Today Woman’s Hero

Ga sabar banget pengen nulis cerita ini. Kejadiannya bukan hari ini sih, tapi tepatnya kemaren malem. Menggebu-gebu pengen nulis tapi apalah daya tubuh ini rasanya remuk redam ingin segera diistirahatkan. Bahkan saking capeknya, sampe nggak bisa mejemin mata untuk beberapa saat. Akhirnya ku ambil textbook biokimia analisis, bukan sengaja untuk belajar, sungguh, tapi untuk mempercepat proses menuju alam mimpi. Dan… ampuh. Tak terasa tiba-tiba udah pagi aja. hahahaha. Parah banget ya. Yah… mau gimana lagi. Daripada nggak tidur tidur. Dipikir-pikir, kalo orang lain kan biasanya pake dongeng gitu ya, tapi kalo aku agak canggih dikit, pake textbook. Tapi seriusan kalo aku diceritain dongeng atau cerita yang menarik, malah jatohnya nggak bisa tidur soalnya pengen dengerin ceritanya sampe akhir. Nah kalo pake textbook, lain lagi ceritanya soalnya males banget yang mau lanjutin materinya sampe akhir.

            Kenapa begitu tak sabarnya ingin cerita kejadian ini? Yup, karena cerita ini terjadi di luar batas kemampuanku yang selama ini aku pikir orang lain juga tak mampu. Ternyata aku salah, orang lain ada yang mampu. Kejadian ini juga wujud nyata dari skenario yang ku buat di bawah alam sadarku yang tak mampu ku realisasikan di dunia nyata. Ya ya ya, aku memang lemah dan penakut. Tapi setidaknya aku masih punya kesadaran untuk melakukan perlawanan, walaupun itu hanya di dalam hati dan khayalanku sahaja.

            Hari kemarin adalah hari yang luar bisa yang tak mungkin bisa ku lupakan hingga akhir hayat. Lebay sih, tapi emang gitu adanya kok. Nanti akan ku ceritakan di bagian yang lain ya tentang cerita luar biasaku itu. It’s the first experience naik kereta commuter line. Hah? Seriusan? Udah empat tahun di Bogor tapi baru pertama kali naik kereta commuter line? Yup… it’s the first time for me naik kereta commuter line sekitar jam setengah  11 malam menuju Bogor, yang artinya kereta yang aku naiki adalah kereta commuter line terakhir. Emang kamana atuh neng malem-malem? Itu tuh… ke tempat yang ngebuat aku ngerasain pengalaman tak terlupakan bersama kerophy’s team, team yang sungguh luar bidahsyat, senang bisa bersama-sama kalian dan melewati banyak hal luar biasa bersama. Intinya kemaren malem kita berlima ke Jakarta dan balik ke Bogor dengan menaiki kereta commuter line terakhir.

            Ternyata selarut itu pun keretanya masih cukup rame lo, akhirnya kuputuskan untuk duduk di gerbong wanita biar lebih aman dan nyaman ditambah lagi di gerbong itu lumayan lengang dan masih ada tempat duduk tersisa. Kita pun segera masuk dan memilih tempat duduk sesegera mungkin. Tepat di depan kami duduk ada seorang kakek-kakek yang sudah sangat tua, terduduk lesu di tempat duduk itu. Tak ada yang aneh sih tapi ada yang keliru. Seorang kakek-kakek dengan alasan apa pun tidak diperbolehkan duduk di gerbong khusus wanita. Tapi, si kakek-kakek itu terlihat begitu sangat sepuh sehingga ketika para penumpang perempuan mempersilahkan beliau untuk pindah ke gerbong laki-laki yang cukup sesak beliau tidak mau dengan alasan tidak kuat berdiri. Akhirnya beberapa penumpang memaklumi, termasuk aku. Tapi ada juga yang berkomentar, peraturan adalah peraturan, jadi si kakek sebaiknya segera enyah dari kursi yang beliau duduki. Ku putuskan untuk menarik diri dari urusan ini walapun hati nurani berontak tiada henti.

            Beberapa saat berlalu, kakek itu masih berada di tempat singgasananya yang awal, singgasana yang tak seharusnya karena berada di gerbong wanita. Hingga datanglah seorang perempuan memasuki gerbong itu dan menegur sang kakek secara halus dan terjadilah tawar menawar di antara mereka,

“kek, kakek nggak boleh duduk di sini, di sini gerbong perempuan” tegur si mbak

“saya pengen duduk, nggak kuat berdiri” bela si kakek

“o… kakek pengen duduk kan? Yuk bareng saya” ajak si mbak sambil berdiri dan mengulurkan tangannya pada si kakek

“emang boleh?” tanya si kakek

“boleh… boleh… ayuk, katanya mau duduk” si mbak langsung menuju gerbong laki-laki, menerobos kerumunan penumpang laki-laki dan meminta orang yang duduk di kursi prioritas untuk berdiri. Setelah dipastikan ada tempat duduk, si mbak kembali pada si kakek

“yuk kek… ayuk, di sana udah ada tempat duduk” ajak si mbak… sambil memegang tangan si kakek, memapah si kakek untuk berdiri

            Akhirnya si kakek berdiri dan mengikuti si mbak ke gerbong laki-laki dan duduk di tempat yang tadi sudah diusahakan oleh si mbak. Si mbak pun kembali ke tempat duduk semula dengan hadiah pandangan dan senyuman hampir dari seluruh para penumpang kereta. Semuanya tersenyum bahagia melihat kebaikan dan keberanian si mbak. Aku dan temanku pun tersenyum sambil bertepuk tangan walaupun tidak keras. Ternyata masih banyak orang baik di kereta ini. Aku bangga bukan main dan iri bukan main sama si mbaknya. Bangga akan kebaikannya dan iri akan keberaniannya. Sebenarnya aku juga ngelakuin hal yang sama kayak yang dilakuin mbaknya tapi bedanya aku di dunia khayal dan mbaknya di dunia nyata. Maka tidaklah berlebihan jika si mbaknya aku nobatkan sebagai today woman’s hero :D, terimakasih mbak atas pelajaran yang luar biasa ini di hari yang juga luar biasa bagiku dan bagi kerophy’s team.

            Ini nih si mbak mbak yang luar biasa itu (yang sebelah kanan yang pake syal)…

10654064_929410817075041_739370394_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s