Kucing Elit dan Pemiliknya

anak-kucingCerita ini berawal dari nyasarnya seekor kucing elit ke kosanku malam ini. Warna bulunya putih bersih dan halus. Sangat jelas nih kucing, kucing manja. Terpampang nyata dari penampilan dan tingkah lakunya. Malam ini hujan rintik-rintik jatuh setetes demi setetes. Enggan deras, enggan pula reda. Sisa hujan tadi sore. Halaman kosan jelas basah. Nih kucing manja jelas nggak terbiasa dan nggak mau kebasahan. Jadi dia tanpa persetujuan sang empunya kamar kosan, main nyelonong aja ke dalam kamar tetangga kosanku. Kamarku sih aman, nggak pernah ku biarkan dalam keadaan terbuka jadi nggak bakalan ada makhluk yang masuk tanpa izin, kecuali makhluk halus ya #hiiiSerem. Aku nggak takut sama kucing tapi ya nggak suka juga. Aku sedari kecil tak pernah diajarkan untuk mempunyai keterikatan maupun ketertarikan khusus sama yang namanya binatang peliharaan. Jadi ya kayak gini, just say ‘hi’ sama si kucing elit tatkala ku berniat untuk melihat tuh kucing. Temanku menyarankanku untuk mengelus bulunya yang halus, tapi aku enggan memegangnya, ya karena aku –sekali lagi- tidak punya sense of animal yang baik hehe.

Continue reading