Entah Siapa yang Bisa Dipercaya

question-1015308_1280Hidup di jaman sekarang, ya… di jaman yang aku, kamu, dan kita jalani ini seakan-akan tak ada yang bisa dipercaya. Maka muncullah pertanyaan, pada manusia seperti apakah kita bisa percaya? Pada manusia seperti apakah kita bisa menyandarkan kepercayaan? Maka jawabannya tidak ada. Sandaran paling tepat hanyalah pada Allah dan Rasulnya tak ada yang lain. Lantas kemana peran orang tua? Aku di sini memposisikan diri sebagai anak rantau yang jauh dari orang tua dan keluarga, maka peran mereka tak akan aku singgung di sini. Manusia telah membuat lingkungan menjadi begitu keras bagi kami para generasi yang sedang berusaha keras untuk melangkah ke dunia nyata, minim pengalaman, dan tahu dunia hanya sebatas meraba-raba. Maka jangan salahkan kami menjadi generasi yang penuh dengan pikiran negative akan segala hal karena penipuan dan ketidakjujuran seakan-akan telah diatur secara masiv. Seperti yang ku alami barusan tadi. Menaiki sebuah angkot menuju sebuah mall yang kita berdua tak pernah tahu sebelumnya. Si abang angkot sepertinya tahu kita orang baru dari penggalan percakapan antara temanku dan seorang ibu-ibu yang juga penumpang. Melewati sebuah bangunan yang cukup besar yang kita berdua rasa itulah mall yang akan kita tuju tapi kita enggan untuk berhenti karena namanya mirip alias tak sama dengan yang teman kita bilang. Kita janjian dengan seorang teman di mall bintaro plaza sedangkan mall yang kita lewati adalah bintaro jaya. ‘ah… bukan kali ya’ pikir kita berdua dan ketika nanya ke si abang angkot katanya masih di depan. Nah, kita sampe dibawa belok sampai ke pemberhentian terakhir, pas angkotnya berhenti, kita clingak-clinguk dong mana mall nya. Perasaan di daerah itu cuma ada ruko-ruko sama pertokoan kecil. Pas kita nanya, ‘bang mana mall bintaro plazanya?’ tiba-tiba ada bapak-bapak yang menghampiri kita berdua, ‘wah… mall bintaro plaza masih ke sana, kalau jalan agak jauh, mau naik ojeg ga?’.

            Aku pun langsung tersadar, wah… nipu nih bapak. Kita pun memutuskan untuk tak menghiraukan si bapak yang nawarin jasa ojeg. Jalan aja terus kira-kira 10 meteran kita nanya lagi ke bapak satpam, ‘pak mall bintaro plaza dimana ya?’ ‘oh.. itu yang di depan, yang banyak mobil di parkir’. Ternyata saudara-saudara, mall bintaro plaza itu adalah bintaro jaya, bikin bingung aja, kenapa nggak dibilang mall bintaro jaya aja ya. Pas kita masuk aku baru nyadar ternyata nama lengkapnya adalah plaza bintaro jaya, ok fine, kita dibingungkan oleh nama nih mall. Pelajaran yang bisa diambil sih, jangan pernah nanya abang angkot, kalau masalah tau… tau sih tau mereka, tapi nipu. Nggak semua abang angkot sih, ini spesial buat abang angkot yang tadi aku tumpangin. Aku sih lebih percaya ke pak satpam atau bahkan abang gojek kalau kemana-mana.

            Pulang dari mall bintaro jaya atau bintaro plaza atau apa pun namanya, aku putuskan untuk membaca berita, buka-buka berita terkini apa yang sekarang lagi in. Eh pas baca line nemu artikel yang sukses bikin melting. Nih artikelnya,

line 2line

Gimana nggak melting, di jaman yang kayak sekarang masih ada orang baik kayak gini. Saking terharunya, aku jadi nyari-nyari di google biografi nih orang. Dan tau nggak, aku nemu artikel kayak gini dong yang bikin judul tulisan ini bergema di pikiranku tadi ‘Entah Siapa yang Bisa Dipercaya’.

 liputan 6.1liputan 6.2liputan 6.3liputan 6.4liputan 6.5Dua sumber memberitakan satu orang yang sama tetapi dengan konten berita yang sangat-sangat berbeda. Media juga benar-benar tak ada yang bisa dipercaya. Terus sebagai pembaca, aku harus percaya yang mana? Pada siapa? Jawabnya ada di ujung langit, kita ke sana dengan seorang anak, anak yang tangkas dan juga pemberani. Siapakah yang bisa dipercaya? Entahlah #ngangkatBahu.