Burung Bego

Burung-kolibri.jpgPercakapan absurd siang ini, berlangsung di musholla ketika hendak mendirikan sholat dzuhur,

Dia: mbak jadi imam ya (sambil mengambil posisi di sebelah kananku)

Aku: iya, tapi aku Sunnah dulu ya

Dia: ih… lama, langsung aja yuk

Aku: tau nggak, sholat sunnah tuh kayak sayap burung. Cuma burung bego yang nggak gunain sayapnya buat terbang.

Dia: parah… aku dibego-begoin (sambil ngeloyor langsung sholat Sunnah)

Aku: hahaha.

Ayo… udah pada pake sayap nggak buat terbang? Jangan sampe jadi burung bego ya yang nyia-nyiain sayapnya buat terbang. Kan mubadzir, masak udah disediain sayap tapi nggak digunain. Kata ustad Yusuf Mansyur dalam ceramahnya, “sholat rawatib –qabliyah dan ba’diyah’- itu ibarat sayap pada burung. Cuma ada dua alasan kenapa burung nggak gunain sayapnya buat terbang, karena sayapnya patah atau burung itu burung bego”.

Advertisements

Hei… Dia Kembali!

kata-bijakSudah lama blog ini seakan mati suri tanpa penghuni. Aku ada tapi seakan meniadakan diri. Apakah gerangan yang terjadi? Banyak, mulai dari yang datang terus menghilang, sampai yang menghilang lantas tiba-tiba datang. Dampak dari keduanya tentunya berkebalikan, ada yang senang namun tiba-tiba muram dan yang awalnya sedih berurai air mata menjadi senang tiada tara. Bagian manakah yang sebaiknya kuceritakan kali ini? Aku sedang tak ingin berbagi duka maka akan kuceritakan penggalan cerita bahagia. Aku pernah menuliskan kisah mereka berdua dengan judul Menjanjikan Janji. Kisah yang banyak menimbulkan komentar betapa tak bertanggungjawabnya si Rangga pada si Cinta. Ingin tahu kisah sebelumnya, silahkan baca dulu, jikalau tidak berkenan ya tak jadi masalah. Tapi biar greget, baca dulu lah ya, ya…ya… ya… #maksa hahaha.

Rangga yang dulu menorehkan luka tiada tara di hati Cinta, tiba-tiba kembali menghubungi si Cinta. Hei… dia kembali. Kalua kalian ada di posisi Cinta, apa gerangan yang kalian lakukan? Beberapa teman sekantorku berkomentar,

“aku sih nggak bakalan nerima lagi mbak, masak udah ditinggalin gitu, tiba-tiba mau balikan. Nggak inget apa perbuatan dia yang sebelumnya”

“aku juga, kayak nggak ada orang lain aja”

            Aku mengangguk-angguk saja kala itu, kemudian salah satu di antara mereka menambahkan,

“tapi mereka udah terlalu lama ya. Susah emang kalau udah lama banget”

            Nah, di situ poinnya, melupakan ‘orang lama’ itu bukan perkara gampang. Apalagi dia datang dengan niatan untuk memperbaiki segalanya. Hal itulah yang menjadi pertimbangan si Cinta. Rangga kembali saja dia sudah senang bukan kepalang, ditambah lagi dia kembali tak hanya kembali tapi dengan niatan untuk menggenapi. Maka menguaplah semua catatan hitam yang pernah Rangga torehkan di hati si Cinta tanpa bekas. Tapi, kali ini dia tak mau menggantungkan harapan terlalu tinggi, bahagia menggebu-gebu, dia bersikap seolah-olah semuanya biasa-biasa saja. Tuhan maha membolak balikkan hati manusia, siapa tahu nantinya si Rangga kembali berubah pikiran dan pergi seperti sebelumnya. Tapi, seseorang pernah berkata, ‘jikalau seseorang yang pergi meninggalkanmu lantas datang kembali, maka kau adalah orang yang benar-benar berarti baginya. Kembalinya dia karena dia sepenuhnya sadar bahwa meninggalkanmu adalah kesalahan besar’. Iya sih, ada benernya juga, soalnya nih ya, kalau lagi beli baju nih di pasar terus nawar kan ya. Kalau sama si penjualnya nggak dikasih terus kita pura-pura pergi, kalau nggak dipanggil lagi, kita bakalan balik lagi dan bajunya langsung dibeli soalnya kita tahu tuh baju emang segitu harganya dan kitanya emang tertarik banget sama tuh baju. Analoginya kurang romantis yak, hahaha. Kejadian itu sih yang tiba-tiba terlintas di pikiran.

            Tulisan ini ditulis bertepatan dengan hari raya iedul adha, hari raya kurban. Berkurban sangat dianjurkan bagi yang mampu. Nah hari ini pula si Rangga bertamu ke rumah si Cinta untuk bertemu orang tuanya. Menyampaikan niat baiknya untuk meminang si Cinta. Datangnya si Rangga masih sebatas bertamu saja, dia hanya berdua dengan temannya, menyampaikan niat baiknya, jikalau memang diberi lampu hijau (dan Alhamdulillah sudah) maka in shaa Allah bulan April tahun 2017 bertepatan dengan ulang tahun si Cinta, si Rangga akan melamar si Cinta. Katanya sih sekalian kado buat si Cinta, ah… co cwiiiit. Sangat senang mendengar kabar gembira ini sekaligus menjadi saksi hidup atas lika liku kisah mereka yang in shaa Allah happy ending, Amiiin. Barokallah ya mbak, sebagai teman sekosanmu aku juga ikut senang kalau kamu senang, dan ikut sedih kalau kamu sedih. Aku berdoa semoga semuanya dilancarkan hingga hari H nanti, hari dimana kau tak kan lagi sendiri, tergenapi, dan menggenapi sebagai seorang istri yang akan taat pada suami hingga maut memisahkan nanti, amiiin.