Merasakan Masa Lalu

merenung-2Masa lalu, banyak yang merindumu dan membencimu. Aku termasuk yang merindukanmu, rindu berada di masa itu. Masa dimana semuanya tak sekompleks di masa setelah masa lalu. Masa dimana ku tak banyak tahu tentang fananya dunia yang nyatanya sekarang pun tak banyak ku tahu. Sedikit saja ku tahu tapi rasanya sudah banyak yang seharusnya tak ku tahu. Haruskah ku berhenti melangkah agar tak terus tahu? Sehingga ku tak perlu tahu sesuatu yang tak seharusnya ku tahu? Atau sekalian saja tak tahu semua yang seharusnya ditahu. Tapi aku tak mau, karena aku tahu, ketika ku banyak tahu sesuatu apapun itu, maka akan banyak kesempatan terbuka untukku. Termasuk merasakanmu, merasakan masa lalu dari sudut pandang yang berbeda dari masa lalu.

            Liburan kali ini ku banyak merasakan momen masa lalu. Liburan yang sebenarnya tak layak disebut liburan. Mengapa? Karena ku tak lagi menyandang status mahasiswa. Aku sudah selesai dengan predikat itu. Lantas sekarang sedang menyandang predikat ‘tanpa status’ untuk selanjutnya mempersiapkan diri untuk kembali bersama status itu. Apa iya seorang yang sedang dalam status ‘tanpa status’ menganggap masa vacuum of power nya sebagai liburan? Pantas sih. Ya sudah, lupakan sejenak masalah status, karena ku sedang tak berminat membicarakannya. Aku hanya ingin sejenak bercengkerama dengan masa lalu.

Continue reading

Advertisements