Hati-Hati Agar Tak Menyakiti Hati

love-09Memang rumit membahas masalah hati. Karena dari sanalah muara rasa sedih – senang, derita – bahagia yang kadang-kadang datang dari sesuatu yang tak pernah kita duga. Sengaja lawan kata di atas ku bahagiakan di akhir, bukan tanpa alasan, aku adalah penyuka cerita dengan akhir bahagia. Bukankah semua orang juga mendamba hal yang sama, bahagia di akhir cerita. Apa kabar gerangan dengan hati? Sudahkah berhati-hati agar tak menyakiti hati? Kalau hatimu bagaimana? Kamu… iya kamu… yang sering ku doakan agar dekat dengan hatiku jikalau memang harusnya begitu. Kalaupun tidak, aku siap didekatkan dengan hati lain selain hatimu. Tapi mengapa hatiku tak bisa berbalik arah menjauhi hatimu. Mungkin karena ku kurang berhati-hati menjaga hati. Kali ini ku akan berkisah tentang sebuah kisah yang berkaitan dengan hati, hati-hati agar tak menyakiti hati.

            Aku kenal akrab dengan mereka berdua, mawar dan kumbang, bahkan sangat akrab dengan si mawar. Jadi bisa ku pastikan ini bukanlah cerita fiktif belaka karena akan ku sertakan bukti konkret untuk menguatkannya. Mawar adalah seorang perempuan yang belum bertemu dengan jodohnya, sedangkan kumbang telah beranak satu. Keduanya dipertemukan di sebuah tempat kerja yang aku juga ada di dalamnya. Hubungan keduanya sangat akrab, aku bisa melihat itu semua, bahkan sejak pertama kali ku menjadi bagian dari instansi ini, bisa ku lihat jelas keakraban di antara keduanya. Tak ada yang salah dari interaksi mereka berdua, interaksi mereka masih dalam taraf wajar-wajar saja. Keakraban yang terjalin sangatlah wajar karena si mawar merupakan pribadi yang selalu cerah ceria dan berbaur dengan semua orang yang ada. Aku pun juga berpendapat begitu. Candaan pun kerap mereka lontarkan satu dengan yang lain, suasana pun terbangun tanpa rasa canggung dan membuat semua personil yang ada di sana menjadi nyaman.

            Pada suatu hari, ada urusan yang harus segera mawar sampaikan pada kumbang. Memang sudah bukan jam kantor, tetapi karena urusannya begitu urgent, akhirnya si mawar memutuskan untuk menghubungi kumbang melalui whatsapp, seperti biasa candaan pun si mawar lontarkan pada si kumbang. Di akhir percakapan, si mawar mengucapkan rasa terimakasih yang agak kontroversial seperti di bawah ini,

“terimakasih ya mas kumbang yang ganteng” sembari berkata padaku,

“aku ngirim kayak gini bahaya nggak ya mbak, takutnya istrinya marah. Tapi, nggak mungkin sih, lagian istrinya kan lagi jauh di luar kota” ucapnya padaku yang ku tanggapi dengan senyuman saja sambil berkata “awas lo… ntar istrinya tau”.

            Kejadian itu benar-benar sudah ku lupakan, hingga si mawar pada suatu pagi menghampiriku dengan raut wajah yang berbeda,

“mbak, aku mau cerita sesuatu, tapi jangan bilang-bilang ya” ucapnya penuh rasa was-was.

“ya udah cerita aja” kataku dengan nada suara datar padahal aslinya penasaran banget sama ceritanya. Dia pun langsung mengeluarkan HP nya dan menunjukkan chat dari mas kumbang,

20151206214520

20151206214529

Aku pun membelalakkan mata,

“Hah? Seriusan ini?” tanyaku seakan-akan tak percaya

“Iya mbak beneran, aku bingung banget pas dikirimin chat ini. aku gemeteran, nggak nyangka aku bakalan dimaki-maki sama mas kumbang kayak gini. Makanya cuma aku bales emot nangis. Tapi setelah aku pikir-pikir, ini kayaknya dari istrinya mas kumbang deh mbak. Tapi aku tuh nggak ngerti, aku emang salah apa. Aku juga nggak pernah chat.an sama mas kumbang kecuali kaitaannya sama kerjaan dan itu pun jarang banget” ceritanya berpanjang lebar.

“oh… jangan-jangan karena chat mbak yang kemarin itu loh mbak yang bilang mas kumbang ganteng” jawabku mencoba flashback.

“iya kali ya mbak, aku juga sempet kepikiran ke chat yang itu. aduh… kok bisa kayak gini ya” kata si mawar

“hahahaha… makanya hati-hati kalau ngomong, padahal kemarin udag nyadar bakalan kayak gini, eh… malah tetep dilakuin, rasain akibatnya sekarang” jawabku sambil terus tertawa

            Benar-benar harus hati-hati bukan? Hati-hati agar tak menyakiti hati. Mungkin bagi kita hal sederhana tapi tidak bagi hati yang lain. Tidak lah salah jika makian justru yang kita dapat karena hal yang kita lakukan tanpa kehati-hatian. Begitulah hati ketika telah tersakiti, akan mengeluarkan segala cara agar si hati yang menyakiti mendapatkan balasan yang setara dengan rasa sakit yang dialami. Aku pribadi sih tak menyalahkan akan sikap si istri mas kumbang karena sangatlah lumrah ketika pujaan hati digoda oleh hati yang lain. Hati siapa coba yang tak sakit hati ketika melihat tanda-tanda ketika si pujaan hati mempunyai gelagat untuk pindah ke lain hati. Ku harap kamu tak kan begitu, kamu iya kamu. Hati-hati ya jaga hati, aku pun begitu, akan selalu mejaga hati hingga bertemu kamu nanti.

Advertisements

20 thoughts on “Hati-Hati Agar Tak Menyakiti Hati

  1. Waduh.
    Kecil kemungkinan sih itu salah alamat, soalnya saya lihat di sana ada menyebut nama. Aturan Kumbangnya juga bukan seperti itu. Ya meski dia tak mau menyakiti hatinya mawar, menutupi dengan bilang itu salah alamat kan sama saja dengan menyakiti istrinya sendiri. Mestinya kalau istrinya memang tersinggung dengan perilakunya Mawar, ya dijelaskan baik-baik kalau memang istrinya cemburu akibat panggilan “ganteng”.
    Pelajaran juga bagi saya sih, untuk lebih memperlakukan teman wanita yang telah bersuami pada porsi dan batasannya. Berteman boleh, tapi ada rambu yang tak bisa dilanggar, karena kita cuma teman sebatas kolega, bukan teman hidup :)).

    • Aku juga mikir gitu sih gara… mungkin si kumbang udah mentok banget bingung mau jawab apaan. Makanya dia ambil jawaban ngasal kalau itu bukan buat si mawar… padahal kalau dibaca ulang mah itu jelas-jelas ngemrntion namanya si mawar. Interaksi antar lawan jenis memang begitu rawan, makanya islam benar-benar mengatur bagaimana interaksi yanh seharusnya dilakukan antar lawan jenis 😀

  2. Wah jadi berabe deh. Nggak bisa komen banyak2 deh. Zaman sekarang banyak orang yg terlalu sensitif.

    Mending gak usah bercanda kayak gitu sama orang yg udah berumah tangga. Takutnya dikira nganggu rumah tangga orang he he he

    • Iya… harus benar-benar berhati-hati… interaksi antar lawan jenis yang sudah berkeluarga memang rawan menimbulkan kesalah pahaman. Mending mawas diri sedari awal. Agar kejadian seperti ini tak lagi terjadi dan terulang

  3. Lha kok dibocorin disini, kan pesannya mawar jelas “Mba, aku mau cerita sesuatu, tapi jangan bilang-bilang ya”. Hati-hati lho mba, bisa2 perang dunia-nya merembet, apalagi temen kantor sendiri. Tapi, kalau udah dapet izin sih ngga papa2… ^^

    • Udah dapet izin kok mas… kalau belum mana mungkin aku dapet capture percakapan mereka. Aku ga secanggih itu ngehack wkwwkw. Ini boleh ditulis biar ga kejadian lagi pada orang lain. Biar diambil hikamhnya kata si empunya pengalaman hahaha

  4. Serem bangeeet… memang lbh baik berhati-hati melakukan tindakan yg kemungkinan mudhorotnya lebih besar
    Termasuk yg memposting tulisan ini wkwkwkwk… waspadalah… waspadalah….

  5. nggak lisan, nggak jari (broadcast), semuanya bisa jadi pusat masalah. harus selalu waspada sama diri sendiri ini mah. Self controlnya kudu berstatus siaga terus

  6. weee pelajaran nomor 1: jangan flirting sama cowok yang sudah beristri. mungkin maksudnya biasa ajah, tapi namanya istri. kalau aku pasti juga cemburu lah, pastiii hahahah

    • Iya.. harus… orang beristri itu udah punya orang jadi kita ga boleh ngusik-ngusik. Balikin aja ke kita sendiri kalau nanti jadi istri… pasti bakalan marah kalau suami kita ada tanda2 ‘begitu’. Tapi, ini juga buat pelajaran sih… jadi nanti jangan asal muduh dan marah sembarangan… dengarkan penjelasan yg bersangkutan… karema kadang yang kita pikirkan berbeda dengan kenyataannya

      • yang namanya perempuan toh kalau sudah esmosi :3 kan kadang sulit dikendalikan terus geregetan~

        *geregetan jadinya geregetan ~ terus nyanyi sherina :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s