Ketemu Fans

danbo-1870361_1280Judulnya sok iye banget ya, wkwkwk. Cuma judul itu yang terpikirkan pas ada niatan buat nulis cerita ini. Nggak mama (papa) lah sekali kali narsis dikit, jarang-jarang ini kan. Kalau boleh jujur, narsis itu bukan aku banget, aku tipe orang yang bisa dibilang kurang percaya diri, kurang mengapresiasi diri sendiri, susah bangga akan hal yang dimiliki (bukan nggak bersyukur ya, tapi gimana ya ngejelasinnya, intinya aku nggak pernah menganggap wow apa yang aku punya, entah itu barang atau pencapaian, menurutku semua yang ada padaku adalah hal biasa, it’s so common). Karena perasaan biasa dan minim apresiasi inilah aku menjadi pribadi yang agak minder (walaupun nggak segitunya) dan agak kurang percaya diri. Kalau sekarang sih udah berkurang rasa minder dan kurang percaya diri itu, kalau dulu beuuuuh… iya banget, mau ngelakuin apa bawaannya takut, minder, takut salah, takut diomongin orang. Tapi sekarang aku sudah banyak berubah, mulai tak terlalu peduli dengan semua, yang penting aku berjalan dan melakukan sesuatu on the right way, walaupun kalau jalan aku selalu in the left side sih wkwkwk #ApaSih.

            Jadi ceritanya gini, beberapa minggu yang lalu aku dan saudara kembaranku berniat untuk membelikan ibuk dan mbahku baju. Baju ini rencananya akan beliau gunakan untuk nikahan sepupuku yang umurnya lebih muda dua tahun dari aku (lah aku kapan? Ya tunggu aja, bentar lagi #TalktoTheMirror). Akhirnya kami berdua sepakat untuk membeli baju itu di tanah abang biar banyak pilihan. Padahal aku lebih suka belanja online sih, tapi agak susah mencari baju untuk orang tua kalau online shop. Nggak mama (papa) lah itung-itung jalan-jalan ke tanah abang. Karena kami berdua terpisah tempat tinggal, aku di Bekasi dan mbak Dila di Bogor, akhirnya kita berdua sepakat untuk bertemu di tengah perlintasan commuter yaitu stasiun Manggarai. Berhubung jarak stasiun Bekasi ke stasiun Manggarai lebih dekat, kami sepakat untuk berangkat di jam yang berbeda, mbak Dila akan berangkat lebih cepat daripada aku. Setelah sampai pada waktu yang disepakati, aku pun langsung meluncur ke stasiun Bekasi dan tanpa halangan berarti akhirnya sampai di stasiun Manggarai. Tapi ternyata, mbak Dila belum sampai di sana karena ternyata ada gangguan di jalur Bogor-Manggarai karena ada rel yang anjlok aku lupa di stasiun mana tepatnya. Ya mau gimana lagi, aku udah kadung sampai di Manggarai, akhirnya ku putuskan untuk membeli makanan karena pas berangkat tadi memang belum sempat sarapan.

            Setelah melihat-lihat sesaat, akhirnya ku putuskan untuk masuk ke circleK yang ada di sana. Aku berjalan ke deretan minuman yang dijual, ada minuman rasa coklat dan alpukat. Cup yang disediakan ada yang ukurannya sedang dan besar, setelah bertanya pada mas-mas yang jaga akhirnya aku ambil cup yang besar. Pas mau ngambil minuman, ada mas-mas yang mempersilahkan aku ngambil menuman duluan, mungkin si masnya tau kalau aku tadi yang pertama mau ngambil minuman di situ, tapi karena nanyain harga dulu jadinya aku nggak bisa duluan. ‘untung mas nya baik’ pikirku kala itu, jadi aku nggak usah ngantre lagi buat ngambil minumannya, ‘terimakasih mas –ganteng’ kataku, lagi-lagi di dalam hati. Setelah mengambil minuman, aku langsung keluar dan duduk di peron yang terbuat dari besi yang di sana juga ramai orang-orang duduk buat nunggu, ya nunggu kereta, nunggu temen, atau mungkin nunggu jodoh eh nunggu orang kayak aku. Nikmat banget minum sambil main HP di tempat seramai itu, berasa santai sejenak. Tempat dudukku nggak terlalu jauh dari circleK sehingga aku masih bisa melihat orang-orang yang keluar masuk toko itu. Tak lama dari aku duduk, aku melihat mas-mas yang tadi mempersilahkan aku buat ngambil minuman duluan. ‘oh mas-masnya baru keluar’ pikirku dan ternyata mas nya juga duduk di peron tak jauh dari tempat dudukku. Aku pun melanjutkan kegiatan santaiku sambil menikmati minuman yang ternyata jauh dari prediksiku, hm… gimana ya, nggak enak dan unluckily aku ngambil yang ukuran besar, berhubung prinsipku ‘anak pertanian pantang buang makanan’ jadi bisa ku pastikan minuman itu akan aku habiskan hingga tetes terakhir.

            Pas lagi enak-enaknya minum, eh mas mas yang duduk di deketku (ini mas yang sama dengan yang di circleK) menanyakan sesuatu,

Mas: mbak mau tanya, kalau peron yang ke stasiun Bekasi jalur berapa ya?

Aku: jalur 2 sama jalur 4 mas, jalur 4 apa 5 gitu ya

Mas: kalau mbaknya mau kemana?

Aku: oh… saya? (agak sedikit kaget karena nggak nyangka bakalan dapet pertanyaan tambahan) saya mau ke tanah abang

Mas: mau belanja ya mbak?

Aku: iya mas, hehe (kataku agak aneh karena nggak biasa-biasanya diajakin ngobrol sama orang asing, apalagi di stasiun)

Mas: mbak, saya boleh kenal nggak?

Aku: apa mas? (makin kaget dengan pertanyaan unpredict dari si masnya)

Mas: boleh kenalan nggak?

Aku: oh… boleh-boleh aja (makin merasa ada yang tidak beres di sini)

Mas: mbaknya dari mana?

Aku: saya dari Bekasi, kalau mas nya dari mana? (mencoba untuk bertanya balik, karena sepertinya pertanyaannya daritadi hanya satu arah saja)

Mas: saya dari Bekasi juga, Bekasi mana mbak?

Aku: (akum akin panik, ternyata sama-sama Bekasi. Kalau bukan Bekasi kan enak bisa selesai sampai di situ aja pertanyaannya) di tambun mas, grand wisata

Mas: masih kuliah apa udah kerja?

Aku: saya udah kerja mas (hehe… plis plis… hentikan percakapan menakutkan ini ya Allah. Saking paniknya aku sampe menumpahkan minuman yang tadi aku beli. Untung tutupnya kenceng jadi nggak luber kamana-mana. Aku gagal seada-adanya untuk bersikap santai dan rileks)

Mas: mbaknya masih single apa udah nikah?

Aku: belum nikah mas (hehe… makin takut)

Mas: mbaknya udah daftar buat nonton ustadz Zakir naik nggak ntar?

Aku: hah? Ustadz Zakir Naik? (jawabku bertanya balik karena aku makin panik)

Mas: tau ustadz Zakir Naik kan?

Aku: iya mas tau, belum mas saya belum daftar

Mas: udah tau kan link buat daftarnya?

Aku: iya mas saya udah tau (aku sih sebenernya belum tau linknya tapi kayaknya kalau aku bilang belum tau si masnya bakalan minta no. Hp aku buat ngirim linknya, suudzan banget ya aku. Tapi kemungkinan besar sih gitu soalnya si masnya megang-megang HP gitu, maap GeEr)

            Aku baru kali itu dapet pengalaman aneh semacam itu. Tak henti-hentinya clingak-clinguk sana sini buat mastiin nggak ada kamera tersembunyi di sana karena kan aku sering liat tuh di FB yang suka bikin social project. Tapi di sana sepertinya tak ada kamera tersembunyi.

Mas: mbak dulu kuliahnya di UNJ ya mbak?

Aku: nggak mas saya nggak kuliah di sana. Emangnya saya mirip sama temen mas ya? (aku pun memberanikan diri bertanya, udah gregetan banget soalnya. Malah sebenernya pengen nanya, ‘mas di sini nggak ada kamera tersembunyi kan?’ wkwkwkw)

Mas: iya mbak mirip sama temen saya (jawabnya sambil tersenyum)

            Aku benar-benar sudah tidak tahan, akhirnya aku kembali minum dan menghubungi orang-orang biar seakan-akan aku sibuk dan cara ini berhasil. Mbak Dila juga nggak dateng-dateng, kayaknya gangguan di relnya serius banget. plis… dateng dong. Akhirnya si mas-masnya sepertinya mulai enggan untuk bertanya dan kebetulan kereta menuju Bekasi diinfokan sudah datang. Si mas-masnya langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya ‘saya duluan ya mbak’ katanya. ‘iya mas silahkan’ kataku. Fiuuuh… aku lega banget. Sebenernya aku penasaran banget kenapa si masnya begitu kepo padaku, kita kan baru kali itu bertemu. Apa masnya fall in love for the first sight? Ah… kayaknya nggak mungkin banget. secara penampilanku waktu itu berantakan banget, mana lagi jerawatan sejadi-jadinya wkwkwkw, intinya mah nggak karuan banget. Jadi kemungkinan yang ini nggak banget. Apa masnya orang nggak waras? Ya kaleee… masnya bersih kok, kayak mahasiswa gitu dan lumayan ganteng wkwkwk. Apa ini penipuan jenis baru? Bisa jadi, aku bersyukur tidak melanjutkan percakapan kami, setidaknya jika niatnya benar-benar penipuan, aku sudah terhindar dari niat jahat seseorang. Apa dia fans? Hahaha…. sesuai judul tadi, aku menganggap masnya fans, makanya judulnya ‘bertemu fans’, kemungkinan ini yang sementara aku percaya wkwkwk. Kalau kamu mengalami hal yang serupa denganku pasti bakalan ngelakuin hal yang sama kan? Karena bertemu orang yang baru dikenal dan nanya banyak hal adalah hal yang sangat-sangat aneh menurutku apalagi di jaman yang penuh dengan tipu daya seperti sekarang. Karena kata bang Napi, ‘kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan, waspadalah… waspadalah’. Sungguh pengalaman yang lucu-menakutkan-aneh gimana gitu. Sayang banget kalau disimpen dalam kenangan, makanya aku share ke sini, hehe.

Advertisements

5 thoughts on “Ketemu Fans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s