Tiga Tahun Bareng

anniversary blogLagi keranjingan blogwalking nih, walking sana walking sini. Baca tulisan temen lama lantas bisa tetiba nyasar ke blog orang yang tak pernah terlintas sebelumnya dan I am so lucky today. Nemuin blog yang tulisannya bisa ngebuat aku kembali ke masa dimana aku lagi suka-sukanya baca novel fantasi. Novel yang bisa ngebuat aku lupa lagi hidup sebagai siapa dan di lingkungan seperti apa. Sekuat itu sebuah tulisan mempengaruhiku. Aku suka gaya bahasanya yang ngebuat aku bisa membayangkan secara nyata seperti apa kejadian yang dialami pemain dan perasaan apa yang dia rasa. Beneran dah.

            Karena magnet tulisannya yang begitu kuat menjeratku, aku tak bisa lagi sedikit saja beranjak untuk tak terus membaca postingannya. Selesai satu, ku baca lagi yang lain, baca lagi, lanjut baca lagi, hingga tak tau udah sampe tulisan ke berapa. Tapi tak pernah bosan, setiap tulisannya benar-benar menghidupkan khayalanku, suka sekali. Beruntungnya aku hari ini. Tak sadar karena terus-terusan asik membaca, ada sebuah notif di blog ku. Bukan like atau pun komen tapi sabuah trophy. Nggak biasanya, apaan yah. Dengan enggan ku hantikan membaca sejenak karena kebetulan ku telah sampai di akhir tulisan salah satu postingannya. Notifnya isinya pemberitahuan, iyalah… namanya juga notif. Isinya? Tentang anniversary kita, iya kita, aku sama kamu, iya kamu hahaha. Udah lama juga ya kita bareng-barengnya. Cukuplah buat mnegerti satu sama lain. Happy 3rd anniversary buat blog ku tercintah. Terimakasih sudah menjadi tempat tampungan ceritaku yang paling setia tanpa keluhan apa pun. Jarang-jarang kan punya temen curhat se setia kamu. Eh buat yang penasaran blog yang tadi di awal aku ceritain, bentar aku kasih link nya ya.

            Berawal dari ngebaca tulisan temenku ini, yang aku kira tulisannya sendiri, udah mau muji-muji, eh ternyata dia repost. Nggak jadi deh mujinya, tapi tngucapin terimakasih harus lah. Kan berkat baca blog nya dia, aku jadi bisa nemuin blog kece badai si mbak ini, iya… kamu bisa baca di sini. Keep healthy of course, but don’t forget to keep reading and writing.

Advertisements

Aku Baca dan Aku Ingin

66d836f6429706c096eef3c66d4cbf3b_reading-bookYey… bangun setelah jam satu itu hal yang biasanya paling ku tunggu-tunggu dan biasanya jarang banget bisa tercapai. Gimana nggak coba, tidurnya aja hampir jam 12 malem, ngarep bangun setelah jam satu semisal jam 3 atau jam setengah 4? Mimpi kali ye, beneran mimpi deh, sampe lupa yang mau bangun dan bisa dipastikan selalu kabablasan. But, tonight eh this morning, I am here on 2.04 a.m. Seneng dong, seneng lah ya. tapi bukan gara-gara bangun tidur, tapi lebih tepatnya nggak bisa tidur. Eh bentar, sebenernya mau ngapain sih bangun setelah jam 1? There is something special? Lah… belum tau? Kan 2/3 malam itu waktu yang paling pas buat bermunajat sama yang Maha Kuasa. Tapi, motivasiku agak sedikit ternoda sih, karena bagiku bangun setelah jam satu itu adalah waktu yang pas banget buat download anything that I want, misalnya drama korea, movie yang lagi ‘in’ saat ini, ato video apa gitu yang sayang banget kalo di donlod pake kuota utama. Segitu perhitungannya ya aku, iyalah belum kerja juga. Masih minta orang tua tau, masak mau ngabisin uang jajan cuma buat kuota internet. Malu… malu… malu sama umur, hahaha.

Continue reading

Kucing Elit dan Pemiliknya

anak-kucingCerita ini berawal dari nyasarnya seekor kucing elit ke kosanku malam ini. Warna bulunya putih bersih dan halus. Sangat jelas nih kucing, kucing manja. Terpampang nyata dari penampilan dan tingkah lakunya. Malam ini hujan rintik-rintik jatuh setetes demi setetes. Enggan deras, enggan pula reda. Sisa hujan tadi sore. Halaman kosan jelas basah. Nih kucing manja jelas nggak terbiasa dan nggak mau kebasahan. Jadi dia tanpa persetujuan sang empunya kamar kosan, main nyelonong aja ke dalam kamar tetangga kosanku. Kamarku sih aman, nggak pernah ku biarkan dalam keadaan terbuka jadi nggak bakalan ada makhluk yang masuk tanpa izin, kecuali makhluk halus ya #hiiiSerem. Aku nggak takut sama kucing tapi ya nggak suka juga. Aku sedari kecil tak pernah diajarkan untuk mempunyai keterikatan maupun ketertarikan khusus sama yang namanya binatang peliharaan. Jadi ya kayak gini, just say ‘hi’ sama si kucing elit tatkala ku berniat untuk melihat tuh kucing. Temanku menyarankanku untuk mengelus bulunya yang halus, tapi aku enggan memegangnya, ya karena aku –sekali lagi- tidak punya sense of animal yang baik hehe.

Continue reading

Pending

Pending-Featured-ImageTetiba saja di tengah kebingungan saya mengisi waktu luang sambil terus berkelana di dunia tanpa ruang, ada sebuah email yang membuat saya menelan ludah pahit. Email dari sebuah universitas impian yang sejatinya ingin sekali saya jambangi. Sudahlah, membicarakannya membuat rasa ingin saya semakin menjadi-jadi. Sudah bisa saya prediksi apa isi email tersebut tapi tetap saja saya buka untuk memastikan isinya. Benar saja, isinya tentang permintaan untuk mengisi beberapa dokumen yang belum saya lengkapi atau sengaja belum saya lengkapi. Memang sengaja tidak saya lengkapi karena semua planning yang sedari awal saya susun rapi telah saya rombak seketika dan berakhir dengan kata pending.

            Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, hanya saja menyayangkan diri sendiri yang tidak sedari dini menyadari. Menyadari bahwa masih banyak yang belum dipersiapkan oleh diri. Lantas dengan pongahnya merasa telah memantaskan diri, padahal belum pantas sama sekali. Sekarang saya mulai menyadari dan sedikit mawas diri bahwa persiapan yang matang adalah kunci tersendiri untuk menggapainya suatu hari, yang pasti tidak tahun ini. Tak apalah pending untuk tahun ini untuk sejenak mengambil ancang-ancang yang nantinya bisa saya gunakan untuk berlari mengejar impian yang benar-benar saya ingini.

Tokarev, Semua Berawal Darimu

video-stopmotion-2dAwalnya pengen cerita masalah pribadi, tapi sepertinya tak menarik lagi. Pengen nulis cerita yang sedikit berbeda dari sebelumnya, yah… walaupun dengan penulis yang sama #iyalah. Gini ceritanya, tiap kali bikin curriculum vitae tak pernah absen tuh point hobbi yang biasanya akan ku isi dengan, hobbi: reading, writing, travelling, and blogging, tapi sepertinya akan ada tambahan satu lagi yaitu sleeping hahaha #becanda. Ya nggak lah, masak sleeping, yang bener tuh watching. Watching? What kind of program? Aku jawab anything, tapi yang paling aku suka sih nonton drama, yah… bisa kalian prediksi lah what kind of drama. Yup, you are right, absolutely right, Korean drama, sampe ada folder tersendiri untuk genre yang satu ini hahaha. Jadi mau cerita tentang drama korea nih? Ya nggak lah, nontonnya aja bisa berhari-hari, gimana nyeritain ulang. Kali ini aku akan bercerita tentang Tokarev yang 100 persen nggak ada kaitannya sama drama korea, sip lah.

            Masa-masa rawan galau kayak sekarang nih cara yang paling ampuh untuk menghindarinya adalah watching alias nonton. Gimana nggak galau coba, kerjaannya cuma nunggu, nungguin sesuatu yang kemungkinan nih yang ditunggu juga nggak tau kalo lagi ditunggu, hahaha, apaan coba. Nggak sih, aku nih lagi nunggu kepastian kemana sebaiknya kaki ini dilangkahkan untuk menjemput tuh yang namanya masa depan. Apakah ke kanan lantas lewatin tanjakan atau mungkin ke kiri kemudian melintasi turunan? Aku hanya berharap, apa pun jalan yang ku pilih, I hope and I believe Allah will give me the best one, amiiin. Bact to Tokarev. Jadi aku baru aja selesai nonton sebuah movie Hollywood yang judulnya Tokarev. Cukup menarik buat aku ceritain kembali pake bahasaku sendiri, sekalian nambah postingan, hehe. Berhubung aku lagi males nih buat nyari lebih detail tentang nih movie, jadi buat yang pengen tau lebih dalam silahkan ketikkan “Tokarev” di search engine yang kalian gunakan, maka akan keluar tuh informasi sedetail-detailnya tentang nih movie. Aku cuma pengen nyeritain isi ceritanya doang plus hikmah apa yang bisa kita ambil dari nih movie.

Continue reading

Bertahan

2013-09-29_221430Aku akan agak berpanjang lebar di sini, di cerita ini, cerita tentang masa SMA ku yang empat tahun lalu ku alami. Masih segar dalam ingatan kenangan-kenangan di dalamnya, walaupun hanya secara general saja, karena memoriku tak sanggup untuk menampung hal-hal kecil yang mungkin telah ku hapus dalam ingatan. Hal-hal kecil yang mungkin dengan sedikit stimulus bisa kembali ku ingat, tapi buat apa. Cukuplah materi kuliahku yang terlalu detail itu, tak usahlah memori masa lalu juga ikut-ikutan detail. Mengingat kembali masa-masa SMA ini seperti mngurai kembali bagaimana kemampuan bertahanku benar-benar diasah di sini. Bertahan? Dalam hal? Banyak hal.

            Aku dan bak Dila (my twin sista) memutuskan untuk berpisah sekolah tatkala SMA, keputusan yang sulit memang. Ini adalah keputusan penting kedua yang kami ambil sebagai anak kembar, dimana keputuan penting pertama adalah keputusan untuk tak lagi memakai baju yang sama sejak kelas 2 SMP. Keputusan telah diambil maka konsekuensi yang mengikuti keputusan tersebut harus sama-sama kita tanggung, dan kali ini harus kita hadapi sendiri-sendiri karena kita tak lagi bersama. Inilah saat dimana akan ku tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa berdiri di kaki kita masing-masing dan tak tergantung satu sama lain. Masa-masa SMA pun dimulai. Perlu diketahui, aku adalah alumni pertama SMP ku yang berhasil masuk SMA ini, agak bangga sih apalagi kalau pas main ke SMP. Tapi bakalan malu banget kalau guru-guru pada tahu reputasiku di SMA yang sering banget semedi di BP pas perlajaran pertama gara-gara sering telat. Sering banget malah, sampe-sampe nih ya temen-temen pada heran kalo aku ga telat.

Continue reading

Aku yang Menyebalkan

  Bete          Pernah nggak ngerasain ini, jatuh cinta? Hahaha… nggak nggak bukan masalah cinta, kali ini masalah perasaan. Lah… apa bedanya? Hehe. Pernah nggak sih ngerasa gelisah? Akhir-akhir ini aku gelisah gegara pengen nulis tapi nggak dapet ide buat nulis apaan. Sebenernya ada sih ide, tapi lagi-lagi sepertinya terlalu frontal kalau harus di posting di blog karena aku tahu lambat laun kau juga akan tau. Apaan sih nggak jelas. Intinya gini, aku punya sesuatu yang pengen aku tulis, tapi aku belum siap buat nulis itu karena isinya terlalu… hm… menjurus ke susuatu. Akhirnya setelah perenungan singkat, ku temukan sesuatu yang ingin ku tulis dan yang pasti ‘aman’ untuk aku posting dimana pun. Aku lagi pengen nostalgia, kembali ke masa pake seragam dulu dan ku daratkan ingatanku pada masa SMP dulu.

            Seperti apakah aku kala itu? satu hal yang ku ingat ketika kembali mengingat-ingat. Aku dulu adalah aku yang menyebalkan. Beneran, sungguh. Mungkin banyak yang nggak terima dengan kenyataan ini (yaelah… GR nya :D). Tapi sekali lagi ku iya kan, aku dulu adalah aku yang menyebalkan.

            Sekolah SMP ku ini sungguh istimewa. Baru dibangun dan baru mempunyai alumni yang jumlahnya puluhan. Aku tak tahu pasti aku angkatan berapa, yang pasti masih di bawah angka sepuluh. Keuntungan bersekolah di sekolah yang baru dibangun adalah semua fasilitasnya serba baru dan kekurangannya adalah semua fasilitas yang ada serba kurang. Sekolahku berdiri megah dan mewah (mepet sawah). Sebenarnya aku berniat mondok kala itu, tapi atas beberapa pertimbangan, keinginan mondok itu tak kesampaian. Jadilah aku murid baru di sebuah SMP yang juga baru.

Continue reading