelas dua belas lah sama Jekardah. Bisa dibayangin, males banget kan naik angkot. Apalagi ngalamin beberapa hal tadi. Kalau inget kejadian yang tadi itu aku cuma bisa bilang, hadeuh… bisa bisanya.

Continue reading

Konsisten Itu

danbo024Telah genap satu tahun sudah ku tak pulang kampung dan telah genap empat tahun pula ku dirantau. Sudahkah lulus? Belum, sedikit lagi, sebentar lagi, tak usahlah buru-buru, lagipula memang tak ada yang memburu tapi kalau boleh jujur ada yang ku buru dan ku tuju. Apa? Siapa? Jangankan kau, aku pun tak tahu. Lah… sudah, sudahi saja omongan yang tak menentu. Cerita seriusnya begini. Aku kagum pada seseorang karena suatu hal. Jika kau punya hal itu, maka kau akan masuk dalam list orang-orang yang ku kagumi. Karena jika sesuatu itu ada pada dirimu, siapa pun kamu, darimana pun kamu, seperti apa pun kamu, maka mau kamu nggak mau, aku akan tetap mengagumimu. Toh, itu hak asasiku untuk menaruh rasa kagum ini padamu, padanya, atau pada siapa pun di muka bumi. Aku kagum padanya, lebih tepatnya pada beliau yang telah lama, lama sekali menekuni bidang itu. Ya, beliau konsisten. Kamu konsisten? Berarti aku juga kagum padamu.

Continue reading