Jadi Istri Apa Emang Gitu Ya #part1

Cara-Menjadi-Istri-dan-Ibu-Rumah-Tangga-yang-sabar-baik-bijak-dan-hebat-menurut-islam-638x320Terhitung sudah sebulan sejak ku putuskan untuk taubat sama yang namanya nontonin drama-drama Korea ataupun dorama-dorama Jepang yang telah sukses membuatku kecanduan. Dan tepat di minggu kelima ini aku sudah tak sanggup lagi menahan candu akan tontonan itu. Tomat alias tobat kumat ditambah lagi libur akhir pekan tanpa agenda apa-apa. Alhasil hanya di kosan saja dan ya mau nggak mau, kerjaan paling nyenengin selain baca buku ya nonton. Idealnya ya pas aku putusin buat tobat, semua drama dan dorama itu harusnya diapusin semua terutama yang belum dotonton. Tapi sayang banget kalo inget pas downloadnya. Sayang sayang kan ya, udah bela-belain di download masak iya diapus gitu aja. Alasan sih, alasan orang-orang yang niat tobat tapi nggan terlalu niat. Tapi kalo dipikir-pikir ya, ngapain juga aku tobat, kan nonton nggak dosa ini asalkan jangan berlebihan. Nah, asalkan jangan berlebihan. Jangan sampai seperti yang ku alami pas kuliah dulu, nonton drama Korea dua hari berturut-turut nggak tidur. Eh pas giliran udah kelar tuh drama, berangkat kuliah serasa ngambang, berasa kaki nggak nyentuh tanah, hiiii nggak lagi deh kayak gitu. Berbekal keyakinan ‘asal nggak berlebihan’ mulailah ku buka laptop dan ku cari-cari dorama apa sekiranya yang pantas ku tonton. Jatuhlah pilihan pada dorama jepang dengan judul ‘Tennou no Ryouriban’, alasannya karena yang main si aktor kesayangan Takeru Sato, yang beberapa bulan ini memenuhi pikiran dan perasaan hahaha #lebay.

            Drama ini berkisah tentang seorang pemuda yang bernama Tokuzo (diperankan sama si Takeru Sato), anak kedua dari empat bersaudara, putra seorang juragan di sebuah desa di Jepang. Nah si Tozoku ini terkenal di desanya dengan julukan Nokuzo (artinya bodoh atau tolol) dikarenakan walaupun sudah dewasa pikirannya sangat jauh dari umurnya. Sifatnya sangat kekanak-kanakan. Mudah suka pada sesuatu tapi mudah juga buat bosan. Ketika memutuskan untuk mengambil sebuah pekerjaan atau tanggung jawab, dia hanya akan bertahan maksimal 3 bulan. Dia pernah menjadi seorang pedagang, petani, prajurit, juragan beras, bahkan yang terakhir dia memutuskan untuk menjadi seorang biksu tapi hasilnya dia malah dikeluarkan dari kuil karena kelakuannya yang tak bisa dimaafkan, merobohkan makam leluhur para biksu. Semua profesi itu dia jalani kurang dari 3 bulan. Sama sekali tak bisa dewasa, beda sekali dengan kakak tertuanya yang menjadi seorang mahasiswa hukum, sangat dewasa dan tau kemana masa depannya akan dia bawa. Sang ayah yang khawatir jikalau di masa depan si anak akan menjadi Yakuza memutuskan untuk menikahkan anaknya dengan putri sulung seorang juragan sembako (anggep aja juragan sembako, aku nggak tau istilahnya hahaha).

Continue reading