Mulai Terjadi Satu Persatu

DSC_3549Dulu, dulu sekali walaupun tak dapat dipungkiri hingga detik ini juga, aku suka, suka sekali nonton TV. Dulu, dulu sekali intensitasnya begitu tinggi, tapi sekarang sudah sangat rendah sekali. Apalagi ditambah dengan program TV nasional kita yang bikin ‘iuuuh’ banget buat ditonton. Penerapan peraturan BO (Bimbingan Orangtua) untuk beberapa program TV yang ditayangkan sepertinya sangat dipahami oleh orang tuaku (ibu sama mbahku). Betapa tidak, setiap kali nonton TV, dimana ada aku di situ juga ada mereka. Program TV yang paling kita suka adalah program berita siang semisal, fokus, liputan 6, reportase, dan sejenisnya. Berita yang ditayangkan mengenai banyak hal yang pastinya terjadi di bumi pertiwi kita, Indonesia. Berita yang paling banyak ditayangkan adalah berita tentang kriminalitas, mulai dari pencurian, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, kenakalan remaja, hingga mutilasi. Pemberitaan kriminalitas yang kami tonton makin hari makin menjadi-jadi, makin sadis, dan motifnya makin bermacam-macam. Banyak komentar yang kami lontarkan dan berita kriminal yang fenolmenal akan menjadi topik pembicaraan terhangat antara aku dan ibuku hari itu. Diskusi akan semakin hangat tatkala ada orang lain yang belum menonton, maka tak pelak aku akan bercerita secara menggebu-gebu pada orang tersebut. Diskusi yang dilakukan biasanya diakhiri dengan nasehat dan petuah dari ibuku serta hikmah yang bisa aku ambil dari pemberitaan tersebut.

Memang sudah sepantasnyalah seorang anak ditemani orantunya ketika menonton TV. Karena tidak semua pemberitaan TV itu baik. Pernah suatu katika aku dan saudaraku menonton berita kriminal yang sedang membahas tentang kasus sodomi yang dilakukan oleh seorang pemuda terhadap beberapa anak kecil yang tinggal di dekat rumahnya. Kita yang saat itu tak mengerti apa itu sodomi mengikuti berita itu hingga akhir yang menjelaskan secara rinci perbuatan menjijikkan itu. Dan kau tahu apa yang terjadi? Perbuatan menjijikkan sang pemuda itu sukses membuatku dan saudaraku mual-mual, tak bisa tidur nyenyak, dan tak bisa berpikir jernih selama satu minggu karena memikirkan betapa kasihannya si korban dan masa depannya yang hancur. Banyak sekali pemberitaan kriminal yang kita tonton, miris rasanya rakyat kita bisa melakukan hal-hal bejat itu. Akan tetapi, di balik semua itu aku sungguh bersyukur karena tak ada satu pun yang terjadi di daerahku. Setidaknya tak ada perbuatan keji yang mereka lakukan sekeji pemberitaan kriminal yang aku tonton. Tapi, seiring beranjaknya usia aku baru mengerti. Sejatinya hanya butuh waktu untuk mengetahui bahwa kejadian itu juga akan terjadi di sekitarku. Ya… semuanya mulai terjadi satu persatu, terjadi di sekitarku. Aku akan menceritakan kejadian kriminal yang dulu sama sekali tak pernah ku bayangkan dan ku harapkan akan terjadi di sekitarku bahkan kepadaku. Baiklah mari kita mulai.

Continue reading

Hipnotis Wireless itu Nyata Adanya

hipnotisAkhir-akhir ini jadi orang paling sensitif di dunia kalo ada yang nelponin. Apalagi kalo yang nelpon nomor telepon kantor, semisal 0251xxx, 021xxx. Deg-degan campur seneng gitu, kayak dapet telepon dari orang yang udah lama kita suka, kita kagumi, dan tiap sholat kita doain #ceileh. Pengen cepet diangkat tapi takut salah ngomong. Mungkin ini semacam sindrom yang dimiliki oleh para jobseeker. Satu hal lagi yang paling ditunggu, email masuk. Bawaannya seneng sumringah aja kalau ada email masuk, ya walaupun pas di cek ternyata email dari linkedIn atau mbak LinaJobstreet hahaha. Yup, I am a jobseeker right now and I proud of it. Kenapa? Karena dari sini aku belajar banyak hal, bahwa mencari uang itu sejatinya nggak mudah, membangun karier itu perjuangannya berdarah-darah, dan sesuatu yang luar biasa itu memang dimulai dari bawah. Jadi, haramkanlah kata menyerah keluar dari dirimu yang berjuang penuh gairah, atau mungkin pasrah menghadapi kehidupan yang begitu tak ramah. Bolehlah ucapkan kata pasrah, berserah pasrah hanya kepada-Nya yang maha pemurah, tapi dengan catatan telah  kau lakukan ikhtiar dengan susah payah. Bagaimana mungkin aku bisa menyerah dan hilang arah, sedangkan di saat yang sama banyak yang berjuang begitu susah payah untuk menunjukkan pada dunia bahwa mereka sama sekali tak goyah menghadapi dunia yang tak lagi ramah tamah. Ketika diri ini begitu lelah dan lemah, kembali diingatkan pada kalimat ini,

“kekacauan, keramaian, keamburadulan di lingkungan yang kamu diami sejatinya hanyalah beberapa meter di atas kepalamu. Cobalah dongakkan kepala ke atas, lihat beberapa meter di atasnya. Dunia begitu damainya, tak ada sama sekali kekacauan, keramaian, dan keamburadulan yang kamu rasakan di tempat yang kau pijak. Rasakan kedamaiannya. Jadi, kau hanya perlu dongakkan kepala ke atas saja, beberapa meter saja, maka semuanya akan berubah menjadi kedamaian”

Continue reading

Merasakan dan Mengalihkan Rasa Sakit

danboBangun untuk yang kedua kalinya. Bangun yang pertama ku terbangun karena suara berisik pintu kamar yang dibuka. Ternyata Mbak Dila baru pulang dari rutinitas rapat bersama organisasi sosialnya. Ku masih ingat belum sholat isya. Tapi pusing di kepala belum juga menghilang. Setelah bercakap-cakap sebentar, ku putuskan untuk kembali tidur. Lantas, bangun untuk kedua kalinya karena mendengar suara tetangga sebelah kamar yang sepertinya sedang curhat. Aku bisa menangkap beberapa bagian yang mereka bicarakan. Ternyata tentang penelitian tugas akhir mereka yang masih on progress. Entah memang bakat nguping atau memang pagi ini begitu sunyi?. Pagi? Ya Allah, hamba belum sholat isya. Terasa ada yang mengganjal di dada, pengen nangis karena merasa gagal melaksanakan kewajiban. Menyalahkan diri sendiri yang tak bisa menahan rasa pusing yang ternyata hingga keterjagaanku yang kedua masih juga tak hengkang dari kepala. Pusingnya masih terasa. Ku lihat jam di handphone, ternyata masih jam setengah 12 malam. Alhamdulillah, padahal rasanya udah tidur lama banget dan suasananya kayak udah pagi aja. Pusingnya makin menjadi-jadi, tapi segera ku langkahkan kaki ke kamar mandi, sholat isya, dan kembali tidur untuk mengistirahatkan diri dari rasa pusing ini.

            Entah kenapa sejak berada di tingkat akhir hingga akhinya lulus pun, rasa pusing di kepala ini makin sering datang. Entah pola makan atau pola hidupku yag kurang baik atau bagaimana, tapi intensitasnya makin sering. Telat makan dikit, pusing, capek dikit pusing, nggak tau sebabnya pun tiba-tiba pusing. Cara paling ampuh untuk menghilangkan rasa sakit adalah, menyakiti bagian tubuh yang lain. Terkesan menyeramkan ya? tapi begitulah adanya. Kenapa nggak minum obat aja? jujur aku paling anti memasukkan obat-obatan ke dalam tubuhku karena ku tahu mereka itu xenobiotic (zat yang tak dikenali tubuh, mereka asing). Mereka akan dimetabolisme menggunakan jalur yang tak biasanya sehingga akan mengganggu prose metabolisme yang lain. Ketika kau merasa sakit di bagian tubuh yang satu, cobalah buat bagian tubuh yang lainnya mendapatkan rasa sakit yang persentase sakitnya sedikit lebih besar. Maka rasa sakit yang pertama kamu rasakan akan beralih pada rasa sakit yang kedua, karena tubuh akan memusatkan perhatian pada rasa sakit yang lebih besar. Ini analisis dangkalku sih. Setidaknya rasa ini cukup ampuh untuk menghindar dari rasa sakit yang selama ini ku rasakan.

Continue reading

Surat Cinta yang Akhirnya Mendapatkan Balasan

512b213f1792e_512b213f18b18Kisah cinta memang selalu istimewa. Lika-likunya kerap kali mendatangkan gelak tawa, resah di jiwa, bahkan rasa sakit yang mungkin tiada tara. Tapi, sayangnya banyak yang tak jera malah sangat inginnya terlibat di dalamnya. Efek cinta memang sungguh luar biasa. Membuat yang biasa menjadi seolah ter-istimewa, yang rendah diri menjadi ber-jiwa, dan yang awalnya lemah layaknya orang tak bernyawa tiba-tiba saja menjadi ber-raga. Padahal hanya sebuah cinta, efeknya sungguh di luar nalar dan di luar logika. Kau pasti pernah mengalaminya. Ya… walaupun tak semuanya berani untuk mengungkap rasa yang dipunya. Kali ini aku akan bercerita tentang cinta, kisah cinta yang sungguh mempesona. Kisah cinta yang berawal dari sebuah surat cinta. Surat cinta yang akhirnya mendapatkana balasan dari-Nya.

            Baca paragraph di atas membuatku senyum-senyum sendiri. Ternyata bisa juga ya seorang aku membuat sebuah paragraph pembuka yang bisa dibilang –so sweet- lah. Tapi rasanya aku nggak kuat deh kalo sampai akhir pake bahasa kayak yang di atas. Mending aku pake bahasa sehari-hari aja biar lebih ngalir, hahaha. Berawal dari rumpi-rumpi di sebuah grup WA, sampailah bahasan kita-kita pada topik yang selalu mendatangkan semangat rumpi tiada tara. Apalagi kalau bukan cinta, masa depan, dan pasangan hidup. Bagi yang belum cukup umur, bacanya sampe di sini aja ya. Tapi bagi yang merasa seumuran atau lebih tua dariku silahkan lanjutin aja, zona bebas buat kalian hahaha. Tiba-tiba kalimat sakral itu muncul,

“Aku kemarin udah dilamar, hhi Alhamdulillah :D”

            Aku seneng banget ngasih kabar itu ke temen-temen yang lain. Aku berharap mereka juga merasakan kebahagiaan yang aku rasakan. Tapi sayangnya itu cuma khayalanku aja. Kenyataannya bukan aku yang nulis itu, aku hanyalah seorang pembaca dan aku sungguh ikut berbahagia dengan kabar gembira itu. Terlebih lagi kisah menuju lamarannya itu lo yang bikin mupeng tingkat dewa dewi. Pengen denger ceritanya, yuks lanjut ke paragraph berikutnya.

            Kita para pembaca kalimat itu pengen banget tahu cerita sedari awal bagaimana temen kita yang satu ini ketemu hingga melaksanakan lamaran dan merencanakan pernikahan pada bulan Februari taun depan. Ceritanya begini –di sini aku akan bertindak sebagai temenku ya, biar lebih terasa feel nya, hahaha, siapa tau ketularan-

Continue reading

Anak-Anak Itu Tak Lagi Punya Jatah

67251410.wXfnYTihTiba-tiba terbangun gegara suara riuh rendah anak-anak kecil yang sepertinya lupa kalau halaman yang mereka tempati untuk bermain adalah halaman para anak kost yang sedang enak-enaknya tidur siang. Ya, mereka telah benar-benar lupa atau mungkin sengaja lupa kalau aku tengah tidur siang dan sungguh merasa terganggu dengan suara riuh rendah yang mereka hasilkan. Refleks ku ambil handphone untuk melihat sesuatu di dalamnya –kebiasaan manusia di jaman sekarang yang juga telah menjadi kebiasaanku-. Tak ada hal yang spesial. Ku taruh kembali dan langsung menuju kamar mandi mengerjakan sesuatu yang tentunya kita semua sudah pada tau. Sampe kamar mandi pun suara anak-anak itu masih terdengar begitu jelas. Tak heran jika suara mereka mampu membangunkanku yang biasanya susah sekali dibangunkan kecuali atas keinginan diri sendiri.

            Aku akan uraikan bagaimana asal muasal mereka bisa ada di halaman kosanku. Bagini, pada awalnya semua anak di kosanku sepakat untuk sama sekali tak mengizinkan anak-anak kecil itu untuk bermain apalagi beramai-beramai membuat kegaduhan di halaman kosan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kita mulai agak luluh dan sedikit demi sedikit membuka diri dan mengizinkan mereka untuk bermain. Kebetulan halaman kosanku memang cukup luas untuk sekedar main bulutangkis atau permainan lainnya yang tak membutuhkan area yang sangat luas. Mereka biasanya memulai kegiatan mereka di tengah hari, siang-siang, jam yang pas banget buat bobo. Mereka sama sekali tak menghiraukan sengatan sinar matahari di siang hari yang bakalan bikin kulit mereka hitam demi memuaskan keinginan mereka untuk bermain. Tak heran sih, aku juga dulu begitu. Yah… walaupun lebih sering ga dibolehin soalnya kata mbahku tidur siang itu penting banget buat anak-anak. Usut punya usut ternyata berdasarkan artikel ilmiah yang pernah aku baca, tidur siang itu baik banget buat perkembangan otak anak-anak apalagi dalam masa pertumbuhan. Keren banget ya nenekku, sering baca artikel ilmiah. Hadeuh… boro-boro, bica baca aja nggak. Jadi intinya, orang tua kita itu paling tau apa-apa yang terbaik buat anaknya. Catet!

Continue reading

Benar-Benar Aku Suka?

 tombol like facebook di blog           Ya… masa-masa vacuum of power (baca: nganggur) ini benar-benar memberiku waktu yang begitu melimpah untuk memikirkan dan merenungkan banyak hal. Mulai dari pahala hingga dosa, masa depan hingga masa lalu, kesedihan juga kebahagiaan. Semuanya telah mendapatkan jatahnya. Tapi parahnya masa-masa ini belum berakhir juga, mungkin ada masalah yang sejatinya benar-benar penting tetapi belum aku pikirkan hingga saat ini. Tapi, apakah itu? Aku pun sama sekali tak tahu. Kalo udah tau mah, pasti udah aku renungkan dan pikirkan #tsah. Hingga bertemulah aku dengan seorang pemuda tampan dari desa seberang (hahaha, boongan) yang ngasih tau sebenarnya masalah apa yang sejatinya belum ku pikirkan matang-matang.

            Pagi itu, tumben-tumbenan punya motivasi buat mandi sepagi mungkin, pertanda mau ada tamu. Dan benarlah, ternyata mau ada masak-masak di kosan yang ternyata juga dihadiri oleh kakak kelas yang ku sebutkan di atas (pemuda tampan dari desa seberang, hahaha). Aku sih cuma pemain figuran dalam acara masak-masak itu, jadinya aku cuma sedikit memberikan bantuan yang tak begitu berarti. Karena itulah ku putuskan untuk duduk saja dan ngobrol sama si kakak kelas dan terjadilah percakapan yang cukup serius di antara kita.

Continue reading

Manusia-Manusia Kardus

1333547389_vtP3CgRMTTNAI35rWWp6Kejenuhan ini membuatku tak bisa melakasanakan hal yang paling ku suka selama ini, tidur. Bukannya tak lagi suka, tapi sudah sedikit jenuh karena tak ada hal lain yang ku lakukan sepanjang hari raya qurban ini selain tidur. Ya mau ngapain lagi, tak ada hal menarik lagi yang mampu mangajakku untuk mengajak badan ini beralih melakukan hal lain. Tapi, aku sudah mulai jenuh dan ku raih laptop untuk bercerita padamu tentang sekelompok manusia yang dengan sengaja atau tidak telah menjadi bagian dari keseharianku tiga tahun lebih beberapa bulan ini. Ku sebut mereka manusia-manusia kardus. Pasti ada alasannya dong ku sebut mereka manusia-manusia kardus. Ya iyalah ada, masak nggak ada. Manusia-manusia kardus ini adalah manusia yang berbekal kardus untuk mencari nafkah bagi kehidupan mereka.
Jika kau bermain ke Bogor akan ku tunjukan manusia-manusia kardus di sini. Mereka biasanya berada di atas motor di pinggir jalan yang tentunya bukan motor mereka. Berbekal kardus dan pluit mereka akan mendekati setiap motor yang berniat hendak memarkir motor mereka di depan sebuah toko di Bara, lokasi yang juga menjadi tempat tinggalku. Punya motor? Coba parkir motormu di depan sebuah toko, maka tanpa diundang dan dipanggil pun seorang manusia kardus akan menghampirimu dan meletakkan kardus mereka di atas motormu. Nah, kardus di atas motor menandakan kau harus membayar sejumlah uang untuk ongkos jasa kardus yang untuk beberapa menit nangkring di atas motormu. Orang lain sih menyebut mereka tukang parkir, tapi ku menyebut mereka manusia kardus, lebih keren kan, hahaha.

Continue reading