Pilih Rel yang Mana?

relTak henti-hentinya ku berdecak kagum tiap kali menggunakan alat transportasi massal yang satu ini, kereta, baik itu yang api maupun commuter line. Perubahannya luar biasa dahsyat. Hampir semua komponen yang ada di sarana transportasi ini mengalami perubahan, perombakan besar-besaran, yang pastinya lebih menguntungkan masyarakat. Perubahan itu bisa kita lihat mulai dari keretanya sendiri, para petugasnya, stasiunnya, kamar madinya, kebersihannya, ketertibannya, hingga rel keretanya. Ngomong-ngomong masalah rel kereta, aku punya bahasan tersendiri untuk yang stau ini. Tapi, tunggu dulu biarkan diri ini sejenak memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seorang pucuk pimpinan yang telah melakukan revolusi besar-besaran terhadap kemajuan perkeretaan di Indonesia, Bapak Ignasius Jonan. Mengapa aku begitu lancangnya mengatakan revolusi? Karena aku adalah konsumen setia kereta yang telah menggunakan jasa transportasi ini sejak masih bobrok dulu hingga berkelas seperti sekarang. Maafkan juga karena saya juga telah begitu lancangnya mengangkat bapak –Ignasius Jonan- sebagai idola baru saya. Bapak keren sih, hehe. Itulah kenapa saya tak begitu kecewa dengan susunan kementrian yang sekarang, karena bapak berada di antara jajaran para menteri itu yang pastinya banyak harapan saya, perubahan elegan yang bapak lakukan tak hanya terjadi di PT. KAI saja tetapi juga semua jasa perhubungan di Indonesia, baik darat, laut, dan udara. Saya sudahi saja pembahasan tentang apresiasi ini karena tak akan ada habisnya jika terus dilanjutkan dan hal ini akan berakibat semakin bertambahnya rasa kagum saya pada bapak. Kan bisa berbahaya karena saya sedang menerapkan konsep ‘kagumilah/sukailah seseorang biasa-biasa saja’ karena ketika telah terlalu dalam kagum/suka pada seseorang maka akan sedalam itu pulalah rasa sakit yang akan kita rasakan ketika seseorang yang kita kagumi/sukai tak sesuai dengan apa yang kita harapkan (hahaha, curhat).

Continue reading