Sapaan Seorang Adek Kelas

greet1Teladan memang datangnya dari siapa saja, dari mana saja, dan dari apa saja. Tak terbatas hanya dari satu arah, satu mata angin, dan satu sudut pandang. Pun demikian tak selamanya teladan datangnya dari seorang tokoh yang punya pangkat berlipat. Malah yang ada, sekarang banyak sekali tokoh yang namanya saja tokoh tapi kenyataannya tak meberikan teladan apa pun. Adanya malah banyak bermain sandiwara yang mereka anggap memberikan banyak pembelajaran, tapi nyatanya tak lebih dari isi comberan. Tak semua memang, tapi sebagian besar. Bisa dianggap ini kritikan, mungkin agak sedikit tak berdasar tapi semua orang berkata demikian. Enggak sih, lagi ga pengen ngomongin politik atau yang semacamnya. Lagipula ini bukan ranahku. Aku ga bisa ngomong banyak kalau nyangkut hal yang berat-berat. Lagian udah banyak juga orang cerita terkait hal yang berat ini. Aku hanya ingin berbagi cerita ringan, tak hanya ringan untuk dibaca tapi ringan juga buat ditulis soalnya tak membutuhkan banyak pemikiran dan literatur yang banyak dan bermacam-macam. Cukup bermodalkan pengalaman pribadi yang disusun dengan bahasa yang menarik dan sedikit bumbu-bumbu khayalan hahaha.

            Pernah nggak sih ngerasa maleeees banget buat nyapa orang yang kita kenal di jalan, apalagi kalau lagi punya konflik sama orang yang bersangkutan. Dijamin bakalan nyari-nyari alasan buat nggak nyapa, semisal mainin HP yang sebenernya lagi ga ada notifikasi apa-apa, melihat ke arah lain, pura-pura fokus sama satu hal yang sebenernya ga ngerti menariknya dimana, bahkan tindakan ekstremnya nyari jalan lain karena alasan males tadi. Atau mungkin bukan males tapi malu atau mungkin sungkan atau segan. Nah… ini yang sering aku alami semisal ketemu sama kakak kelas yang sebenarnya aku kenal tapi nggak yakin tuh kakak kelas kenal kita ato nggak. Jadi mending nggak nyapa, daripada nyapa terus kitanya malu karena si kakak kelas lupa sama kita. Iya kalau lagi berdua doang, bayangin aja kalau lagi di kerumunan orang, mau di taruh mana nih muka. Rasa sungkan juga kerap kali aku alami tatkala ketemu sama dosen. Aku kenal sama tuh dosen tapi kan yang mau nyapa sungkan gitu lo, jadinya ga nyapa, padahal kadang satu lift hahaha. Itu sih aku ya. Emang agak lebbay sih aku, terlalu banyak sibuk sama pikiran negatif yang pada kenyataannya tak seperti yang aku bayangkan. Seperti kemarin, aku disadarkan oleh sapaan seorang adek kelas.

Continue reading