Pintu Kemana Saja

191121_doraemonfujiko5Hay. Satu kata datar itu yang bisa ku ucapkan tengah malam ini. Padahal ku yakin, kau mengharapkan lebih banyak lagi kata yang terangkai karena ketiadaanku selama ini. Aku bukan tak ingin menemui. Ingin, sangat ingin malah. Tapi karena sedikit urusan ini membuat aku sedikit ‘sibuk’. Kau pasti tak akan percaya, karena sejatinya kau dan aku sama-sama tahu, tak pernah ada manusia yang benar-benar sibuk di dunia ini. Lantas kenapa banyak yang menggunakan alasan ‘sibuk’ ini hanya untuk memberikan pembenaran atas ketiadaan diri kita dalam prioritas mereka? Ya… begitulah kita, manusia. Makhluk pencari alasan. Tapi, kali ini sungguh, aku sungguh benar-benar sedikit ‘sibuk’. Seandainya kau tahu bagaimana kehidupan para pekerja di kota besar, maka kau tak akan pernah keberatan akan ketiadaanku, ketiadaan kabarku. Bukannya aku tak meletakkannmu dalam prioritas utama tapi sungguh, waktuku telah banyak mubadzir di jalanan. Setelah dua minggu itu akhirnya ku bisa kembali bersamamu, senangkah dirimu? Aku harap kau senang wahai blogku. Segitunya ya ngomong sama blog doang sampe butuh satu paragraph. Iyalah, gini nih yang namanya niat, minta maafnya yang banyak plus bertele-tele, biar yang mau maafin rela ngasih maaf hahaha.

Aku mala mini harusnya udah ngantuk, sekarang udah tengah malem tapi entah mengapa enggan memejamkan mata. Efek tempat baru kali ya, iya kali ya, ngangguk-ngangguk. Aku baru pindahan kosan ke daerah yang kemaren sempat jadi trending topic meme tanah air, tau kah? Yup bener banget BEKASI. Apa kabar bekasi? Be nice ya, semoga betah, aaamiiin. Jauh dari orang-orang yang selama ini dekat, sedikit berat, tapi aku harus kuat demi mengejar ridho Allah dunia akhirat. (akhirnya aku tidur karena sudah tak kuat menahan kantuk).

(Keesokan harinya). Berbenah, membenahi barang-barang yang ku bawa. Di kosan hanya aku sendiri. Agak sedikit parno walaupun di siang bolong. Kebiasaan nggak sendiri sih, giliran sendiri di tempat baru jadi bikin was was. Serasa pintu ada yang ngorek-ngorek padahal pas disamperin nggak ada apa-apa. Sekarang baru benar-benar terasa bagaimana berharganya kalian yang selama ini menemani keseharianku, meramaikan hari-hariku, memenuhi pikiranku dengan hal-hal yang mungkin kadang-kadang anaeh. Tapi sungguh, aku merindukan kalian. Perasaan pas dulu pertama kali kuliah nggak gini-gini amat deh rasa sepinya. Kenapa sekarang jadi begitu menjadi-jadi. Kembali terngiang akan keberadaan alat itu, alat yang mungkin begitu familiar bagi orang-orang yang merindukan banyak orang sepertiku sekarang.

Dulu aku ingin sekali punya alat cangih fenomenal yang satu ini yang ternyata hingga saat ini belum ada yang bisa menciptakannya, ya baru sebatas invensi belum nyampe inovasi. Namanya pintu kemana sana. Bayangin dong bisa kemana saja yang kita inginkan tanpa keluar biaya. Berapa puluh juta uang yang bisa kita simpan untuk menghemat biaya transportasi, berapa banyak waktu yang bisa kita efisienkan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, atau berapa banyak lingkungan yang bisa kita selamatkan karena dampak polusi udara akibat pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor. Pasti akan sangat efektif dan efisien serta akan sangat menyenangkan. Tak ada lagi batasan. Mungkin suatu saat alat itu akan benar-benar terwujud. Sama hal nya seperti internet di jaman sekarang yang telah sukses menghapus keterbatasan akses informasi. Nah bisa jadi di kehidupan yang akan datang pintu kemana saja akan bisa menghapuskan keterbatasan jarak. Dan aku bisa bertemu dengan orang-orang yang sedang ku rindukan sekarang, termasuk kamu. Kamu, iya kamu hahaha.

Tapi seiring bertambahnya umur aku baru sadar bahwa aku sepertinya kurang setuju dengan adanya pintu kemana saja. Kenapa begitu? Ya karena begini. Jika pintu kemana saja benar-benar tercipta maka tak akan ada lagi yang namanya ruang pribadi semuanya akan berubah menjadi ruang publik. Akan sangat menghawatirkan bukan? Sangat-sangat menghawatirkan dan membahayakan. Di serial cartoon Doraemon yang notabene pencetus adanya pintu kemana saja, telah berapa kali digambarkan Nobita yang tanpa sengaja masuk ke kamar mendi Sizuka yang sedang mandi. Setidaknya itu telah sedikit banyak menggambarkan betapa bahayanya si pintu kemana saja. Dengan pintu kemana saja, orang akan bisa kemana saja yang mereka mau dan perlu ditekankan di sini tak semua orang punya moral yang baik. Ketika ketiadaan moral dipertemukan dengan pintu kemana saja, bisa dibayangkan sebesar apa dampak negatif yang akan terjadi. Membayangkannya saja aku sudah tak sanggup. Jadi untuk amannya, tak usahlah ada pintu kemana saja atau mungkin bisa sedikit direvisi dan diberi settingan khusus menjadi pintu pulang kampung karena tiket mudik tahun ini susah sekali dapetnya. Aku udah dapet sih tiket mudiknya tinggal baliknya aja, jadi sekarang aku lagi butuh pintu balik ke rantau dan pintu buat ketemu kamu, kamu, iya kamu hahaha.

Advertisements

5 thoughts on “Pintu Kemana Saja

  1. Hmm.. Haha, setelah ane pikir-pikir ulang ane jadi pengen ketawa.. Anehnya meskipun ada “PKS” kenapa Nobita dan Doraemon tidak selalu menggunakannya ya?? Mereka sering juga terlihat menggunakan “BBB” (Baling-baling Bambu) untuk pergi ke suatu tempat.. Dan pada adegan-adegan (baik di manga maupun anime) yang settingnya di masa depan, jalan raya di sana masih ramai oleh kendaraan (padahal kan ada “PKS”).. #tanyakenapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s