Kucing Elit dan Pemiliknya

anak-kucingCerita ini berawal dari nyasarnya seekor kucing elit ke kosanku malam ini. Warna bulunya putih bersih dan halus. Sangat jelas nih kucing, kucing manja. Terpampang nyata dari penampilan dan tingkah lakunya. Malam ini hujan rintik-rintik jatuh setetes demi setetes. Enggan deras, enggan pula reda. Sisa hujan tadi sore. Halaman kosan jelas basah. Nih kucing manja jelas nggak terbiasa dan nggak mau kebasahan. Jadi dia tanpa persetujuan sang empunya kamar kosan, main nyelonong aja ke dalam kamar tetangga kosanku. Kamarku sih aman, nggak pernah ku biarkan dalam keadaan terbuka jadi nggak bakalan ada makhluk yang masuk tanpa izin, kecuali makhluk halus ya #hiiiSerem. Aku nggak takut sama kucing tapi ya nggak suka juga. Aku sedari kecil tak pernah diajarkan untuk mempunyai keterikatan maupun ketertarikan khusus sama yang namanya binatang peliharaan. Jadi ya kayak gini, just say ‘hi’ sama si kucing elit tatkala ku berniat untuk melihat tuh kucing. Temanku menyarankanku untuk mengelus bulunya yang halus, tapi aku enggan memegangnya, ya karena aku –sekali lagi- tidak punya sense of animal yang baik hehe.

            Kamarku yang berimpit sama nih temanku membuat apapun yang dia omongin bisa ku dengar jelas dari kamarku. Ku dengar dia sedang ngobrol sama tuh kucing. Dia mau ngasih makan tapi lagi nggak punya pangan yang pas. Akhirnya dia nemuin tulang. Tapi ya dasarnya kucing elit, mana bisa dia makan tulang, biasanya kan makan pizza hahaha. Seriusan deh nih kucing beneran nggak bisa makan tulang yang temenku kasih. Biasanya sih kucing kampung yang main ke kosan suka makanin tulang sisa dan habis tak bersisa. Tapi ya dasarnya nih kucing laper, jadinya tuh tulang dijilating doang. Tak lama berselang, ku dengar sesuatu telah terjadi pada si kucing. Dia mencret gara-gara makan sembarangan kali ya. Kasian ya kucing elit. Temanku pun panik, aku? Hanya ketawa ketiwi saja sama kembaranku di kamar sambil ngerjain kesibukan masing-masing. Emang dasar kalo orang baik gitu ya, sama hewan aja pedulinya setengah mati. Tapi bukan berarti aku orang jahat lo ya, hal ini dikarenakan –sekali lagi- aku tak pernah diajarkan untuk mempunyai keterikatan maupun ketertarikan khusus sama yang namanya binatang peliharaan.

            Tak selang berapa lama, entah darimana sumbernya, entah darimana dapetnya, temenku nih nemuin si pemilik kucing elit. Daebak! Aku dan kembaranku berseru dari dalam kamar. Canggih emang jaman sekarang, kucing ilang bisa langsung dipertemukan sama pemiliknya tanpa harus menunggu bertahun-tahun lamanya. Segera tanpa buang buang waktu, temenku nih langsung menghubungi si pemilik dan semuanya terjadi begitu cepat, si pemilik kucing elit akan menjemput tuh kucing elit malam ini juga, tanpa ditunda tunda. Yey, aku pun bersorak senang, selain tuh kucing bisa kembali ke pangkuan si pemilik, aku juga penasaran seperti apa penampakan si pemilik kucing elit itu. Tak berapa lama berlalu tiba-tiba gerbang kosan ada yang ngebuka, orang pake motor, aku pun segera ngintip dari gorden kamar, eh ternyata bukan, yang dateng adek kelasku. Okelah, nunggu lagi, malem ini juga kan, nggak lama kan, nggak kayak nungguin kamu #eaaa.

            Benar saja, ada yang datang, seorang laki-laki dari suaranya karena aku belum sempet ngintip. Dia dan temanku sedang melakukan serah terima kucing elit. Karena panasaran, langsung ku intip tuh si empunya kucing, eh ternyata cakep saudara-saudara hehe. Aku pun langsung ngasih tau saudara kembarku, dia pun ikutan ngintip. Aku memutuskan untuk tak lagi ngintip. Si pemilik kucing berdua sama temennya. Tak begitu jelas seperti apa temannya, yang pasti si pemilik kucing cakep dan kecakepannya bertambah karena dia penyayang binatang. Sama bianatang peliharaan aja sayang, kebayang dong sifat baiknya hehe. Tapi tiba-tiba saudara kembarku lari tunggang langgang meninggalkan tempat ngintipnya tadi karena katanya si empunya kucing dan temennya sadar kalo lagi diintipin hahaha. rasain, lagian ngintip pake lama.

            Usut punya usut ternyata si kucing elit telah hilang sejak kemarin dan pemiliknya telah menyebarkan foto si kucing ke berbagai social media yang dia punya agar yang menemukannya bisa langsung ngubungin dia. Pantesan, temenku langsung bisa nemuin si empunya. Tempat tinggalnya ternyata di balio. Buat gambaran aja, wilayah kosan di IPB itu dibagi ke dalam tiga wilayah, bara, bateng dan balio. Kosanku itu di bara dan buat ke balio harus lewatin bateng, jauh kan. Apalagi untuk seukuran kucing elit kayak tuh kucing. Lantas, kenapa tuh kucing bisa nyasar jauh gitu dan kenapa pula masuknya ke kosanku dan lebih spesifiknya ke kamar temanku? Apakah si kucing elit nyariin pasangan sejati buat majikanya? Apakah ini yang namanya jodoh? Jangan-jangan cerita selanjutnya temenku ini bakalan jadi sama si pemilik kucing hahaha. Bisa jadi, bisa jadi. Kalo emang beneran kayak gitu, romantis nggak sih dan yang pasti bakalan aku ceritain lagi di blog ini. Judulnya, kucing elit mencarikan cinta hahaha. Beginilah cara seorang pecinta drama melihat sesuatu, semuanya serba di dramatisir.

Advertisements

2 thoughts on “Kucing Elit dan Pemiliknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s