Kehangatan di Tengah Perbedaan

Beda itu nyata

beda itu ada

beda itu bersama kita semua

Lantas kenapa kita mengada-ada dan membusungkan dada

untuk meghilangkan yang nyata-nyata ada menjadi tak ada

Menghilangkan yang telah nyata

menjadi angan-angan belaka

Mari bersama-sama berlapang dada

menyadari yang ada

Lantas menghotmati yang nyata

karena perbadaan itu tak akan terasa beda

ketika kita semua menerima

bhinneka tunggal ika 😀

indonesiaku

Kick Andy dan Pengorbanan Para Penontonnya

2010_05_26_02_22_55_default_kickandy

#taping: persiapan untuk on air, masuk ke sebuah ruangan untuk on air

Berhari-hari nggak ngeblog. Bukannya nggak mau nulis, tapi kayaknya nggak ada kisah atau kejadian menarik yang mampu menarik otak lantas jari jemari untuk menari di atas keyboard laptop yang nantinya akan terurai menjadi sebuah cerita yang dapat ku posting dan kau baca. Nah, ini nulis. Iya baru kepikiran sama kejadian ini yang kayaknya pantas buat dibagi. Yah… walaupun apa adanya. Ceritanya tentang perjuangan kami, para penonton yang banyak berkorban padahal peran kami hanyalah sebagai penonton. Liat guys… hidup memang penuh pengorbanan kan, mau jadi penonton aja yang notabene hanyalah bagian yang bisa dianggap ‘tak penting’ dalam sebuah show, perjuangannya sungguh… sungguh terlalu, menurutku sih.

Kalau di dunia ini benar-benar ada yang namanya faksi kayak film divergent, maka aku akan memilih faksi Erudite. Kenapa? Karena aku tak suka yang banyak gerakan fisik layaknya Dountless dan golongan terlalu baik plus membosankan layaknya abnegation. Ya, aku suka menjadi bagian dari Erudite yang kerjaannya di kantoran dan laboratorium gitu, adem, banyak AC nya, dan yang pasti full koneksi internet. Nah… bagian yang terakhir ini yang paling aku suka, browsing dan menjelajah dunia maya. Saking senengnya sama internet, taruhlah aku di sebuah kamar yang nyaman dengan koneksi full internet, dikurung seminggu pun aku bakalan betah banget (tapi dikasih makan loh ya, hehe). Gara-gara suka internetan dan otak atik media social ini, bertemulah aku dengan sebuah tweet.an sebuah stasiun TV yang menyatakan sesuatu kurang lebih seperti ini “bagi yang berminat nonton Kick Andy langsung di studio metro TV silahkan kirimkan email dengan syarat membawa teman minimal 10 orang”. Tanpa babibu, langsunglah diriku menghubungi teman-teman yang ku perkirakan bisa ikutan. Nggak susah lah nyari 10 orang di sini apalagi diajakin buat nonton Kick Andy. Ditambah lagi kita kan udah pada lulus nih istilah kerennya sih vacum of power, kuliah nggak ada, ya kerjaan juga belum punya, jadinya ya gini nyari kesibukan yang sekiranya bermanfaat dan Kick Andy menurut kami termasuk dalam kategori show yang cukup bermanfaat.

Continue reading

Today Woman’s Hero

Ga sabar banget pengen nulis cerita ini. Kejadiannya bukan hari ini sih, tapi tepatnya kemaren malem. Menggebu-gebu pengen nulis tapi apalah daya tubuh ini rasanya remuk redam ingin segera diistirahatkan. Bahkan saking capeknya, sampe nggak bisa mejemin mata untuk beberapa saat. Akhirnya ku ambil textbook biokimia analisis, bukan sengaja untuk belajar, sungguh, tapi untuk mempercepat proses menuju alam mimpi. Dan… ampuh. Tak terasa tiba-tiba udah pagi aja. hahahaha. Parah banget ya. Yah… mau gimana lagi. Daripada nggak tidur tidur. Dipikir-pikir, kalo orang lain kan biasanya pake dongeng gitu ya, tapi kalo aku agak canggih dikit, pake textbook. Tapi seriusan kalo aku diceritain dongeng atau cerita yang menarik, malah jatohnya nggak bisa tidur soalnya pengen dengerin ceritanya sampe akhir. Nah kalo pake textbook, lain lagi ceritanya soalnya males banget yang mau lanjutin materinya sampe akhir.

            Kenapa begitu tak sabarnya ingin cerita kejadian ini? Yup, karena cerita ini terjadi di luar batas kemampuanku yang selama ini aku pikir orang lain juga tak mampu. Ternyata aku salah, orang lain ada yang mampu. Kejadian ini juga wujud nyata dari skenario yang ku buat di bawah alam sadarku yang tak mampu ku realisasikan di dunia nyata. Ya ya ya, aku memang lemah dan penakut. Tapi setidaknya aku masih punya kesadaran untuk melakukan perlawanan, walaupun itu hanya di dalam hati dan khayalanku sahaja.

Continue reading