Kejadian Malam Itu

kelana-malam1Izinkanlah aku minta maaf karena telah berkali-kali melanggar jam malam. Tapi, sepertinya sudah telah sejak lama ku tak mematuhinya. Entah apa yang melatarbelakanginya, tapi yang pasti ku tak melakukan hal-hal bodoh walaupun melanggarnya. Aku masih punya akal sehat untuk berpikir jernih dan alasan yang kuat untuk tak melakukan hak-hal yang dilarang. Ngapain juga, nanti ujung-ujungnya dampaknya bakalan ke kita juga. Toh, aku hanya menghabiskan waktu malam di kampus, membenamkan diri di spot yang paling ku sukai, spot yang penuh dengan koneksi wifi. Hingga tak ku sadari waktu telah berlari dan jam malam telah terlewati. Enggan beranjak karena donlotan film belum kelar. Aku tak sendiri, berdua dengan temanku. Ya kali di kampus malem-malem sendiri. Berdua aja udah ketar-ketir apalagi sendiri. Setelah hajat kita selesai, kita pun memutuskan untuk balik ke kosan.

            Malam itu suasana kampus horror seperti biasanya. Suasana horror ini didukung dengan latar tempat yang ditumbuhi pohon-pohon besar, sinar lampu yang remang-remang, jalanan agak berkabut, dan sedikit mendung menyelimut. Kita mendoktrin diri kita sendiri bahwa semuanya sama seperti biasanya, suasananya sama seperti biasanya, dan semuanya baik-baik saja. Kita terus menelusuri jalanan kampus menuju kosan melewati parkiran motor yang telah sepi di dekat sebuah minimarket. Tapi ada yang aneh di sana. Kita melihat sesuatu yang tak biasa. Tapi kita terus melangkahkan kaki seolah taka da apa-apa. Tapi hati ini mengelak tak terima bahwa semuanya baik-baik saja. Jelas sekali kita berdua melihatnya, melihat dengan mata kepala kita masing –masing kejadian malam itu.

            Apa sih yang kita lihat? Kejadian apa sih? Kita melihat seorang bapak penjaga parkir yang wajahnya tak seperti penjaga parkir sebelumnya. Kecurigaan kita bertambah karena kegiatan yang bapak itu lakukan. Bapak itu sedang menyeret-nyeret sebuah motor di parkiran yang tinggal satu di suasana yang sepi tanpa seorang pun kecuali kita berdua. Sebagai seorang yang tahu gimana sakitnya kehilangan motor, kita berniat untuk menggagalkan niat buruk si bapak. kita pun memutuskan untuk terus berjalan dan berhenti di sebuah toko yang telah tutup, tak jauh dari TKP sambil terus memperhatikan gerak gerik si bapak. Gimana nggak curiga coba, pertama, ngapain si bapak itu mindahin motor yang terparkir itu menuju tempat yang bukan lokasi parkir. Kedua, kalo emang motor itu motor si bapak ngapain si bapak ini nggak pake kunci motornya aja kan lebih mudah terus nggak berat, lantas yang ketiga, kalau emang nih motor, motor titipan kenapa orang yang nitip nggak dateng-dateng di malam yang telah larut ini.

            Jadinya kita berdua memutuskan untuk mengintip dari tempat yang tak telalu jauh tapi tersembunyi. Sesekali kita mengintip untuk melihat gerak gerik si bapak sambil minta contact UKK (Unit Keamanan Kampus) untuk jaga-jaga. Gerak-gerik si bapak makin mencurigakan karena dia akan berhenti menggeser motor itu tatkal ada orang yang lewat dan pura-pura duduk di sebuah bangku. Selang berapa lama ada sua orang mbak-mbak yang lewat depan kita dan menuju motor yang dipindah tadi. Ternyata si mbak itulah yang punya motor. Karena takut terjadi sesuatu pada kedua mbak-mbak itu kita putuskan untuk terus memantau sampai mereka berangkat dengan motornya. Terjadi percakapan sebentar antara si bapak dan mbak-mbak tadi, mungkin percakapannya kurang lebih seperti ini,

“mbak ini kok lama ya, kayaknya saya disangka maling sama dua mahasiswi yang tadi lewat sini, tuh kayaknya mereka masih ngintipin saya” kata si bapak sambil nunjuk ke arah kita dan diikuti oleh pandangan si mbak-mbak yang juga melihat ke arah kita

            Kita pun kabur tunggang-langgang, malu banget, plus bangga. Malu karena telah bersuudzan pada si bapak sekaligus bangga karena merasakan sensasi sebagai seorang mata-mata yang telah berhasil menggagalkan rencana pencurian yang sebenarnya tak pernah direncanakan hahaha.

Advertisements

2 thoughts on “Kejadian Malam Itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s