Tokarev, Semua Berawal Darimu

video-stopmotion-2dAwalnya pengen cerita masalah pribadi, tapi sepertinya tak menarik lagi. Pengen nulis cerita yang sedikit berbeda dari sebelumnya, yah… walaupun dengan penulis yang sama #iyalah. Gini ceritanya, tiap kali bikin curriculum vitae tak pernah absen tuh point hobbi yang biasanya akan ku isi dengan, hobbi: reading, writing, travelling, and blogging, tapi sepertinya akan ada tambahan satu lagi yaitu sleeping hahaha #becanda. Ya nggak lah, masak sleeping, yang bener tuh watching. Watching? What kind of program? Aku jawab anything, tapi yang paling aku suka sih nonton drama, yah… bisa kalian prediksi lah what kind of drama. Yup, you are right, absolutely right, Korean drama, sampe ada folder tersendiri untuk genre yang satu ini hahaha. Jadi mau cerita tentang drama korea nih? Ya nggak lah, nontonnya aja bisa berhari-hari, gimana nyeritain ulang. Kali ini aku akan bercerita tentang Tokarev yang 100 persen nggak ada kaitannya sama drama korea, sip lah.

            Masa-masa rawan galau kayak sekarang nih cara yang paling ampuh untuk menghindarinya adalah watching alias nonton. Gimana nggak galau coba, kerjaannya cuma nunggu, nungguin sesuatu yang kemungkinan nih yang ditunggu juga nggak tau kalo lagi ditunggu, hahaha, apaan coba. Nggak sih, aku nih lagi nunggu kepastian kemana sebaiknya kaki ini dilangkahkan untuk menjemput tuh yang namanya masa depan. Apakah ke kanan lantas lewatin tanjakan atau mungkin ke kiri kemudian melintasi turunan? Aku hanya berharap, apa pun jalan yang ku pilih, I hope and I believe Allah will give me the best one, amiiin. Bact to Tokarev. Jadi aku baru aja selesai nonton sebuah movie Hollywood yang judulnya Tokarev. Cukup menarik buat aku ceritain kembali pake bahasaku sendiri, sekalian nambah postingan, hehe. Berhubung aku lagi males nih buat nyari lebih detail tentang nih movie, jadi buat yang pengen tau lebih dalam silahkan ketikkan “Tokarev” di search engine yang kalian gunakan, maka akan keluar tuh informasi sedetail-detailnya tentang nih movie. Aku cuma pengen nyeritain isi ceritanya doang plus hikmah apa yang bisa kita ambil dari nih movie.

            Tokarev menceritakan seorang bapak yang dulunya mantan preman tapi udah tobat dan menjalani kehidupan normalnya bersama istri kedua dan seorang putrinya yang berumur 17 tahun. Namanya aku lupa (aku agak susah mengingat detail sesuatu, maaf). Si bapak ini terbilang cukup sukses di daerahnya bahkan bisa dibilang sangat sukses. Perlu ditekankan, dia sudah benar-benar bersih dari dunia hitam dan menjalankan bisnis yang benar-benar bersih (legal). Dia sangat mencintai sang putri yang sedang beranjak dewasa dan cantik jelita, bahkan bisa dibilang agak protective sama si anak. Dia juga punya seorang istri yang notabene istri kedua yang juga cantik karena istri pertamanya meninggal. Istrinya ini udah nganggep sang anak kayak anaknya sendiri walaupun anaknya nggak terlalu welcome ke dia. Tinggal di daerah yang elit dan dengan karier yang bagus. Bisa dibilang perfect life lah. Tapi semuanya berubah pada suatu malam.

            Sang anak berencana akan mengerjakan tugas sekolah bersama kedua teman laki-lakinya. Satu di antaranya adalah pemuda yang sepertinya disukai oleh sang anak karena dia pintar, pekerja keras, dan berprestasi walaupun berasal dari kalangan yang kurang berada. Si bapak dan istrinya ini ada acara makan malam di sebuah restoran yang cukup jauh dari rumahnya. Alhasil sang bapak nih, nitipin si anak sama si pemuda yang pintar itu dan nasehatin mereka agar nggak ngelakuin macem-macem. Si bapak ini tahu kalau si pemuda ini juga menyukai putrinya. Iyalah si bapak nih khawatir, tau sendiri kan gimana bebasnya pergaulan pemuda pemudi sana, jangankan yang saling suka, yang nggak saling suka aja bisa ngelakuian ‘macem-macem’.

            Setelah berapa lama menemui kliennya, si bapak ini didatangi oleh seorang polisi yang ngasih tau kalau rumahnya diserang oleh sekawanan gangster yang mendatangi rumahnya dan menculik putri yang amat sangat dia sayangi. Setelah sampai di rumahnya, dia melihat dua pemuda yang tadi menemani putrinya yang penuh luka lebam karena dipukuli oleh gerombolan gangster yang menyerang rumahnya. Mereka berdua terlihat begitu shock dan terus menangis. Bayangin dong, gimana perasaan si bapak ini? Pasti kayak mau ngebongkar gunung terus nguras lautan buat nemuin anaknya. Kepala polisi ini ngingetin si bapak ini buat tak terpancing karena polisi bakalan nemuin anaknya segera. Beneran dong ketemu putrinya, tapi dalam keadaan tak bernyawa. Putrinya ditemukan mengambang di sebuah sungai dengan sebuah peluru bersarang di kepalanya. Gimana nggak mendidih coba amarahnya tuh si bapak ditambah lagi dia nggak tau gangster yang mana dalang dari semua itu, kan gangster di Amerika banyak tuh. Setelah dilakuka otopsi dan identifikasi terhadap peluru yang ada di kepala anaknya, diketahui bahwa puluru itu berasal dari jenis pistol bernama Tokarev TT 33 tipe lama yang disukai oleh gangster Rusia. Sang istri juga terpukul akan kematian putri tirinya, dia meminta sang suami bagaimana pun caranya harus nemuin pelakunya.

            Jadilah si Bapak ini keluar sisi premannya (sayang ya, padahal udah tobat), dia ngajakin dua temannya yang dulu satu geng sama dia, namanya Kenny dan Denny (kalo nggak salah nih ya). Mereka obrak-abrik tuh markas gangster Rusia yang mereka tau. Nanyain mereka satu persatu, dibunuh semuanya, tak bersisa, dari lokasi satu ke lokasi yang lainnya. Tapi anehnya, nggak ada satu pun dari mereka yang tahu tentang pembunuhan atau penyekapan putri si bapak itu. Ya iyalah mana ada maling ngaku. Lokasi yang mereka obrak abrik itu adalah lokasi para bawahan dan otomatis memancing sang ketua gangster untuk keluar. Karena nggak terima nih perlakuan mereka bertiga, akhirnya gangster Rusia ini balas dendam mendatangi bar milik Kenny yang biasanya digunakan mereka bertiga buat ngumpul. Sialnya, si Kenny nih lagi sendirian, jadilah dia sembunyi dan nelpon si Bapak tadi dan bilang kalau ada gangster Rusia yang mendatangi barnya. Nah, si bapak ini nanyain si Dhenny, soalnya mereka berdua nih biasanya bareng. Terjadilah tembak menembak antara mereka berdua. Udah bisa diprediksi siapa yang kalah. Ya Kenny lah, orang dia sendirian terus gangsternya semobil gitu. Si Kenny dalam keadaan babak belur dibawa ke markasnya si bigbos gangster Rusia.

            Si Bapak ini ngejar si gangster yang ngebawa si Kenny. Terjadilah kejar mengejar tapi mereka tak terjangkau. Sesampainya di markas gangster Rusia, kedua tangan Kenny digantung ke atas (kayak sasak tinju gitu). Dia disiksa, ditinju, di glonggong (dikasih minum pake selang), terus ditinju lagi sampe airnya keluar lagi. Si bigboss nih nanyain apa yang melatar belakangi mereka bertiga mengobrak abrik dan membunuh gangster Rusia. Terus si Kenny nih jawab, ya… karena kalian menculik putri temanku dan membunuhnya, tapi tanggapannya si bigbos ini di luar dugaan

Bigbos: kita (gangster Rusia) bukanlah pelakunya. Lagi pula untuk apa kita melakukan itu. Tidak ada gunanya

Kenny: kalian melakukan itu karena kalian ingin membalas dendam atas perbuatan kami dulu kan?

Bigbos: perbuatan yang mana?

Kenny: perbuatan kita yang membunuh orang suruhanmu yang masih muda. Kami memotong tangannya, dan membakar jasadnya di dalam mobil

Bigbos: jadi… kamu yang ngebunuh orang itu, jadi kamu yang selama ini aku cari, kamulah orang yang ngebunuh adikku?

            Weleh-weleh bukannya nemuin apa yang dia cari malahan dianya yang ketauan. Marah banget lah si big boss Rusia, orang yang selama ini dia cari-cari ternyata ada di depan wajahnya. Yah… selanjutnya bisa diprediksi sendiri, Kenny tinggal jasad. Karena nggak bisa ngejar si penculik Kenny, si bapak ini pergi ke rumah Dhenny. Dia curiga dialah dalang dari semua permasalahan yang terjadi. Soalnya nggak ada satu pun dari mereka yang membocorkan masa lalu mereka (pembunuhan agen Rusia) ditambah lagi dia nggak jawab-jawab telepon darinya di saat-saat darurat. Pas nyampe rumah Dhenny, terjadilah cekcok antara mereka berdua. Si Bapak bersikeras bahwa Dhenny lah dalang dari semua ini dan dia seorang penghianat, begitu pun si Dhenny juga bersikeras bahwa dia sama sekali tak pernah menghianati persahabatan mereka, tidak pernah. Perdebatan terjadi sangat sengit hingga berujung pada si Bapak yang tidak bisa mengontrol emosi dan langsung menghunuskan pisau ke perut temannya. Darah keluar bercucuran dan kata-kata terakhir Dhenny adalah dia tak pernah berhianat dan dia sangat menyangi temannya itu. Kasihan kan, orang dia beneran nggak hianat kok. Si bapak ini nyesel banget dan beberapa kali nyuruh temennya buat bangun. Ya… gimana mau bangun, orang udah mati.

            Aku pribadi sih curiganya sama si ibu tirinya itu, siapa tau dia cuma acting aja yang sayang ke anaknya? Ya kan? Hahaha, tuduhan tak berdasar. Balik ke cerita. Dalam perjalanan pulang dalam kondisi yang down banget, si bapak ini kembali mengingat-ingat kejadian pas dia nembak agen Rusia yang dulu, dia pake pistolnya orang Rusia itu. Kemudian pistolnya dia bungkus kain dan di taruh di dalam sebuah kotak. Kotak itu dia letakkan di atas lemari di rumahnya. Dia langsung bergegas ke rumahnya, membogkar kotaknya, dan benar saja, pistolnya masih di sana, dan setelah dia baca, pistol itu jenis Tokarev TT 33 yang telah membunuh anaknya. Lantas siapakah pembunuhnya? Apakah benar perkiraan awalku? Si ibu tiri?

            Ternyata pelakunya adalah pemuda yang disukai si putri. Kok bisa? Gini ceritanya, mereka kan lagi ngobrol bareng tuh terus mereka sambil minum-minum (ber-alkohol ya). Obrolan mereka kemana-mana dan sampailah pada pernyataan si putri yang bilang kalau bapaknya dulu seorang preman. Kedua temannya kaget dong sekaligus pengen tau, soalnya di mata mereka tuh preman itu keren. Mereka berdua meminta agar si putri ini nunjukin barang-barang bapaknya dulu, misalnya tupukan uang atau mungkin pistol yang dulu dia gunakan. Si putri nggak mau soalnya takut dimarahi bapaknya, tapi setelah dipaksa-paksa akhirnya dia mau nujukin pada mereka berdua. Jadilah mereka bertiga masing-masing memegang masing-masing pistol dan berlarian di halaman rumah berlagak seperti saling ingin menembak karena mereka mengira pistolnya tanpa peluru dan memang benar tanpa peluru kecuali pistol yang pemuda (yang si putri suka) pegang, pistol itu masih ada pelurunya, pistol itulah Tokarev TT 33.

            Ketika sedang berkonsentrasi (dalam keadaan setenga mabuk) pada suatu titik di depannya dan bersiap untuk menembak, si pemuda dikagetkan oleh si putri yang tiba-tiba memengang pundaknya, alhasil tembakannya langsung mengarah ke si putri dan mengenai kepalanya. Yup… mati seketika. Mereka berdua panic bukan kepalang dan yang terfikir dalam pikiran mereka adalah membawa mayat si Putri ke hutan dan membuat scenario seolah-olah mereka diserang oleh sekawanan gangster dan benar saja, tak hanya si bapak yang mereka kelabuhi tetapi juga polisi. Pengakuan ini keluar langsung dari mulut si pemuda karena paksaan dari si bapak yang menodongkan pistol padanya. Setelah bercerita dia pasrah akan diapakan oleh si bapak, malah dia menawarkan agar dia ditembak saja karena dia tak tahan dengan tekanan psikis untuk menghadapi kenyataan bahwa dia adalah pembunuh orang yang dia sayangi.

            Si bapak menurunkan pistolnya dan urung untuk menembakkannya, dia berjalan gontai dan mengendarai mobil menuju rumahnya. Dia merasa apa yang dia alami adalah hukum karma dari perbuatannya yang dahulu, perbuatannya yang membunuh agen Rusia yang dulu umurnya juga seumuran putrinya. Sesampainya dia di rumah, dia menelpon istrinya dengan nada suara yang penuh dengan penyesalan dan keputus asaan. Dan di luar kamarnya sedang mengendap-ngendap beberapa orang dengan senjata lengkap yang sepertinya gangster Rusia yang bersiap membunuhnya. Tapi ternyata sebelum mereka mencapai kamar si Bapak dia telah terlebih dahulu menghunuskan sebuah pisau ke perutnya (red- bunuh diri). Kemudian gelap, si bapak itu meninggal. Istrinya yang datang ke rumahnya shock dan menangis melihat suaminya yang dibawa dengan tandu menuju ambulan. Tokarev, semuanya benar-benar berawal darimu.

            Hikmah yang bisa kita ambil adalah jangan mudah terpancing emosi akan suatu hal yang menimpa kita ataupun orang-orang yang kita cintai. Telusuri dulu, tabayyun terlebih dahulu, agar apa yang kita lakukan tidak salah target dan salah sasaran. Kumpulkanlah bukti-bukti yang lengkap jangan asal bertidak dengan kepala panas dan hati yang mendidih karena saat itu yang membersamai kita adalah setan bukanlah malaikat. Selain itu, balas dendam bukannlah penyelesaian. Tidak semua hal jahat yang orang lain lakukan kepada kita harus kita balas. Karena sebaik-baik pemberi balasan adalah sang pencipta alam semesta, Allah SWT. Mungkin kita akan terlihat begitu lemah dan tak berdaya di mata manusia karena tak membalaskan dendam, akan banyak yang mencibir, mencela, menghina. Pasti. Tapi buat apa, biarlah manusia melemahkan asalkan Allah yang menguatkan. Aseeek. Sekian cerita panjang ini, edisi pengen nulis panjang lebar, hehe.

Advertisements

4 thoughts on “Tokarev, Semua Berawal Darimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s