Kemampuan Melupakan

http://cahayahipnoterapi.com/wp-content/uploads/2015/02/melupakan-mantan-dengan-hipnoterapi.jpg

melupakan

Malam ini berasa kembali ke masa kuliah dulu, begadang hingga waktu yang tak ditentukan. Berakhir tatkala mata telah tak mampu untuk bertahan. Sejauh ini masih sanggup dibegadangkan hingga 2 jam ke depan. Aku tahu ini tak dibenarkan tapi berasa kangen banget dengan pola hidup begadang hingga tengah malam. Telah ku tunaikan, lantas apa yang dirasakan? Kepuasan (hahaha). Mau curhat apa ya kira-kira? Ada kisah apakah hari ini? Oh… iya berita kehilangan. Tiga hari belakangan ini aku dikagetkan dengan beberapa berita kehilangan. Pertama, mbak kosan yang kehilangan HP nya ditempat yang sebelumnya telah terjamin keamanannya. Mbak kosanku termasuk pula aku telah terbiasa meletakkan HP dan laptop begitu saja di kantor tempatku bekerja. Tapi hari itu benar-benar sial, ada seorang bapak-bapak yang masuk dengan berpura-pura punya urusan tapi ternyata ngambil yang bukan-bukan, bukan haknya maksudnya. Aku berpapasan dengan bapak itu ketika keluar ruangan yang tak biasanya ada orang baru keluar dari ruangan itu, aku curiga, tapi odongnya tak punya niatan atau inisiatif untuk sekedar bertanya ‘bapak ngapain di sana?’. Benar saja, satu buah handphone telah raib dari ruangan itu. sebenarnya kalau aku tak segera ke sana mungkin semua barang berharga di ruangan itu akan raib (3 buah HP, 2 buah laptop, dan tas para pegawai). Selalu ada keberuntungan di setiap ketidakberuntungan, ‘untung ya cuma satu HP saja yang sempat terambil’.

            Kejadian kehilangan yang kedua dialami oleh seorang pegawai yang kehilangan motor yang baru dibelinya kurang dari tiga bulan yang lalu. Rasa iba menyelimuti hati karena orang yang bersangkutan sebelumnya telah terkena tipu daya jual beli motor online. Harga telah disepakati, uang sekitar 4 juta telah ditransfer, lantas si penjual hilang raib tanpa bekas. Banyak yang menyayangkan, kenapa membeli barang semahal itu lewat online apalagi belum berpengalaman. Tapi begitulah musibah, bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali, baik yang sudah berpengalaman apalagi yang belum berpengalaman sama sekali. Kejadian ketiga baru tadi sore terjadi. Seorang siswi kehilangan tas sekolahnya yang berisi buku pelajaran, dompet, uang, dan barang berharga lainnya. Kronologisnya begini, si siswi bersangkutan bersama pacarnya membawa mobil ke sebuah ruamh makan. Sesampainya di sana mereka keluar dan tas si siswi pun diletakkan di dalam mobil. Pencongkelan mobil pun terjadi, pintu mobil dicongkel dan tas pun di ambil, hilang tak berbekas. Air mata tak hentinya terurai dari mata si siswi. Banyak yang tak habis pikir, bagaimana di tempat seramai dan seaman itu bisa terjadi kejadian seperti itu padahal banyak satpam, yah walaupun mereka hanya berkumpul di satu titik tak punya niat untuk berkeliling, sepertinya. Satu lagi, bagaimana mungkin pintu mobil dicongkel tanpa menimbulkan suara alarm mobil? Bukankah disenggol sedikit saja suka pada heboh bunyinya. Entahlah, memang maling selalu punya cara. Benar-benar tiga kejadian yang mencengangkan, membuatku menjadi lebih awas dan waspada.

            Dari ketiga kejadian itu dapat ku lihat bahwa setiap korban akan mengalami shock dan kaget luar biasa mengalami kejadian yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Sehari dua hari mungkin masih membekas rasa sedihnya, tapi dua orang yang ku lihat tak perlu hitungan hari untuk recovery. Mereka terlihat begitu tegar dan menerima kejadian ini sebagai bagian dari ujian hidup. Pengen rasanya memperlihatkan ketegaran mereka pada maling-maling yang terkutuk itu agar mereka menyesal dan merasa rugi serugi-ruginya. Ini ngayal sih, lagian mana ada maling yang bakalan nyesel, kalau nyesel ya ga bakalan jadi maling. Bagaimana mereka bisa dengan begitu mudahnya bangkit dari keterpurukan? Analisa dangkalku sih karena otak kita punya kemampuan luar biasa untuk melupakan, melupakan sesuatu yang tak mengenakkan, entah itu rasa sakit, kecewa, sakit hati, penyesalan, dan rasa tak enak lainnya. Allah sudah begitu baik merancang otak kita dengan bagitu apiknya agar dengan begitu mudahnya melupakan. Mungkin ingatan tentang kejadiannya masih ada, tetapi rasa dari kejadian itu pasti telah hilang.

            Pengalaman pribadi yang aku alami adalah setiap bulan aku akan mengalami rasa sakit yang luar biasa akibat menstruasi, kejadian ini berulang tiap bulan, berlangsung selama dua sampai tiga hari. Menjalani hari tanpa gairah dan inginnya hanya tergeletak saja di kasur, makan tak minat, beraktivitas tak mampu. Aku selalu ingat memori itu tapi aku lupa rasa sakitnya ketika telah lewat masanya. Bayangkan saja bagaimana tersiksanya aku ketika aku bisa mengingat rasa sakit itu, hidupku akan terus berkutat dengan rasa sakit. Allah benar-benar maha baik, fabiayyi alaa irabbikuma tukadzibaan (maka nikamat tuhanmu yang manakah yang kau dustakan) (QS. 55:55). Kemampuan melupakan yang hebat inilah yang juga membuat perempuan mampu untuk mempunyai anak satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya padahal semua orang tau bagaimana rasa sakitnya ketika melahirkan. Rasa sakitnya seperti patahnya 200 tulang secara bersamaan. Jikalau tak ada kemampuan melupakan maka tak akan ada ceritanya perempuan yang mau melahirkan lebih dari sekali jika rasa sakitnya masih bisa dirasakan.

            Kemampuan melupakan ini juga bisa membuat ornag-orang yang mengalami kegagalan akan terus bangkit dari keterpurukan. Maka aku sedikit tak percaya ketika anak muda jaman sekarang mengleuarkan istilah ‘gagal move on’. Hei… mana ada? Otak kita telah dirancang untuk bisa melupakan walaupun memang pada beberapa kasus membutuhkan waktu. Maka jangan lantas cepat mengambil kesimpulan dangkal bahwa kau telah ‘gagal move on’ yang ada adalah kau sedang dalam proses untuk move on. Istilah ‘gagal move on’ telah memberikan gambaran seakan-akan kalian adalah generasi yang mudah menyerah. Ih… mbak serius amat, itu kan istilah buat becandaan doang. Hahaha ya juga ya, serius amat nanggepinnya. Intinya adalah tak ada istilahnya kita harus menyerah akan rasa sakit entah itu jiwa maupun raga yang menimpa kita karena kita punya kemampuan luar biasa canggih untuk melupakannya. Jika sakit itu datang menghapiri hadapi dengan rasa sabar karena sakit yang disertai sabar akan menjadi penggugur dosa. Setiap dari kita telah dirancang untuk mempunyai kemampuan melupakan jadi jangan mendoktrin diri untuk senantiasa terpuruk karena kenangan akan rasa sakit yang kita coba untuk terus diingat. Biarkan aku dengan semua pengharapanku untuk suatu saat nanti membersamaimu, toh walaupun nantinya kau tak bersamaku, hidupku masih akan berjalan dengan normal karena aku punya kemampuan untuk melupakan, malupakanmu, kamu… iya kamu, walaupun ku tahu itu butuh waktu.

Advertisements

9 thoughts on “Kemampuan Melupakan

  1. Akhirnya selalu tentang kehilangan si dia ya Mbak :hehe. Kasihan memang kalau kehilangan itu, kehilangan juga adalah luka yang selalu bisa sembuh seiring waktu, tapi ya baiknya sebelum kehilangan yo waspada… misal tas jangan ditinggal di mobil, meski daerah terkenal aman kan bukan berarti kita bisa kasih umpan ke orang jahat toh :hehe. Itu menurut saya, sih.

    • Hahaha…. iya ya akhir-akhirnya ke si dia wkwkwkw. Greget banget dapet berita kehilangan tiga hari berturut-turut. Tapi Alhamdulillah si korban tak berlarut-larut dalam kesedihannya. Paling ampuh emang tindakan preventif… jadi harus awas waspada setiap waktu biar ga kehilangan. Yah… walaupun kadang memang harus kehilangan seenggaknya kita udah ikhtiar biar ga kehilangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s