Surat Cinta yang Akhirnya Mendapatkan Balasan

512b213f1792e_512b213f18b18Kisah cinta memang selalu istimewa. Lika-likunya kerap kali mendatangkan gelak tawa, resah di jiwa, bahkan rasa sakit yang mungkin tiada tara. Tapi, sayangnya banyak yang tak jera malah sangat inginnya terlibat di dalamnya. Efek cinta memang sungguh luar biasa. Membuat yang biasa menjadi seolah ter-istimewa, yang rendah diri menjadi ber-jiwa, dan yang awalnya lemah layaknya orang tak bernyawa tiba-tiba saja menjadi ber-raga. Padahal hanya sebuah cinta, efeknya sungguh di luar nalar dan di luar logika. Kau pasti pernah mengalaminya. Ya… walaupun tak semuanya berani untuk mengungkap rasa yang dipunya. Kali ini aku akan bercerita tentang cinta, kisah cinta yang sungguh mempesona. Kisah cinta yang berawal dari sebuah surat cinta. Surat cinta yang akhirnya mendapatkana balasan dari-Nya.

            Baca paragraph di atas membuatku senyum-senyum sendiri. Ternyata bisa juga ya seorang aku membuat sebuah paragraph pembuka yang bisa dibilang –so sweet- lah. Tapi rasanya aku nggak kuat deh kalo sampai akhir pake bahasa kayak yang di atas. Mending aku pake bahasa sehari-hari aja biar lebih ngalir, hahaha. Berawal dari rumpi-rumpi di sebuah grup WA, sampailah bahasan kita-kita pada topik yang selalu mendatangkan semangat rumpi tiada tara. Apalagi kalau bukan cinta, masa depan, dan pasangan hidup. Bagi yang belum cukup umur, bacanya sampe di sini aja ya. Tapi bagi yang merasa seumuran atau lebih tua dariku silahkan lanjutin aja, zona bebas buat kalian hahaha. Tiba-tiba kalimat sakral itu muncul,

“Aku kemarin udah dilamar, hhi Alhamdulillah :D”

            Aku seneng banget ngasih kabar itu ke temen-temen yang lain. Aku berharap mereka juga merasakan kebahagiaan yang aku rasakan. Tapi sayangnya itu cuma khayalanku aja. Kenyataannya bukan aku yang nulis itu, aku hanyalah seorang pembaca dan aku sungguh ikut berbahagia dengan kabar gembira itu. Terlebih lagi kisah menuju lamarannya itu lo yang bikin mupeng tingkat dewa dewi. Pengen denger ceritanya, yuks lanjut ke paragraph berikutnya.

            Kita para pembaca kalimat itu pengen banget tahu cerita sedari awal bagaimana temen kita yang satu ini ketemu hingga melaksanakan lamaran dan merencanakan pernikahan pada bulan Februari taun depan. Ceritanya begini –di sini aku akan bertindak sebagai temenku ya, biar lebih terasa feel nya, hahaha, siapa tau ketularan-

            Aku –dalam hal ini temenku- bener-bener nggak nyangka kalau dia yang bakalan dateng ke rumah menemui orang tuaku dan memintaku. Bener-bener nggak nyangka sama sekali. Dia temen SMA ku. Aku mengenalnya dan dia pun mengenalku, saling mengenal lebih tepatnya. Kita jarang sekali berinteraksi, malah kalo dinget-inget ngobrol aja kayaknya nggak pernah. Dan berjalan begitu saja, tak ada yang istimewa di antara kita. Gimana mau istimewa, kisah kita sama sekali tak ada tatkala SMA. Hingga lagu bang Afgan menemui pembuktian “jodoh pasti bertemu” dan bertemulah kita di sebuah event sebut saja jobfair di sebuah universitas ternama di Bandung. Aku kenal dia, dia kenal aku, kita saling mengenal, tak enak rasanya jika bertemu tanpa bertegur sapa walaupun toh aku tak beniat tau lebih tentangnya. Tapi, siapa sangka, dia ternyata berniat tau lebih tentangku. Tak disangka dan dinyana, dari obrolan kecil-kecilan itu, datanglah niat baiknya untuk mengenalku, kalau orang bilang taarufan. Kalau aku mau dan ternyata nantinya cocok, dia bakalan datang langsung ke rumahku.

            Aku perempuan yang sama seperti perempuan lainnya, agak lambat menentukan pilihan, apalagi masalah pendamping hidup. Aku mikir agak lama pas diajak taarufan sama dia. Kira-kira satu taun dari pertama kali kita ketemu di jobfair itu. Dia adalah pemuda pertama yang datang ke orang tuaku yang datangnya tanpa diawali proses pacaran. Jujur, aku masih agak ragu padanya hingga diri ini sempat punya niat menunggu pemuda lain yang juga berani mendatangi orang tuaku, kali aja ada yang lebih hehehe. Perlu kau ketahui, jalan taaruf benar-benar membuat kita pasrah pada Allah, meminta semua petunjuk hanya pada-Nya.

            Rasa ragu ini semakin menjadi-jadi karena aku benar-benar tak tau sifatnya. Aku bertemu dengannya saja amat sangat jarang. Kalo dihitung-hitung, dari kita ketemu sampai proses lamaran, terhitung hanya lima kali kita bertemu. Komunikasi hanya lewat SMS dan itu pun amat sanga seperlunya. Hal ini membuat aku dan orang tuaku begitu ragu di awal. Tapi seiring berjalannya waktu, aku selalu berdoa pada-Nya,

“ya Allah kalo dia memang jodohku, calon imamku yag bisa membahagiakan di dunia dan di akhirat, tolong yakinkan hati ini”

            Dan nggak tau kenapa tiba-tiba diri ini menjadi yakin kalo dia insyaAllah orang yang bakalan ku pilih untuk menjadi imamku. Satu lagi rahasia yang perlu kalian ketahui tentang kisahku ini. Aku pernah menulis surat cinta pada-Nya, surat cinta yang ku tulis ketika aku berulang tahun yang ke-22. Kala itu ku tulis surat cinta di sebuah diary, tepatnya tanggal 14 Oktober 2013 yang tulisannya kurang lebih seperti ini,

“ya Allah, pertemukan aku dengan jodohku sebelum umurku 23 tahun”

            Dan aku benar-benar mendapatkan balasan yang begitu manis dari-Nya. Proses lamaranku kemarin berlangsung pada tanggal 4 Oktober 2014, 10 hari sebelum usiaku menginjak 24 tahun. Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kau dustakan? (QS. 55:55). Sungguh, ketika kau benar-benar menginginkan dan mendambakan sesuatu, mintalah pada-Nya yang maha memiliki segala-Nya, yang kasih sayangnya tiada tara. Jika kau benar-benar tulus meminta dan mendamba maka bukanlah hal yang sulit bangi-Nya untuk mengabulkannya.

            Sungguh kisah yang luar biasa bukan? Kisah cinta yang menyatukan dua manusia dangan meminimalkan keterlibatan setan di dalamnya. Teruntuk sahabatku yang sedang bahagia menanti hari yang begitu membahagiakan dalam hidupnya, doa terbaik dan harapan terbaik ku khususkan untuk kalian berdua, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah, bahagia selalu hingga ajal menjemput. Semoga dilancarkan hingga proses akad nikah nanti di bulan Februari 2015. Harapan besar bisa menghadiri proses ijab qabul kalian berdua :D. Doain aku juga ya, segera bertemu dengannya, yang telah ditakdirkan untukku oleh-Nya. Menulis surat cinta untuk-Nya? Patut dicoba, siapa tau dapet balasan dari-Nya, amiiin :D.

Advertisements

8 thoughts on “Surat Cinta yang Akhirnya Mendapatkan Balasan

  1. barunyadar.barubuka.barushock.ternyata seorang praditamauliamenuliskanbnykceritadiblognya..cie cie jangan ” dita ingin mendapatkan surat cinta beneran dari dia 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s